k Cerita Awek: blog seks
Showing posts with label blog seks. Show all posts
Showing posts with label blog seks. Show all posts

Friday, December 13, 2013

Malapetaka KKN - Nafsu sekretraris desa - 1

Awek Pantat Panas CantikDiantara rombongan itu, Alya adalah gadis yang paling pendiam. Sifatnya itu membuat dirinya terlihat begitu anggun dan berwibawa, tanpa terkesan angkuh. Padahal kalau mau jadi angkuhpun orang menganggap hal itu tidak terlalu berlebihan kerena Alya punya semua hal yang bisa dibanggakan. Alya adalah anak seorang pengusaha kaya, selain itu dia sendiri juga sangat cantik dan menawan. Wajahnya yang bulat telur ditambah hidungnya yang mancung menegaskan kecantikannya yang tidak kalah jika dibandingkan dengan artis sinetron atau fotomodel. Yang paling disukai dari diri Alya adalah matanya yang sangat bening dan bercahaya dan giginya yang gingsul di sebelah kiri yang jika tersenyum akan menampakkan deretan gigi yang seputih mutiara. Rambutnya yang hitam legam dimodel shaggy sebatas pungung, bisanya selalu dibiarkan tergerai.
Sore itu, Alya terlihat segar setelah mandi. Tubuhnya yang langsing tapi padat setinggi 167 cm terlihat seksi terbalut baju berleher rendah lengan panjang warna biru muda. Kakinya yang sekal terbalut celana jins ketat biru.
Rapi amat, tegur salah satu teman pria satu pondokannya. Mau pergi ke mana?
Alya menoleh sesaat menatap temannya.

Sunday, November 17, 2013

Aku menjadi pacar gelap - 1

Awek Pantat Panas CantikKamar kostku sangat sederhana, hanya dibatasi dinding papan yang sudah rapuh dari kamar pasangan suami istri yang belum punya anak. Karena kondisi itulah sejak aku sewa kamar itu selama 2 bulan aku mempunyai kebiasaan mengintip dari sebuah lubang kecil di dinding ujung tempat tidurku yang makin lama semakin melebar karena ulah jariku. Lubang itu kututup dengan poster sehingga tidak ada cahaya yang keluar dari kamarku. Sedangkan di kamar sebelahku antara dinding dengan tempat tidur mereka hanya terhalang oleh kelambu.

Kegiatan mengintipku tidak mengenal batas waktu, dari pagi, siang ataupun malam. Sehingga aku hafal benar kehidupan di kamar sebelah, dari lekuk tubuh Mbak Dwi (nama samaran) sampai kehidupan sex mereka. Walaupun kehidupan rumah tangga mereka tampak rukun, tetapi aku tahu bahwa Mbak Dwi selalu tidak terpuaskan dalam kehidupan sex, karena suaminya hanya mampu 2-3 menit dalam bertempur, itu pun tanpa pemanasan yang cukup. Sehingga sering aku melihat Mbak Dwi diam-diam melakukan masturbasi menghadap ke dinding (ke arahku) setelah selesai bersenggama dengan suaminya. Dan biasanya pada saat yang sama, aku pun melepas hajatku, tanpa berani bersuara sedikitpun. Bahkan tidak jarang kulihat Mbak Dwi terlihat tidak bernafsu melayani suaminya, dan menjadikan tubuhnya hanya untuk melepas birahi suaminya saja.

Tuesday, August 27, 2013

Lily Panther 01 Kisah Seorang Call Girl - 5

Awek Pantat Panas CantikBerkali kali aku pura pura menyenggolkan buah dadaku ke lengannya, tapi tidak mendapat respon yang aku harapkan, bahkan ketika aku sengaja membungkuk didepannya ketika memberikan minuman, aku yakin dia bisa melihat buah dadaku dengan jelas, tapi tak ada tanda tanda untuk memulainya. Akhirnya kuberanikan diri untuk memulainya, secara demonstratif kulepas bra-ku didepannya, tentu saja putingku membayang dibalik baju tidurku, dia hanya memandang dengan sorot mata kagum tidak lebih dari itu, kuberanikan untuk duduk di pangkuannya sambil menempelkan buah dadaku di pundaknya, masih tidak ada respon yang berarti.

Aku bertindak lebih jauh lagi, kupeluk kepalanya dan kucium pipi dan bibirnya, barulah dia merespon dengan membalas ciuman bibirku, tangannya sudah mulai mengelus pahaku, terus ke atas ke punggungku, aku tak mau kehilangan momen, kupermainkan lidahku dibibirnya, tangannya sudah mulai menjelajah di sekitar dadaku, dielusnya buah dadaku lalu dia meremas remas ringan.
Aku berdiri di depannya, kulepas celana dalamku, aku yakin dia sudah bisa menikmati tubuh telanjangku dari balik baju tidurku, kutarik Pak Sam berdiri, kutuntun menuju ranjang, sebelum sampai di ranjang, tiba tiba Pak Sam membopong tubuhku dan merebahkan di ranjang. Dengan agak tergesa Pak Sam melepas baju dan celananya, tinggal celana dalam yang menempel di tubuhnya, sepertinya dia sudah menahan nafsu dari tadi.

Friday, June 21, 2013

Tigabelas - 3

Awek Pantat Panas CantikHening sejenak.
"Mas, kalau Mas maunya diapainn," katanya sambil memegang penisku.
"Terserah Titin aja," kataku.
"Titin kocokin seperti semalem yaach."

Sunday, June 16, 2013

6 kunci sukses mencapai kenikmatan dalam bercinta

Awek Pantat Panas CantikHubungan Seks yang sejati bukanlah sekedar hubungan fisik, melainkan merupakan penyatuan tubuh, jiwa dan pikiran. Kehidupan seks yang memadai dan sehat akan membuat tubuh seimbang. Sebaliknya jika gairah seks menurun, berarti fisuk anda sudah lelah atauanda sedang stres.

Kegiatan seksual merupakan kebutuhan pokok hidup yang harus mendapatkan tempat utama bagi mereka yang sudah resmi menjadi pasangan suami-istri. Sebab tanpa seks kehidupan akan berjalan hampa dan kering.

Monday, June 3, 2013

Vonny dan Nadya

Awek Pantat Panas CantikSebelumnya aku minta maaf bila ada kata-kata dari aku yang kurang tepat, jadi aku mohon maaf yah. Aku adalah seorang mahasiswa dari universitas swasta di Bandung. Pada saat aku SMU, aku dikenal sebagai lelaki yang "abuy" (anak buaya), memang sih kata cewek-cewek atau mantan-mantan cewekku, saya tipe cowok yang romantis, dengan body yang sangat mendukung.

Pada waktu aku kelas 3 SMU menjelang Ebtanas, aku belajar bersama teman wanita yang bernama Vonny dan Nadya, ketika itu aku berlajar bersama, dan tidak sedikit pun aku berpikir untuk bermacam-macam dengan mereka berdua. Memang sih banyak cowok-cowok yang "sirik" padaku, karena aku bisa dekat dengan mereka berdua, yang termasuk seleb di sekolah **** (edited) di kotaku, yang penting itu sekolah swasta terkenal di Bandung. Pada waktu itu acara belajar itu dilakukan oleh kami bertiga di rumah Vonny. Pada waktu itu jam menunjukkan sekitar pukul 18:00, ketika aku sedang dalam perjalanan menuju rumah Vonny. Hujan turun deras sekali, dan mengakibatkan aku terpaksa berhenti untuk menunggu hujan tersebut (maklum ketika itu aku memakai motor). Tapi apa boleh buat, karena aku sudah mempunyai janji dengan mereka berdua untuk belajar bersama, yah.. aku berani berkorban meski hujan itu belum reda.

Saturday, March 23, 2013

Gairah terlarang - 3

Awek Pantat Panas CantikKami bertiga terkejut mendengar suara klakson mobil kupastikan itu suara klakson mobil Papaku yang memang khas. Mbak Sari menengok melalui jendela di dekatnya. Dari jendela itu dia bisa melihat halaman luar rumahku.

"Papa. Papa pulang." Teriak Mbak Sari.

Thursday, February 14, 2013

Ambisi Wijaya - 6

Awek Pantat Panas CantikAkhirnya pagi pun tiba dan hujan turun dengan derasnya. Para perwira dan panglima telah kehabisan tenaga. Mereka terus-terusan melihat bendera musuh di sekitar mereka. Akhirnya para perwira mengkhianati panglima mereka sendiri. Mereka mengikat Tanjung Palaka saat ia sedang tidur kecapaian dan mengantarnya ke Chen Mien.

Melihat hal itu Chen Mien langsung memerintah tentaranya untuk menghukum mati para perwira musuh,

Sunday, February 3, 2013

Pualam yang tergores - 4

Awek Pantat Panas Cantik"Jangan pandangi aku seperti itu..!" katanya dengan suara serak dan matanya masih terpejam. "Aku mencintaimu.." kataku sambil merengkuh wajahnya hingga mendekati wajahku lalu aku cium kening serta pipinya. Ia membuka matanya dan memandangku sambil tersenyum. Aku kembali menciumnya dan kini beralih kebibirnya. Kukecup dan kulum bibirnya yang seksi. Reno membalas ciumanku dengan mesra. Sementara tanganku mulai bergerilya meraba dan meremas punggungnya serta bagian-bagian tubuhnya yang lain. Selanjutnya kami kembali masyuk kedalam biduk kemesraan yang begitu dalam tanpa batas. Keduanya saling meremas dan menggelinjang oleh nafsu yang semakin membakar tubuh mereka. "Lakukan Ren.. aku ingin kau melakukan itu padaku..!" kataku disela-sela deru nafasku. Aku mengatur posisi sedemikian rupa diatas tubuhnya untuk dapat melakukan penetrasi. Beberapa kali dicoba tetap saja tidak berhasil lalu kami merubah posisi dengan turun dari ranjang serta mencoba kembali sambil berdiri. Dengan bertumpu pada bibir ranjang aku membungkukan tubuhku dan membuka pahaku lebar-lebar. Setelah dirasa cukup ia permainkan lubang anusku maka dengan perlahan ia mulai menusukkan kontolnya kedalam pantatku. Sedikit demi sedikit dan disertai erangan kecil dari bibir kami berdua, kontolnya mulai bias masuk dengan perlahan. Hingga akhirnya bukan hanya palkonnya tetapi seluruhnya masuk kedalam pantatku dengan disertai jeritannya yang cukup kencang. Sesaat kami sama-sama diam. Ia mengatur nafasnya yang memburu lalu kemudian dengan dibantu oleh tanganku iapun mulai menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dengan irama yang teratur. Aku mengimbanginya dengan menggerakkan pantatku serta kadang memutarnya disela-sela desahan dan eranganku. Keduanya terus berpacu dan mendaki bukit-bukit terjal dalam deru nafas yang memburu. Hingga akhirnya setelah beberapa saat kemudian keduanya sama-sama mulai mencapai garis finis dalam pendakiannya. Dan dengan disertai erangan dan jeritan kecil diantara ranjang yang derit mereka sama-sama melenguh dan sampai pada klimaksnya. Reno menekankan pantatnya semakin dalam saat ia merasakan orgasme, tangannya mencengkram pinggangku dengan kuat lalu memeluk tubuhku dengan kencang pula. Kulepaskan pegangan tanganku pada sisi ranjang dan dengan perlahan aku bangkit berdiri. Reno memekik tertatahn manakala kontolnya terlepas dari pantatku. Aku emnatapnya dengan tersenyum. Lalu kami saling berpelukan dengan mesra. "Kita pulang sekarang.." katanya dengan suara sedikit parau. Entah kenapa aku sendiri tidak tahu. Lalu ia pamitan untuk mandi terlebih dulu. Beberapa saat kemudian kami meninggalkan hotel tempat kami menghabiskan malam terakhir kami sambil menikmati indahnya cinta kami berdua. Sepanjang perjalanan kami lebih banyak terdiam. Aku terlalu sulit untuk menyelami apa yang ada dalam hatiku dan akupun sama sekali tidak bisa menebak apa yang ada dalam hatinya. "Aku harap kau mau mengantarku ke bandara sore nanti.." kataku pelan setelah kami berada dalan kendaraan umum yang membawa kami kembali ke hotel tempatku menginap. "Aku tidak tahu.. aku harus masuk kerja.. kalau aku tidak kerja aku bias mengantarmu ke bandara.." katanya datar. "Tapi.. aku sangat ingin kau ikut ke bandara.. aku ingin melihatmu disaat-saat terakhirku disini.." kataku kembali. Dia hanya terdiam memandangi jalanan yang mulai meninggalkan laju kendaraan. Tak berapa lama kemudian aku sampai dihotelku dan aku turun sementara ia meneruskan perjalanannya pulang untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja. Sesampainya dikamar akupun beristirahat karena memang sudah tidak ada kegiatan hanya menunggu jemputan untuk mengantarku ke bandara. Tengah ahri aku terjaga oleh kedatangan salah beberapa orang tamu yang ingin mengucapkan selamat jalan padaku dan saat itu aku gunakan untuk mencoba mencari Reno. Beberapa kali mataku mencoba mencari sosoknya tetapi tidak juga ketemu maka setelah tamu-tamuku pulang aku berpura-pura minta dibersihkan kamarku dan aku menanyakan tentang Reno yang ternyata hari itu ia tidak masuk kerja. Hatiku bertanya-tanya ada apa gerangan yang membuatnya tidak masuk. Tadi ia janji akan tetap masuk kerja. Aku berusaha mencari informasi lewat receptionis maupun teman kerjanya pada saat mereka membersihkan kamarku dan menurut salah seorang waitress yang juga anak PKL dan kebetulan katanya teman akrabnya bilang ia tidak bisa masuk dan menitipkan salam untukku. Ia bilang ia tahu kalau aku akan cec out hari itu. Ia hanya berpesan terima kasih untuk semuanya dan selamat jalan. Mendengar hal itu hatiku menjadi sangat perih. Ingin sekali aku menangis saat itu tetapi aku tidak bisa melakukannya bagaiamanapun juga aku harus menjaga wibawa dan harga diriku. Aku tidak ingin mereka tahu apa yang telah terjadi diantara kami berdua. Kepedihan hatiku terasa sangat menyesak didada. Mengapa disat-saat terakhir ia justru tidak mau masuk..? apakah juga ia tidak mau emngantarku ke bandara..? apakah ia tidak mau bertemu denganku untuk terakhir kalinya..? berbagai pertanyaan berkecamuk dalam hatiku tanpa kutahu jawabnya. Dan tiba-tiba telepon berdering yang memberitahukan ada yang berbicara denganku. Setelah aku angkat tiba-tiba jantungku berdesir tak menentu. Suara itu akhirnya muncul. Suara khas yang sangat aku rindukan. Suara dari orang yang sangat aku cintai. "Kenapa kamu tidak masuk kerja hari ini..?" tanyaku langsung dengan suara bergetar. "Aku.. tidak enak badan.. dan mungkin aku juga tidak bisa mengantarmu ke bandara.. " katanya perlahan. Ada nada kepedihan dari balik suaranya itu. "Kenapa.. kamu sudah janji mau masuk atau mengantarku ke bandara.. apa kamu sama sekali tidak mau bertemu denganku untuk terakhir kalinya..?" tanyaku beruntun. Kesedihan yang kurasakan semakin membahana diruang batinku. "Aku hanya bisa mengucapkan selamat jalan.. semoga selamat ditempat tujuan.. terima aksih untuk semuanya.. hanya itu yang bisa aku ucapkan.. " katanya lirih dan terdengar kesedihan semakin terasa. "Please Ren.. paling tidak kita bertemu untuk terakhir kali sebelum aku pergi.." kataku memohon. Tangisku hampir meledak saat itu. "Maaf mas.. aku tidak bisa.. aku tidak sanggup untuk ketemu..selamat jalan.. aku.. " katanya dan tiba-tiba ia menutup teleponnya. "Ren.. tunggu Ren.. " aku terdiam. Hatiku sangat sakit karenanya. Kenapa ia menutup teleponnya begitu saja..? kenapa ia tega lakukan ini padaku..? kenapa ia tidak mau bertemu denganku..? apakah memang benar ia tidak sanggup melihat kepergianku..? oh.. aku mendesah dan tiba-tiba air mataku mulai mengalir membasahi pipiku. Aku mulai terisak dan membenamkan diri dalam tangis pilu. Aku pandangi diriku dalam cermin didepanku. Air amta yang meleleh dipipi dan sorot mata yang lemah seolah tanpa cahaya. Aku begitu prihatin melihat diriku disana. Kenapa pula aku haru terlibat hubungan cinta seperti ini..? kenapa pula cinta itu harus hadir..? kenapa pula aku harus jatuh cinta padanya..? Aku semakin hanyut dalam tangisan. Aku meraih kertas dan mulai menggoreskan pena untuk menuangkan apa yang ada dalam hatiku saat itu. Kutuliskan semua apa yang aku rasakan tentang perasaanku padanya tentang rinduku padanya tentang sayangku padanya tentang cintaku yang ternyata begitu dalam aku rasakan. Saat aku menulis surat itu tiba-tiba orang yang mau mengantarku ke bandara sudah datang, buru-buru aku menghapus air mataku dan mengatakan padanya kalau aku belum siap dan aku memintanya untuk menunggu sesaat. Aku segera merapihkan semua barang-barangku kedalam koper serta segera membersihkan tubuhku dikamar mandi. Kuguyur seluruh tubuhku dengan harapan kan dapat sedikit meredam kepedihan yang aku rasakan saat itu. Tiba-tiba telepon dikamarku berdering dan Thanks God.. ternyata suara Reno yang berada disebrang sana. "Kenapa kau tutup teleponmu begitu saja..? kamu dimana..? bisa ketemu kan..? kamu jadi mengantarku kan..?" tanyaku nyerocos dengan hati girang. "Aku sekarang berada di wartel dekat hotel kamu tinggal.. cepatlah kesini aku tunggu.." katanya lalu segera menutup teleponnya tanpa memberi aku waktu untuk berkata-kata lagi. Bergegas aku berpakaian dan tanpa menyisir rambut terlebih dulu aku berlari keluar untuk menemuinya tanpa memp[edulikan teguran receptionis tentang rambutku yang acak-acakan. Diwartel aku mendapatinya sedang duduk terdiam dipojok ruangan. Pandangan matanya kosong. Ketika aku datang kearahnya ia hanya terdiam bahkan sama sekali tidak tersenyum. Aku bingung sekali. "Hai.. " kataku sambil duduk disampingnya. Aku tidak tahu entah apa yang harus aku katakana lagi. Aku hanya sesekali melirik kearahnya. Kulihat ia memainkan jari-jarinya dengan terdiam membisu. "Aku menitipkan sesuatu untukmu.. aku titip sama temen kamu sesama PKL.." kataku kemudian tanpa berani menatapnya. "Kamu tidak usah memberikan aku apa-apa.. sudah cukup yang aku dapat darimu.." katanya pelan tanpa menoleh. "Bukan sesuatu yang berarti bagimu.. dan sama sekali tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan sama dia.." kataku ragu. Ia menatapku tajam. "Jangan samakan kamu sama dia.. aku sudah melupakannya.. sekarang aku.. ehm.. jam berapa berangkat..?" tanyanya terkesan untuk menghindari perkataannya sebelumnya. "Aku ingin kau mau mengantarku ke bandara.. kau bisa ikut bersama orang yang mengantarku kesana.." kataku sambil melepaskan jam tangan yang melingkar ditanganku. "Jam ini bukan jam mahal.. tetapi aku sangat menyukainya.. aku ingin memberikan ini untukmu.. tolong jangan lihat harganya tetapi.. kenanglah aku lewat ini.. aku akan berkirim surat ataupun telepon sama kamu.. aku janji.. dan aku yakin kita pasti akan bertemu lagi suatu saat nanti.. entah kapan dan dimana..?" kataku datar sambil berusaha memasangkan jamku ditangannya. Kesedihan itu kembali muncul. Bukan saja padaku tetapi juga pada dirinya yang dapat aku lihat dari wajah dan matanya.Sesaat kemudian aku meninggalkannya untuk bersiap-siap dan kembali menjemputnya untuk berangkat ke bandara. Sepanjang perjalanan dia hanya terdiam sementara aku berusaha untuk menekan kepedihan yang aku rasakan saat itu dengan cara berbincang dengan tamu-tamuku yang ikut mengantarku ke bandara. Mungkinkah ia juga merasakan kepedihan seperti yang aku rasakan saat itu..? tanyaku dalam hati. Saat-saat itupun harus tiba. Saat-saat terakhir aku harus melihat dirinya, sosoknya, tubuhnya, dan segalanya yang ada padanya. Aku hanya dapat menjabat tangannya saja ketika harus berpamitan dengannya. Padahal aku sangat ingin memeluknya utnuk terakhir kali namun apa daya tak dapat aku lakukan, aku harus menjaga wibawaku didepan orang lain terlebih client-clientku. Dan, akhirnya dia harus berlalu meninggalkanku seorang diri ditengah keramaian orang-orang yang sama sekali tidak aku kenal. Aku hanya bisa terdiam mengenang semua yang pernah kami reguk bersama. Didalam pesawat yang membawaku ke Jakarta aku hanya terdiam senjang perjalanan. Pikiranku mengembara dan terbang jauh tinggi entah kemana. Hatiku sangat pedih. 11 hari yang penuh kesan dan kenangan. Hari-hari yang begitu indah dalam merajut benang-benang kasih antara aku dan dia. Hari-hari penuh kebahagiaan yang selalu saja mendatangkan ketakutan akan kata perpisahan yang ternyata memang harus terjadi tanpa bisa terelakkan lagi. Kini hatiku terasa pedih berpisah dengannya. Aku tidak tahu bagaimana hari-hariku selanjutnya. Aku tidak tahu bagaiaman aku dapat memendam kerinduanku padanya. Hatiku yang semula begitu enggan datang ke Jambi kini ternyata telah tertambat disana. Ragaku telah berada jauh dari Jambi tetapi hati dan jiwaku masih disana. Cinta yang berseni penuh keindahan dan kebahagiaan yang aku rasakan telah membuat hatiku berbunga-bunga. Cinta memnag indah saat bersama, tetapi cinta juga sangat menyakitkan kala segalanya harus berakhir, hatiku kini telah terluka, hatiku kini telah tersakiti oleh duri-duri cinta yang kuciptakan sendiri. Bagai pualam hatiku kini telah tergores, terkoyak tanpa kutahu kemana hilangnya serpihan-serpihan itu. Haruskan aku membunuh cintaku sendiri padanya..? haruskah aku memendam semuanya hingga disini..? ataukah memang harus kujaga cinta dan sayangku padanya..? masihkah ada kesempatan bagiku untuk kembali bertemu dengannya..? mungkinkah jarak yang begitu jauh dapat emmberi kami kesempatan tuk berjumpa..? Ataukah ahrus terbiar segalanya menjadi sebuah kisah sesaat..? sementara cinta dan sayangku terasa begitu dalam aku rasakan..!! Kini semuanya telah berlalu, kujalani hari-hariku yang berat dengan penuh harapan bahwa kan dapat jawaban darinya tetapi suratku tidak dibalas entah kenapa.. ataukah memang benar ia tidak mau meneruskan hubungan ini..? ataukah apa..? Kisah ini aku tulis untuk mengenang seseorang di Jambi yang begitu aku sayangi hingga sat ini. aku akan tetap mengenangmu sampai kapanpun.. kau akan tetap menjadi abgian terindah dalam hidupku.. maafkan aku andai aku telah menyakitimu.. dan aku masih mencintaimu. T A M A T


Saturday, February 2, 2013

Mbak Titis aduhai - 2

Awek Pantat Panas CantikSesampai di dalam rumah aku tidak menemukan siapa pun. Dimana Mbak Titis, pikirku. Kulangkahkan kakiku ke ruang tengah. Kosong juga. Wah, di mana nih. Perlahan aku berjalan ke dapur sambil berharap cemas. Kalo udah pada tidur ya aku pulang aja. Sampai aku dikejuntukan oleh sepasang tangan yang melingkar dipinggangku dari belakang.
"malam ini temenin Mbak ya", terdengar bisikan di telingaku.
Tanpa basa-basi aku segera memutar tubuhku dan di depanku telah berdiri Mbak Titis dengan paras yang sangat cantik. Wajah Mbak Titis persis di depanku. Hidungku nyaris bersentuhan dengan hidung Mbak Titis. Terasa hangat di wajahku ketika Mbak Titis menghembuskan nafas. Aku benar-benar dibuat terpesona.
Mbak Titis sudah berganti pakaian dengan kimono warna pink. Matanya sayu menatapku. Entah keberanian dari mana yang mendorong wajahku sehingga bibirku mengecup lembut bibir Mbak Titis. Tidak ada perlawanan dari Mbak Titis. Bibirku terus bermain di bibir Mbak Titis beberapa lama. Kurasakan tangan Mbak Titis meremas lembut kemejaku. Aku mencoba melingkarkan tanganku di punggung Mbak Titis. Kuusap perlahan punggungnya sambil terus memainkan bibirku. Lidahku mulai menerobos masuk ke dalam mulut Mbak Titis. Bibir Mbak Titis lembut sekali, wangi dan itu membuatku semakin bernapsu.

Sunday, December 16, 2012

Bercinta dengan gigolo - 2

Awek Pantat Panas CantikEntah sudah berapa lama tertidur ketika kurasakan sesuati menggelitik vaginaku. Sambil membuka mata yang masih berat, kulihat kepala sudah terbenam di selangkanganku yang telah tebuka lebar. Ah, Rio mulai lagi, pikirku. Ketika aku menoleh ke sofa mencari Hendra, kulihat dia telanjang duduk di samping Rio yang juga telanjang sambil tersenyum ke arahku. Jadi siapa yang bermain di vaginaku saat ini, terkaget aku dibuatnya. Langsung duduk kutarik rambutnya dan ternyata si Andre, teman Rio yang kusuruh pulang bersama si pendek tadi.

Sebenarnya dia tidak terpilih bukan karena aku tidak tertarik, tapi aku harus memutuskan satu di antara dua yang baik.
"What the hell going on here..?" pikirku, tapi tidak sempat terucap karena permainan lidahnya sungguh menggetarkan naluri kewanitaanku.

Tuesday, December 11, 2012

Asmara jenius

Awek Pantat Panas CantikPukul tujuh malam hujan rintik-rintik membasahi desa internasional Ubud. Wayan melangkah menelusuri jalan yang masih basah. Wayan pemuda tanggung berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA kelas tiga di kota Denpasar. Tubuhnya sangat atletis dengan tinggi badan 175 cm dan wajah ganteng membuat banyak gadis-gadis mencuri pandang ke arah Wayan, tapi Wayan sama sekali tidak menanggapi perhatian para gadis itu.

Wayan berdiri menunggu taksi yang lewat, dan akhirnya taksi yang ditunggu pun lewat dan berhenti tepat di samping Wayan. Dilihatnya sekilas wajah sopir di dalamnya.
"Ganteng juga..," bisik Wayan dalam hati, dan bergegas membuka pintu taksi dan duduk di depan.

Friday, December 7, 2012

Narcissus

Awek Pantat Panas CantikNarcissus adalah putra dewa sungai, Cephissus. Dia dianugerahi wajah yang sangat tampan dan tubuh yang indah berotot. Banyak wanita maupun pria homoseksual yang jatuh cinta dengannya. Namun berhubung Narcissus adalah seorang pria homoseksual, dia hanya mengindahkan para pria saja. Hampir setiap hari Narcissus berganti-ganti teman kencan. Tanpa malu, dia berhomoseks di mana saja dan kapan saja, asalkan ada yang mau dingentot atau mengentotnya. Popularitas homoseksualnya terdengar sampai ke telinga dewa Priapus.

Priapus merupakan dewa kesuburan dan pelindung kebun. Dia juga dikenal dan disembah sebagai dewa kontol! Dia lahir dari pasangan Aphrodite (dewi cinta) dan Dionysus (dewa anggur dan pesta seks). Versi lain mengatakan bahwa Priapus adalah anak dewa Hermes (pembawa pesan para dewa). Priapus dikenal bertampang sangar dengan kontol yang luar biasa besar. Walaupun Priapus berpakaian lengkap, kontolnya yang gemuk tetap akan menjuntai keluar sampai ke lututnya. Semua orang kagum sekaligus takut melihat kontolnya. Mendengar ketampanan dan hobi berhomoseks Narcissus, Priapus pun penasaran dan ingin menemui si pemuda tampan itu.

Sunday, November 18, 2012

Mosaik para istri yang diperkosa - 1

Awek Pantat Panas CantikPemerkosaan seksual dalam beragam bentuk hampir setiap hari terjadi di seputar kita. Baca saja koran-koran kuning ibu kota yang pada setiap hari penerbitannya selalu memuat berita pemerkosaan atau tindak kekerasan seksual lainnya. Bahkan hampir setiap minggu berita-berita pemerkosaan menjadi headline.

Secara harfiah kata pemerkosaan berarti, memaksakan kehendak. Seseorang memperkosa secara seksual pada orang lain, artinya sesorang memaksakan kehendaknya atas segala yang dia pikirkan dan lakukan secara seksual kepada orang lain dan masa bodoh apakah orang lain itu senang atau tidak senang dengan apa yang dia lakukan. Prinsip memaksakan kehendak itulah yang menetapkan, bagaimanapun juga, sebuah pemerkosaan adalah sebuah kejahatan. Artinya pemerkosaan seksual adalah perbuatan yang penuh kepengecutan, noda dan pelanggaran hukum yang bisa mendatangkan penderitaan pada sang korban dan hukuman fisik dunia bagi para pelakunya.

Thursday, October 11, 2012

Petualang cinta - 1

Awek Pantat Panas CantikSuasana kantor pada hari Jumat jam setengah empat sore kali ini hampir tidak berbeda dengan biasanya. Dari ruang pribadiku terdengar hiruk pikuk teman-teman sekerja yang bersiap-siap pulang, canda ria yang terdengar lepas, dan tulat tulit ponsel mereka yang sudah mulai ditelepon dari rumah untuk rencana week end. Seperti biasanya juga, aku pulang agak terakhir. Bukan karena rajin, tapi karena aku malas mengemudikan Katana hijauku dalam antrian panjang berkelok-kelok yang memenuhi gedung parkir pada jam-jam segini. Aku tetap duduk di kursi kerjaku, mengerjakan beberapa hal untuk persiapan hari Senin nanti, agar hari Mingguku bisa terasa lebih bebas. Setelah aku rasa cukup, aku membuka-buka beberapa situs favoritku di internet, seperti FriendFinder, nba.com, dan lain-lainnya. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu.
"Yak, masuk Nov!" kataku singkat. Pintu terbuka, dan masuklah Nova, seorang teman kerja yang waktu itu baru diangkat menjadi asistenku.
"Kok tahu kalau aku?" tanyanya keheranan sambil menutup pintu kembali.
"Yah.. siapa lagi kalau bukan kamu?" jawabku tanpa memberitahunya kalau aku sudah hafal pola ketukannya yang agak lebih keras dibandingkan teman-teman lain.

Tuesday, September 25, 2012

Supir papaku - 1

Awek Pantat Panas CantikPapaku baru saja menyewa seorang supir baru karena supir yang lama berhenti. Supir baru ini lebih muda, bernama Adi. Badannya masih tegap dan umurnya 28, empat tahun lebih tua dibanding saya. Adi dikenalkan oleh teman ayahku yang hendak pindah ke Singapur. Karena tak ingin Adi menganggur, maka ia merekomendasikan Adi pada ayahku. Rumah ayahku memang tidak besar, hanya kami berdua yang menempatinya. Adi menempati kamar supir lama. Dalam sekejab, kamar sempit itu disulapnya menjadi kamar yang sangat bernuansa maskulin. Bahkan aroma cologne murahannya tercium tajam di setiap sudut kamarnya. Ayahku percaya sekali pada Adi meski masih pegawai baru. Namun, saya merasa ada sesuatu dalam dirinya yang misterius sekali, seakan-akan dia menyembunyikan sesuatu. Untuk ukuran seorang supir, Adi memang melebihi standar. Wajahnya tampan dan terkesan tangguh. Kehidupan masa lalunya nampak sangat keras, tergambar jelas di wajahnya yang tampan itu. Kulitnya tidak terlalu gelap, menyelimuti tubuhnya yang tegap dan atletis. Sebagai seorang pria, saya diam-diam iri dengannya. Meskipun penampilan fisik Adi memang luar biasa, namun nasibnya tidak begitu bagus sebab dia terjebak di tangga karir sebagai seorang supir pribadi. Tanpa ada yang tahu, saya sering mengintipnya mencuci mobil ayahku karena dia selalu melakukannya sambil bertelanjang dada. Ah, betapa saya ingin meremas dadanya itu. Tapi rasanya tak mungkin karena Adi terlihat sangat heteroseksual. Tak mungkin dia mau ngentotin saya. Sejak dulu, saya sudah sadar bahwa saya hanya tertarik pada pria, namun saya mencoba untuk menekan sifat homoseksual-ku. Jika ayahku tahu, dia pasti akan marah. Namun dengan kehadiran Adi, bebanku bertambah berat karena saya harus menekan nafsuku terhadapnya. Pernah, di suatu malam, saya menyelinap kelaur rumah dan diam-diam bersembunyi di luar jendela kamar Adi. Dari balik jendela itu, kulihat Adi sedang berbaring di ranjang sambil bertelanjang bulat. Kontolnya ngaceng sekali seperti baja. Mulut Adi agak membuka, nampaknya dia sedang mendesah-desah akibat rangsangan yang dia berikan pada kontolnya sendiri. Tanpa ampun, kontolnya dikocok-kocok dengan kecepatan tinggi. Saya hanya bisa menelan ludah melihat dadanya yang sempurna dan juga kontolnya yang besar. Adi terlalu larut dalam lamunan joroknya sehingga dia tak menyadari keberadaanku. Kudengar dia mengerang, "Oohh.. Hhoohh.. Oohh.." Kontolnya berdenyut-denyut di tangannya. Sesekali, Adi meludahi kontolnya sebagai pelumas. Tidak tahan melihat adegan erotis itu, saya buru-buru mengeluarkan kontolku sendiri dan mulai sibuk mengocoknya. Napasku memburu-buru menyaksikan Adi membelai-belai dada bidangnya sendiri dengan penuh sensualitas. Ingin rasanya kupeluk tubuhnya yang atletis dan seksi itu. "Aahh.." desahku saat kontolku mengeluarkan precum. Sebutir cairan bening melepaskan dirinya dari lubang kontolku. Cairan itu langsung kuambil dengan jariku, lalu kujilat. Mm.. enak sekali. Udara malam yang dingin malah membuatku semakin terangsang. Setelah bermenit-menit mengocok, akhirnya yang kutunggu-tunggu datang juga. Kulihat Adi mulai gelisah, tubuhnya bergetar dna mengencang. Seluruh ototnya berkontraksi seakan sednag menahan sesuatu. Wajah Adi yang ganteng sedikit menyeringai menahan nikmat yang teramat sangat. Dan lalu.. Ccrroott!! Ccrroott!! Ccrroott!! Mataku hampir terbelalak saat kulihat pejuh putih kentalnya muncrat ke atas dan jatuh kembali mendarat di atas tubuhnya. "Aarrgghh!! Hhoohh!! Oohh!! Uugghh!! Aahh!!" Adi terus-menerus mengerang dan mendesah. Tubuhnya yang kekar atletis itu mengejang-ngejang seperti orang kesurupan. Kontol perkasa itu terus menembakkan pejuhnya selama beberapa kali sampai akhirnya berhenti sama sekali. Kulihat, tubuh Adi basah kuyup dengan pejuh bercampur keringat. Kolam pejuh sudah terbentuk di perutnya yang berkotak-kotak akibat ejakulasinya tadi. Tanpa rasa jijik, Adi meraup pejuhnya dengan tangannya dan kemudian mendekatkannya ke bibirnya. Dengan mata kepalaku sendiri, kusaksikan cairan kejantanannya menete ke dalam mulutnya. Adi menelan pejuhnya sendiri! Dan dia nampak sangat menyukainya. Saya tak sempat menyaksikan apa yang diperbuat Adi selanjutnya sebab orgasmeku sendiri hampir datang. Sambil menahan eranganku, saya membiarkan tubuhku dikejangkan oleh orgasmeku. "Hhoohh!! Oohh!! Oohh!! Hhoohh!!" Pejuhku dimuntahkan ke atas rerumputan. Tubuhku tak berdaya, diguncnag orgasme dan saya harus berpegangan pada tembok jika saya tak mau terjatuh. Ccrroott!! Ccrroott!! Ccrroott!! Hampir selama semenit, saya mendesah dan mengejang. Rasanya nikmat sekali. Kubayangkan betapa nikmatnya berejakulasi dalam pelukan Adi. Oh, saya berharap mimpiku dapat terwujud suatu saat. Kemudian, saya buru-buru kembali masuk ke dalam rumah, dan kembali memerankan peranku sebagai pria heteroseksual. Setiap pagi, Adi bangun dan mencuci mobil, lalu mengantarkan ayahku ke kantor. Adi kemudian pulang lagi sampai sore dan lalu menjemput ayahku. Begitulah kegiatannya sehari-hari. Namun terkadang, saya merasa seolah-olah Adi juga sering menatapku secara diam-diam. Misteri dalam diri Adi semakin besar, hingga suatu ketika, saya mengetahui apa yang disembunyikannya selama ini.. Suatu pagi, saya kembali mengintipnya dari balik jendelaku. Jendela kamarku kebetulan menghadap keluar sehingga kapan pun Adi sedang sibuk mencuci mobil, saya pasti berkesempatan untuk mengintip tubuhnya. Pagi itu, entah kenapa, Adi hanya mengenakan celana dalamnya yang terlihat usang. Dengan santai, dia mencuci mobil ayahku. Tentu saja air terciprat dan membasahi celana dalamnya itu. Dalam sekejab mata, celana itu basah kuyup. Berhubung celana itu agak tipis, pantatnya yang padat itu tercetak dengan jelas. Kontolku langsung ngaceng. Birahiku menyala-nyala. Tak kuat membendung nafsuku, saya buru-buru melepas celanaku dan mengeluarkan kontolku. "Aahh.." desahku melihat adegan erotis itu. Adi nampak sengaja meliuk-liukkan pinggulnya, seakan menggodaku. Tiba-tiba, Adi membalikan tubuhnya. Tentu saja saya kaget setengah mati. Untung saja jendelaku diselimuti tirai sehingga tubuhku agak tersamar. Dari balik tirai, kusaksikan cetakan kontolnya di balik celana dalam basah itu. "Aahh, besar sekali," gumamku, penuh nafsu. Kontolku sendiri mulai bocor dengan precum. Kuperas-peras batang kontolku dan semakin banyak precum yang keluar. Sambil ngocok, saya memata-matai gerak-gerik Adi. Sesekali kulihat Adi sengaja mengelus-ngelus kontolnya dari balik celananya. "Oohh.. Hhoohh.. Hhoosshh.." Napasku makin berat dan tak beraturan. Kubayangkan bagaimana nikmatnya bercinta dengan supir itu, merasakan tubuhnya, memegang kontolnya, dan dingentot. Semua bayangan-bayangan erotis itu, ditambah dengan live-show yang sedang digelar Adi di luar, memacu orgasme. Kontolku semakin ngaceng dan basah, namun saya tetap memerasnya sampai.. "Oohh.. Oohh.. Aarrgghh!!" Kontolku berdenyut keras tiap kali pejuh dimuntahkan keluar. Tubuhku bergetar dan mengejang, seiring dengan gelombang orgasme yang kurasakan. Ccrrott!! Ccrroott!! Ccrroott!! Tirai tempat persembunyianku juga ikut bergerak, terkena tubuhku. Tanpa kusadari, tirai itu tersibak, dan Adi tak snegaja melihatnya. Dia menyaksikan bagaimana saya dikuasai orgasme. "Aarggh!! Oohh!! HhoH!! Aahh!!" erangku, terus saja memerah kontolku. Pejuhku bermuncratan ke atas lantai, menciptakan genangan pejuh. "Oohh.. Hhohh.. Hhsshh.." Dan semuanya kembali seperti semula. Kontolku mengempis, napasku kembali teratur, dan saya tersadar kembali. Saat kuintip Adi, ternyata supir itu sudah tidak ada dan mobil ayahku sudah bersih mengkilap. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Adi sedang merencanakan aksi pemerkosaan terhadapku! Siang itu setelah mengantarkan ayahku, Adi menghampiriku di dapur. Saya baru saja selesai makan siang dan hendak mencuci piring saat Adi tiba-tiba berdiri di belakangku. Dengan sensual, ditempelkannya tubuhnya ke punggungku. Sebuah benjolan mendorong-dorong pantatku. Tentu saja saya jadi kaget tapi senang. Namun di lain pihak, saya takut kalau itu hanyalah jebakan saja. Bagaimana jika dia hanya ingin mengetesku saja? Maka kuputuskan untuk tetap memainkan peran sebagai seorang pria 'straight'. Berpura-pura tersinggung, kudorong tubuhnya dengan punggungku. "Kenapa sih, Bang Adi? Salah minum obat yach?" Saat kubalikkan badanku, saya baru sadar bahwa Adi sudah bertelanjang dada. Pantas saja, saat dia menempelkan badannya ke punggungku, saya dapat merasakan dengan jelas setiap kontur dadanya yang berotot. Badan Adi yang atletis mengingatkanku pada badan Jason Brooks, cowok ganteng yang berperan sebagai Sean Monroe di Baywatch Hawaii. Puting Adi yang kecoklatan nampak menegang dan melenting, menjaga otot pektoralnya yang aduhai. Di bawah dada bidang itu, nampak otot perut six-pack yang kotak-kotak seperti papan cuci. Rambut-rambut halus tumbuh menyebar di dada Adi, lalu turun ke belahan six-pack-nya, dan kemudian menghilang di balik celana panjang hitamnya. Untuk sejenak, saya terhanyut dalam lamunanku, membayangkan isi di balik celana itu. Keringat dingin mulai mengucur saat saya menyadari apa yang sedang Adi lakukan. Dia sedang menggodaku! Dan celakanya, tak ada seorang pun di rumah selain Adi dan saya. 'Astaga, jika Adi benar homoseksual, apakah dia akan memperkosaku,' tanyaku panik pada diriku sendiri. Tak ada seorang pun di dunia ini yang mau diperkosa, bahkan pria gay sekalipun, karena pemerkosaan berkonotasi negatif dan kasar. Namun entah kenapa, tiba-tiba saya terangsang sekali. Saya membayangkan diriku terbaring bugil tak berdaya di lantai sementara Adi mengentotinku dengan kasar. Kontolku mulai tegang dan tercetak di balik celanaku. Saya sama sekali tak menyadarinya, namun Adi sadar dan telah melihatnya! "Tenang saja, gue gak bakal nyakitin loe. Gue cuma mau bersenang-senang saja, kok," kilahnya.
Bersambung . . . . .


Monday, September 17, 2012

Istriku dan mantan pacarku

Awek Pantat Panas CantikCerita ini aku alami waktu berlibur di kota S bersama istriku. Saat itu aku ketemu mantanku waktu kerja di kota itu. Namanya Maya, sebut saja demikian. Aku dan istriku waktu itu menginap di hotel 'S', kami berdua sudah hampir 3 hari menginap untuk sedikit refresing dari kota J. Selama ini aku mendengar Maya hidup sendiri, dia sudah putus sama yang katanya calon suami waktu dulu dikenalkan denganku, dan dia katanya sekarang adalah biseks (moga-moga bukan begitu yang aku dengar).

Hari keempat setelah usai makan malam, aku dan istriku mulai iseng seperti biasa suami istri saling cium, saling hisap walaupun dengan pakaian setengah telanjang, namun gairah kami berdua tidak ada habis-habisnya (maklum tiap hari pikiran ini dipenuhi pekerjaan kantor, jadi wajar kalau tiap hari waktu liburan kami senantiasa berhubungan). Kata teman-temanku aku punya libido seks yang tinggi, makanya istriku kadang-kadang tidak kuat meladeni diriku di ranjang. Tengah asyik-asyiknya kami penetrasi pintu kamar hotelku diketuk, aku langsung beranjak tanpa mempedulikan istriku yang sudah ngos-ngosan tidak karuan. Betapa terkejutnya aku waktu kubuka pintu, sesosok badan yag anggun berdiri di depanku dengan celana jeans ketat dan kaos putih ketat terawang. Aku hampir terpesona "Maya.." kataku setengah gugup. "Ayo masuk," pintaku, tanpa sadar aku sudah setengah telanjang (walau hanya memakai celana pendek waktu itu).

Saturday, September 15, 2012

Iswani - Pertemuan pertama - 2

Awek Pantat Panas CantikPerjalanan berlanjut melewati jalan aspal yang berukuran pas untuk 2 kendaraan seukuran kijang, beruntunglah dalam perjalan ini cenderung sepi, tapi bila berpapasan dengan truk atau sesama bus maka salah satunya harus turun dari jalanan aspal. Hal ini membuat bus bergoyang keras kekiri dan kekanan. Kali ini teman dudukku sangat diam, tapi aku tidak tahu apakah dia tidur atau masih terjaga karena lampu didalam bus dimatikan. Setelah 2 jam berjalan bus mulai memasuki daerah tanjakan dengan jalan yang berlika-liku. Goyangan bus sangat keras sekali ketika menikung karena sopir tidak mengurangi kecepatan sama sekali. Barang-barang dibawah kursi penumpang mulai berserakan tak terkecuali sandal dan sepatu penumpang yang dilepas. Aku sama sekali tidak khawatir dengan hal itu karena sepatuku tidak pernah kulepas, tapi tidak bagi teman dudukku. Dia kelihatan bingung mencari sandal kanannya yang hilang entah kemana.

Aku mencoba menenangkan, "Mbak, nanti aja dicari kalau bus berhenti dan lampunya dinyalakan, pasti ketemu."
Bukannya tenang tapi dia malah marah, "Jangan bercanda, ayo bantuin cari."

Wednesday, September 12, 2012

Nice neighbour

Awek Pantat Panas CantikMalam itu sangat indah, sampai membuatku ingin menghentikan waktu agar dia tidak bergeming dan bisa kutatap selama mungkin. Dia.. dia adalah tetanggaku sendiri, mari kuceritakan lebih lengkap. Namaku Erlan 22 tahun, beratku kira-kira 60 kg dan tinggiku 172 cm, peristiwa terindah yang pernah kedapatkan saat itu adalah sewaktu aku dipindah tugaskan ke kota Makassar sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan distributor swasta di Surabaya, mereka selalu mengadakan Exchange Employee tapi masih tetap di dalam negeri.

Pindah ke kota Makassar membuatku agak pangling, semua saudaraku sekolahnya di Jawa, bahkan ada juga yang setahun di Jepang, kok aku malah ada di kota ini. Maklum saya lahirnya di kota ini juga, katanya memang sudah rencana mau disebar-sebar benihnya. Kata Bapakku anak layaknya sebuah buih yang bisa dilontar dan terlontar sendiri, sampai sekarang aku tidak mengerti maksudnya. Sudahlah pikirku, lebih baik aku segera ke rumah bibiku.

Sunday, September 2, 2012

Heboh seks dengan masturbasi

Awek Pantat Panas CantikBerikut ini pengakuan jujur seorang ibu usia 34 tahun menyangkut kehidupan seksnya di rubrik konsultasi seks Sehat Plus ( April 2006 ). Dia mengatakan, setelah melahirkan anak kedua, selama dua tahun suaminya berugas ke luar kota. Selama itu pula dia tidak pernah merasakan nikmatnya hubungan seks. Ujungnya...., "Setiap kali melihat lelaki muda dan gagah, saya terangsang. Saya lalu melakukan Masturbasi." ungkapnya dalam rubrik itu.

Namun setelah suaminya pulang, kehidupan seksnya dengan suami menjadi 'dingin'. Tidak bergairah lagi. Kalau pun nampak hot, dia mengaku berpura-pura agar sang suami puas. Lho kok jadi begini? Piye iki?