k Cerita Awek: 17tahun
Showing posts with label 17tahun. Show all posts
Showing posts with label 17tahun. Show all posts

Friday, December 13, 2013

Malapetaka KKN - Nafsu sekretraris desa - 1

Awek Pantat Panas CantikDiantara rombongan itu, Alya adalah gadis yang paling pendiam. Sifatnya itu membuat dirinya terlihat begitu anggun dan berwibawa, tanpa terkesan angkuh. Padahal kalau mau jadi angkuhpun orang menganggap hal itu tidak terlalu berlebihan kerena Alya punya semua hal yang bisa dibanggakan. Alya adalah anak seorang pengusaha kaya, selain itu dia sendiri juga sangat cantik dan menawan. Wajahnya yang bulat telur ditambah hidungnya yang mancung menegaskan kecantikannya yang tidak kalah jika dibandingkan dengan artis sinetron atau fotomodel. Yang paling disukai dari diri Alya adalah matanya yang sangat bening dan bercahaya dan giginya yang gingsul di sebelah kiri yang jika tersenyum akan menampakkan deretan gigi yang seputih mutiara. Rambutnya yang hitam legam dimodel shaggy sebatas pungung, bisanya selalu dibiarkan tergerai.
Sore itu, Alya terlihat segar setelah mandi. Tubuhnya yang langsing tapi padat setinggi 167 cm terlihat seksi terbalut baju berleher rendah lengan panjang warna biru muda. Kakinya yang sekal terbalut celana jins ketat biru.
Rapi amat, tegur salah satu teman pria satu pondokannya. Mau pergi ke mana?
Alya menoleh sesaat menatap temannya.

pelajaran dari Tante Sofi - 2

Awek Pantat Panas CantikAkupun semakin berani, BH-nya kutarik ke atas dan woowww.., kedua buah dada itu membuat mataku benar-benar jelalatan.
"Mm.., kamu sudah mulai pintar, Di. Tante mau kamu ..", Belum lagi kalimat Tante Sofi habis aku sudah mengarahkan mulutku ke puncak bukit kembarnya dan "crupp..", sedotanku langsung terdengar begitu bibirku mendarat di permukaan puting susunya.
"Aahh.., Didi, oohh.., sedoot teruus aahh", tangannya semakin mengeraskan genggamannya pada batang penisku, celana pendek itu sejak tadi dipelorotnya ke bawah. Sesekali kulirik ke atas sambil terus menikmati puting buah dadanya satu persatu, Tante Sofi tampak tenang sambil tersenyum melihat tingkahku yang seperti monyet kecil menetek pada induknya. Jelas Tante Sofi sudah berpengalaman sekali. Batang penisku tak lagi hanya diremasnya, ia mulai mengocok-ngocoknya. Sebelah lagi tangannya menekan-nekan kepalaku ke arah dadanya.

Sunday, November 10, 2013

Cemburu membawa sensasi - 1

Awek Pantat Panas CantikNamaku Ryan. Usiaku 28 tahun. Aku akan menceritakan tentang kisah kehidupanku yang kemudian mengubah pola pikirku dalam memahami cinta dan nafsu.

Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu saat aku mempunyai seorang pacar yang sedang mengerjakan skripsi guna menyelesaikan studi S1-nya. Sebagai seorang pacar aku selalu mencoba menemaninya mengerjakan skripsi namun di sisi lain sebagai seorang karyawan aku pun harus mengutamakan pekerjaanku. Kisah ini terjadi pada 28 Juli 2004 di suatu senja di kota K.

Wednesday, November 6, 2013

Lily gadis hiperseks - 1

Awek Pantat Panas CantikRespons pembaca yang unik membuatku semakin bersemangat menuliskan kisah-kisahku. Ada pembaca yang minta diajarkan sex, ada yang ingin berkenalan, bertukar pasangan dan banyak juga yang memuji karyaku. Terima kasih! Aku akan selalu berusaha menampilkan karya yang orisinal.

Untuk ceritaku yang terbagi dua bagian, janganlah hanya dibaca bagian pertamanya saja. Misalnya ceritaku: "Ita, The Wild Girl-1" dibaca jauh lebih dibanyak dibandingkan dengan yang membaca, "Ita, The Wild Girl-2." Sayang sekali kalau anda tidak membaca bagian keduanya. Bacalah semuanya dulu, baru beri penilaian.

Sunday, August 25, 2013

Buku itu aku pinjam

Awek Pantat Panas CantikWaktu itu aku masih SMA kelas satu, kebetulan aku punya tetangga wanita yang sekolahnya di SMEA dekat sekolah. Dia itu 1 tahun di atas umurku. Orangnya putih, mulus rada bongsor, payudaranya lumayan gede, pinggulnya sedeng, pantatnya rada nungging. Sewaktu aku habis pulang sekolah kulihat dia lagi santai-santai di depan rumahnya, kuhampiri dia.

"Da..! (namanya Farida) aku punya buku bagus, lu mau liat nggak?"
"Buku bagus apaan Ga?".

Saturday, July 6, 2013

Seni bercinta bersama Dina - 2

Awek Pantat Panas CantikTanganku menyentuh kenyalnya buah dada Dina. Kuremas pelan dan kubuka kancing bajunya perlahan. Ujung jariku menyentuh puting Dina dan jilatan-jilatan lidahku sudah berpindah menelusuri leher, tengkuk dan belahan dada Dina.
"Oghh.. Yoga..!"
Dina merinding, tampak bulu-bulu halusnya berdiri menahan serangan lidahku.
"Ohh.., hmm..," Dina mendesah.

Friday, June 21, 2013

Tigabelas - 3

Awek Pantat Panas CantikHening sejenak.
"Mas, kalau Mas maunya diapainn," katanya sambil memegang penisku.
"Terserah Titin aja," kataku.
"Titin kocokin seperti semalem yaach."

Monday, March 4, 2013

Persahabatan tiga ABG gay - 16

Awek Pantat Panas CantikMeskipun di kolam renang tadi, Tomi sudah dua kali mengalami orgasme dan ejakulasi, tetapi pada orgasmenya yang ketiga dalam tempo 2,5 jam itu tetap terjadi ejakulasi yang dahsyat berupa semburan air mani yang mencapai 9 kali tanpa henti. Dan semua semburan air mani itu ditelah hingga tuntas dan bersih oleh Johan yang benar-benar menikmati gurih dan segarnya air mani hangat milik Tomi. Begitu habis air maninya disemburkan ke mulut Johan, tubuh Tomi langsung ambruk tertelungkup lemas di samping tubuh mulus Johan. Akibatnya, kontol Iwan yang sebelumnya tertancap erat dan amblas seluruhnya ke dalam anus Tomi, langsung tercabut begitu saja. Kontol yang sedang ngaceng keras itu langsung melejit berdiri mengacung bebas di atas wajah Johan yang sedang terkapar terengah-engah karena kelelahan setelah menghisap habis-habisan batang penis milik Tomi. Tomi sendiri langsung terkulai lemas dengan nafas terengah-engah tapi wajahnya tetap dihiasi senyuman manisnya yang menandakan ia benar-benar telah mencapai puncak kepuasan yang terhebat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Sementara itu, Johan dan Iwan juga tampak bernafas terengah-engah dengan wajah yang memerah karena menahan gejolak birahi yang belum terpuaskan. Johan sempat hendak menyambar kontol Iwan yang teracung di hadapan wajahnya, untuk segera mengulum dan menghisapnya sampai memancarkan air mani lagi. Tapi keinginannya itu dicegah oleh Johan. "Lho kenapa Wan, kok aku gak boleh ngisap kontolmu? Kita kan sudah sepakat bebas melakukan apa saja di antara kita bertiga" rajuk Johan manja sambil mengelus-elus dua buah zakar Iwan. "Tenang Jo, nanti pasti kamu dapatkan giliranmu menghisap kontolku sampai kamu puas. Tapi sekarang kan kontolku ini sudah kotor, belepotan pelicin KY, masa kamu masih mau menghisapnya? Kan rasanya KY itu tidak enak" ujar Iwan menjelaskan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. "Wah benar juga kamu Wan..aku memang belum pengalaman soal seperti ini" ujar Johan sambil segera menyambar mulut seksi Iwan untuk kembali memberikan ciuman-ciuman maut. Sementara mereka berciuman dengan ganas, Tomi tampak senyum-senyum melihat tingkah dua pacarnya yang sedang dimabuk nafsu birahi yang belum tuntas tersalurkan. Setelah nafasnya normal, dan rasa lemas mulai berkurang setelah digenjot dan dihisap habis-habisan oleh Iwan dan Johan, Tomi pun mulai beraksi kembali. Perlahan ia menggeserkan badannya menuju arah selangkangan Johan di mana terdapat kontol Johan yang tampak sedikit lemas karena sempat tidak mendapat rangsangan seks lagi. Dengan mudah, Tomi segera mendapatkan kontol yang menyusut menjadi tinggal 14,5 cm dan kemudian segera mengulumnya lagi. Johan yang sedang asik melakukan French kiss dengan Iwan, tidak menolak perlakuan Tomi terhadap kontolnya. Bahkan Johan sangat menikmati hisapan dan kuluman mulut Tomi pada batang penisnya. Akibatnya, dengan cepat, batang penis Johan segera ereksi lagi hingga sekeras batang kayu jati. Segera saja, hisapan dan kuluman mulut Tomi itu kembali menghadirkan sejuta kenikmatan pada diri Johan, sampai membuat Johan kembali mendesah dan mengerang erotis sebagai reaksi atas sentuhan penuh nikmat yang terjadi melalui batang kemaluannya. "Akh.. oh.. ternyata kamu memang hebat Tom udah ngecrot masih juga kuat ngisap kontolku" ujar Johan, sambil menghentikan ciuman ganasnya pada mulut Iwan yang semakin terengah-engah menahan gejolak birahinya. Iwan tampak senang menyaksikan adegan Tomi mengisap batang penis milik Johan, sementara tangan kanan Tomi sibuk mengocok kontol Iwan. "Jo, kamu pasti ingin menikmati enaknya anal seks kan?" tanya Iwan sambil memberikan kecupan mesra pada bibir Johan. "Tentu saja aku sangat menginginkannya. Kalau tidak, untuk apa kita bertiga ada di sini sekarang" jawab Johan dengan cepat sambil tak kalah mesra memberikan ciuman balasan kepada Iwan. "Kalau begitu sekarang giliranmu melakukan anal seks padaku Jo. Kamu mau kan Jo? Aku benar-benar ingin merasakan kehadiran dirimu yang menyatu dengan diriku melalui anal seks" ujar Iwan masih dengan mesra dan tatapan sayu yang mencerminkan nafsu birahinya sudah memuncak hingga ke ubun-ubun. "Kamu mau aku memasukkan kontolku ke pantatmu sekarang Wan? Tentu saja aku mau sekali. Sudah lama aku memimpikan peristiwa seperti ini. Sekarang aku sudah siap melakukannya untukmu, sayangku" ujar Johan sambil kembali memberikan ciumannya untuk Iwan. Mendengar jawaban Johan, Iwan segera mengubah posisinya, menjadi terlentang dan kemudian mengangkat kedua kakinya dalam posisi menganggkang. Posisi itu dengan jelas memperlihatkan rekahan pantat seksi Iwan. Dan Johan semakin bernafsu ketika matanya menatap lubang sempit dan gelap tepat di tengah-tengah rekahan pantat itu. Anus Iwan yang selama ini hanya pernah dimasuki kemaluan Tomi, tampak terkatup rapat, dengan bibirnya yang memerah segar. Iwan sengaja menggerak-gerakkan otot anusnya, sehingga bibir anusnya tampak bergerak kembang kempis, seolah menantang kejantanan batang penis Johan untuk segera menikmati kehangatan dan remasan lembut otot-otot anusnya. "Wah.. Wan, ternyata anusmu sungguh menggairahkan aku gak sabar lagi nih" ujar Johan sembari berlutut tepat di depan selangkangan Iwan, sehingga ujung kontolnya menempel tepat di bibir Iwan. "Iya.. Jo, aku juga tidak sabar lagi merasakan sodokan kontolmu. Ayo Jo, masukkan cepat, jangan ragu lagi. Aku udah pasrah nih" balas Iwan. Kemudian dengan bantuan Tomi, kontol Johan yang semakin ngaceng itu segera disaput oleh pelicin KY. Sejenak tangan kanan Tomi mengocok-ngocok kontol Johan untuk meratakan sapuan pelicin KY ke sekujur batang penis Johan, terutama bagian kepala kontolnya yang sangat besar itu. Tomi tampak dengan gemas mengocok-ngocok kontol itu untuk beberapa saat sampai Johan kembali mendesah-desah penuh nikmat. Setelah merasa kontol itu telah dibaluri pelicin KY dengan rata, jemari Tomi segera mengolesi bibir dan permukaan rongga anus Iwan dengan pelicin yang tersisa di jemarinya. Dengan mudah jari telunjuk Tomi menyusup ke dalam anus Iwan, sehingga menghadirkan sensasi kenikmatan bagi Iwan. Setelah jari telunjuknya lancar keluar masuk anus itu, Tomi juga segera menyusupkan jari tengahnya ke anus itu hingga dua jarinya habis terbenam dalam anus hangat Iwan. Iwan makin menggelinjang dan menggeliat keenakan ketika dua jari Tomi menggelitik serta memijit-mijit dinding lorong anusnya untuk beberapa saat, sampai penis Iwan meneteskan banyak pre cum. Puas melemaskan otot-otot anus Iwan, Tomi segera menarik keluar dua jarinya dari anus itu. Ketika jari itu telah tercabut, maka tampaklah anus Iwan yang menganga kemerahan, sebagai pertanda bahwa anus itu telah siap menerima penetrasi dari kontol Johan. Johan yang sudah tak sabar lagi, segera menempelkan kepala penisnya yang sudah licin oleh pelicin KY dan bercampur dengan pre cum bening. Karena belum pengalaman melakukan anal sex, beberapa kali Johan gagal memasukkan kepala penisnya ke dalam mulut anus Iwan. Selain itu kepala kontolnya yang bulat dan besar seperti jamur merang, membuatnya makin kesulitan melakukan penetrasi. Beruntung, ada Tomi yang dengan setia membantu Johan mengatasi kesulitannya. Tangan kanan Tomi tampak menggenggam kontol Johan dan membantu mengarahkannya ke mulut anus Iwan, sehingga kepala penis itu tidak lagi tergelincir. Sedangkan kedua tangan Johan tampak menahan kaki Iwan yang mengangkang lebar ke atas. Berkat kesabaran mereka, akhirnya kepala penis Johan berhasil menyusup ke dalam mulut anus Iwan. Tapi, begitu kepala penis itu berhasil masuk semuanya ke dalam mulut anus Iwan, tiba-tiba Iwan menjerit lirih sambil meringis. Dengan wajah memerah dan peluh mulai membasahi keningnya, Iwan tampak merasa kesakitan. "Akh.. aduh ah nyeri Jo, perih rasanya Jo" jerit lirih Iwan yang memang merasakan sakit, nyeri, dan ngilu pada anusnya. Dengan cepat, Johan berusaha menarik keluar lagi kepala penisnya dari jepitan otot anus Iwan. Johan tidak tega menyaksikan Iwan yang tampak kesakitan seperti itu. Tetapi sebelum ia berhasil menarik keluar kepala penisnya, tangan Tomi segera mencegah gerakan kontol itu. "Biarkan saja begitu Jo, diamkan saja dulu sebentar sampai otot-otot anus Iwan rileks semuanya" ujar Tomi mengajari Johan dengan penuh kesabaran. "I.. i.. iya Jo. Biarkan saja begitu sebentar. Nanti juga sakitnya hilang sendiri" ujar Iwan terbata-bata. "Kok kamu masih merasa sakit sih Wan? Kan kontol Tomi udah sering masuk ke pantatmu" ujar Johan merasa kebingungan dengan tatapan bersalah. "Abis kepala kontolmu besar banget sih Jo" jawab Tomi. "Iya Jo kepala kontolmu besar sekali, jauh lebih besar dari kontol Tomi dan dan kontolku sendiri. Sampai rasanya pantatku ini sobek. Berdarah nggak Tom?" ujar Iwan dengan nada khawatir. "Tenang Wan, nggak berdarah kok. Kan anus kamu udah gak perawan lagi" ujar Tomi sambil tersenyum geli melihat tingkah dua kekasihnya itu. Johan baru menyadari bahwa kepala penisnya memang memiliki ukuran yang tidak normal. Kepala penisnya itu tampak membulat dan membesar melebihi besarnya lingkar batang penisnya. Ia pun segera melirik ke kontol Tomi yang sudah ngaceng lagi. Tampaklah perbedaan kepala penis Tomi dengan miliknya. Kepala penis Tomi ternyata tidak membulat pada bagian ujungnya, tetapi meruncing dan kemudian sedikit membesar ke arah leher kepala penis sehingga seperti membentuk kerucut. Kemudian Johan membandingkan kepala penis Tomi dengan milik Iwan. Meskipun penis Iwan tampak setengah lemas karena konsentrasi Iwan tidak tertuju pada penisnya melainkan pada anusnya, tetapi, Johan masih bisa melihat bahwa bentuk kepala penis Iwan ternyata berbeda dengan dengan miliknya maupun milik Tomi. Kepala penis Iwan ternyata berbentuk standar, dengan ujung yang membulat tapi tidak membesar dan kemudian merata hingga ke leher penis dengan ukuran besar yang rata dengan batang penisnya. Sehingga penis Iwan sepintas tampak seperti batang sapu yang lurus dengan dihiasi tonjolan urat-urat dan pembuluh darah. Ketika Johan sedang asik membanding-bandingkan ukuran dan bentuk kepala penisnya dengan milik dua kekasihnya, tiba-tiba Iwan mengingatkann, "Ayo Jo, sudah ngga terasa sakit lagi sekarang. Teruskan, masukkan semua kontolmu hingga habis" ujar Iwan sambil menghela nafas panjang. Mendengar perintah Iwan itu, Johan pun mulai melanjutkan menekankan batang penisnya ke arah anus Iwan. Pelan tapi pasti, penis Johan mulai menyusup dengan lancar menembus kegelapan dan merasakan kehangatan rongga anus Iwan. Sementara penis Johan bergeser pelan memasuki rongga anusnya, mulut Iwan tidak hentinya mendesis dan mendesah berkepanjangan. Setiap centimeter kontol itu bergerak masuk, maka desahan dan desisan dari mulut Iwan terdengar semakin keras dan semakin erotis. Iwan tiba-tiba mendesah keras diselingi erangan panjang ketika ia merasakan kepala penis Johan menyentuh dan menekan prostatnya. Padahal ketika itu, baru tiga perempat bagian batang kemaluan Johan yang telah memasuki rongga anusnya. Bersambung . . . . .


Thursday, February 28, 2013

Adik kelasku

Awek Pantat Panas CantikAku duduk di kelas 3 SMU saat ini. Namaku Nia, lengkapnya Lavenia, aku sangat terkenal di sekolah, teman-teman kagum akan kecantikanku, apalagi cowok-cowok, yang sering mengusilli aku dengan menggoda, aku sih cuek saja, soalnya aku juga senang sih. Aku punya sebuah "geng" di sekolah, Manda dan Lea adalah teman-teman dekatku. Kemanapun aku pergi mereka seperti biasanya selalu ada.
Tahun ajaran baru kali ini sudah tiba, banyak adik-adik kelas baru yang baru masuk kelas 1. Sherry Andhina, nama gadis itu, ia baru duduk di kelas 1, tetapi ia sudah terkenal di sekolah ini. Bahkan ia bisa menyaingiku. Memang dia cantik, lebih cantik dari aku, kulitnya putih bersih terawat, dengan wajah agak kebule-bulean dan rambut sebahu, tubuhnya juga bagus, sintal, dan sexy. Baru 2 bulan bersekolah, nama Sherry sering jadi bahan pembicaraan cowok-cowok kelas 3 di kantin, ada yang naksir berat, bahkan kadang-kadang mereka suka berbagi fantasi seks mereka tentang Shery. Sherry tidak seperti aku, ia gadis pendiam yang nggak banyak tingkah. Mungkin itu yang membuat kaum cowok tergila-gila padanya.
Semakin hari Sherry semakin terkenal, keegoisanku muncul ketika kini aku bukan lagi jadi bahan pembicaraan cowok-cowok. Kekesalanku pun memuncak kepada Sherry, akhirnya aku, Manda dan Lea merencanakan sesuatu, sesuatu untuk Sherry. Seperti aku, Sherry juga anggota cheerleaders sekolah, siang itu aku menjalankan rencanaku, aku bohongi Sherry untuk tidak langsung pulang sekolah nantinya, karena akan ada latihan cheers yang mendadak, ia menolak, namun dengan segala upaya aku membujuknya sampai ia mau.
Sore itu, sekolah sudah sepi, tersisa aku, Manda, Lea, Sherry dan 4 orang penjaga sekolah. Aku pun mulai menjalankan rencana ku.

Saturday, February 23, 2013

Pengalaman Den

Awek Pantat Panas CantikSiang itu sepulang dari sekolah aku langsung menuju rumah untuk bermain playstation yang baru dibelikan ayah untukku. Saat itu keadaan rumah cukup lengang karena ayahku berada di kantor sementara ibuku sedang mengunjungi saudaranya yang berada di luar kota selama tiga hari. Di rumah cuma ada seorang pembantuku yang sudah cukup tua usianya.

"Den kecil," begitu pembantuku biasa memanggilku yang memang saat itu aku baru berusia 13 tahunan.

Friday, February 8, 2013

Anneke: 7 days to exhibit - 3

Awek Pantat Panas CantikKudengar Anneke kembali menyiram tubuhnya. Tak lama kemudian, suara pintu kamar mandi terdengar berderit. Anneke baru selesai mandi. Aku mencoba membayangkan saat dia baru keluar dari kamar mandi dengan menjinjitkan kakinya karena khawatir telapak kakinya akan membasahi lantai keramikku. Kubayangkan rambutnya yang masih basah dengan handuk yang melilit tubuh indahnya. Kubayangkan tetes-tetes air yang jatuh dari tubuhnya ke lantai, tercecer dalam kristal-kristal yang bening. Kubawa terlena semua bayang-bayangku hingga akhirnya aku tertidur.

Mas Adit pulang baru pada pukul 8 malam. Atas inisiatifnya sendiri yang selalu tak pernah dapat kucegah, Anneke menyiapkan makan malam kami. Dari persediaan bahan yang ada di lemari es, dia memasak masakan ala serba Thai. Ada kangkung pedas, ada Tom Yang Goong dan menu utamanya adalah Pla Jian, masakan dari ikan campur jahe. Ah, anak ini memang benar-benar pintar membawa diri. Suamiku makan dengan lahapnya. Selama makan, aku berlagak seakan tak ada hal aneh yang pernah terjadi. Seakan aku tak tahu bahwa dia telah mengintipku mandi, dan sebaliknya aku juga tidak ingin menimbulkan kecurigaannya bahwa aku juga telah mengintipnya saat dia mandi. Besok Anneke akan menghadapi wawancara akhir yang akan berlangsung di kantornya pada pukul 11 siang. Rencananya, dia akan berangkat dari rumah besok pada pukul 10 pagi. Dia sudah memperhitungkan bahwa paling lama dalam waktu 30 menit, dengan taksi dia akan dapat mencapai kantornya.

Sunday, February 3, 2013

Pualam yang tergores - 4

Awek Pantat Panas Cantik"Jangan pandangi aku seperti itu..!" katanya dengan suara serak dan matanya masih terpejam. "Aku mencintaimu.." kataku sambil merengkuh wajahnya hingga mendekati wajahku lalu aku cium kening serta pipinya. Ia membuka matanya dan memandangku sambil tersenyum. Aku kembali menciumnya dan kini beralih kebibirnya. Kukecup dan kulum bibirnya yang seksi. Reno membalas ciumanku dengan mesra. Sementara tanganku mulai bergerilya meraba dan meremas punggungnya serta bagian-bagian tubuhnya yang lain. Selanjutnya kami kembali masyuk kedalam biduk kemesraan yang begitu dalam tanpa batas. Keduanya saling meremas dan menggelinjang oleh nafsu yang semakin membakar tubuh mereka. "Lakukan Ren.. aku ingin kau melakukan itu padaku..!" kataku disela-sela deru nafasku. Aku mengatur posisi sedemikian rupa diatas tubuhnya untuk dapat melakukan penetrasi. Beberapa kali dicoba tetap saja tidak berhasil lalu kami merubah posisi dengan turun dari ranjang serta mencoba kembali sambil berdiri. Dengan bertumpu pada bibir ranjang aku membungkukan tubuhku dan membuka pahaku lebar-lebar. Setelah dirasa cukup ia permainkan lubang anusku maka dengan perlahan ia mulai menusukkan kontolnya kedalam pantatku. Sedikit demi sedikit dan disertai erangan kecil dari bibir kami berdua, kontolnya mulai bias masuk dengan perlahan. Hingga akhirnya bukan hanya palkonnya tetapi seluruhnya masuk kedalam pantatku dengan disertai jeritannya yang cukup kencang. Sesaat kami sama-sama diam. Ia mengatur nafasnya yang memburu lalu kemudian dengan dibantu oleh tanganku iapun mulai menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dengan irama yang teratur. Aku mengimbanginya dengan menggerakkan pantatku serta kadang memutarnya disela-sela desahan dan eranganku. Keduanya terus berpacu dan mendaki bukit-bukit terjal dalam deru nafas yang memburu. Hingga akhirnya setelah beberapa saat kemudian keduanya sama-sama mulai mencapai garis finis dalam pendakiannya. Dan dengan disertai erangan dan jeritan kecil diantara ranjang yang derit mereka sama-sama melenguh dan sampai pada klimaksnya. Reno menekankan pantatnya semakin dalam saat ia merasakan orgasme, tangannya mencengkram pinggangku dengan kuat lalu memeluk tubuhku dengan kencang pula. Kulepaskan pegangan tanganku pada sisi ranjang dan dengan perlahan aku bangkit berdiri. Reno memekik tertatahn manakala kontolnya terlepas dari pantatku. Aku emnatapnya dengan tersenyum. Lalu kami saling berpelukan dengan mesra. "Kita pulang sekarang.." katanya dengan suara sedikit parau. Entah kenapa aku sendiri tidak tahu. Lalu ia pamitan untuk mandi terlebih dulu. Beberapa saat kemudian kami meninggalkan hotel tempat kami menghabiskan malam terakhir kami sambil menikmati indahnya cinta kami berdua. Sepanjang perjalanan kami lebih banyak terdiam. Aku terlalu sulit untuk menyelami apa yang ada dalam hatiku dan akupun sama sekali tidak bisa menebak apa yang ada dalam hatinya. "Aku harap kau mau mengantarku ke bandara sore nanti.." kataku pelan setelah kami berada dalan kendaraan umum yang membawa kami kembali ke hotel tempatku menginap. "Aku tidak tahu.. aku harus masuk kerja.. kalau aku tidak kerja aku bias mengantarmu ke bandara.." katanya datar. "Tapi.. aku sangat ingin kau ikut ke bandara.. aku ingin melihatmu disaat-saat terakhirku disini.." kataku kembali. Dia hanya terdiam memandangi jalanan yang mulai meninggalkan laju kendaraan. Tak berapa lama kemudian aku sampai dihotelku dan aku turun sementara ia meneruskan perjalanannya pulang untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja. Sesampainya dikamar akupun beristirahat karena memang sudah tidak ada kegiatan hanya menunggu jemputan untuk mengantarku ke bandara. Tengah ahri aku terjaga oleh kedatangan salah beberapa orang tamu yang ingin mengucapkan selamat jalan padaku dan saat itu aku gunakan untuk mencoba mencari Reno. Beberapa kali mataku mencoba mencari sosoknya tetapi tidak juga ketemu maka setelah tamu-tamuku pulang aku berpura-pura minta dibersihkan kamarku dan aku menanyakan tentang Reno yang ternyata hari itu ia tidak masuk kerja. Hatiku bertanya-tanya ada apa gerangan yang membuatnya tidak masuk. Tadi ia janji akan tetap masuk kerja. Aku berusaha mencari informasi lewat receptionis maupun teman kerjanya pada saat mereka membersihkan kamarku dan menurut salah seorang waitress yang juga anak PKL dan kebetulan katanya teman akrabnya bilang ia tidak bisa masuk dan menitipkan salam untukku. Ia bilang ia tahu kalau aku akan cec out hari itu. Ia hanya berpesan terima kasih untuk semuanya dan selamat jalan. Mendengar hal itu hatiku menjadi sangat perih. Ingin sekali aku menangis saat itu tetapi aku tidak bisa melakukannya bagaiamanapun juga aku harus menjaga wibawa dan harga diriku. Aku tidak ingin mereka tahu apa yang telah terjadi diantara kami berdua. Kepedihan hatiku terasa sangat menyesak didada. Mengapa disat-saat terakhir ia justru tidak mau masuk..? apakah juga ia tidak mau emngantarku ke bandara..? apakah ia tidak mau bertemu denganku untuk terakhir kalinya..? berbagai pertanyaan berkecamuk dalam hatiku tanpa kutahu jawabnya. Dan tiba-tiba telepon berdering yang memberitahukan ada yang berbicara denganku. Setelah aku angkat tiba-tiba jantungku berdesir tak menentu. Suara itu akhirnya muncul. Suara khas yang sangat aku rindukan. Suara dari orang yang sangat aku cintai. "Kenapa kamu tidak masuk kerja hari ini..?" tanyaku langsung dengan suara bergetar. "Aku.. tidak enak badan.. dan mungkin aku juga tidak bisa mengantarmu ke bandara.. " katanya perlahan. Ada nada kepedihan dari balik suaranya itu. "Kenapa.. kamu sudah janji mau masuk atau mengantarku ke bandara.. apa kamu sama sekali tidak mau bertemu denganku untuk terakhir kalinya..?" tanyaku beruntun. Kesedihan yang kurasakan semakin membahana diruang batinku. "Aku hanya bisa mengucapkan selamat jalan.. semoga selamat ditempat tujuan.. terima aksih untuk semuanya.. hanya itu yang bisa aku ucapkan.. " katanya lirih dan terdengar kesedihan semakin terasa. "Please Ren.. paling tidak kita bertemu untuk terakhir kali sebelum aku pergi.." kataku memohon. Tangisku hampir meledak saat itu. "Maaf mas.. aku tidak bisa.. aku tidak sanggup untuk ketemu..selamat jalan.. aku.. " katanya dan tiba-tiba ia menutup teleponnya. "Ren.. tunggu Ren.. " aku terdiam. Hatiku sangat sakit karenanya. Kenapa ia menutup teleponnya begitu saja..? kenapa ia tega lakukan ini padaku..? kenapa ia tidak mau bertemu denganku..? apakah memang benar ia tidak sanggup melihat kepergianku..? oh.. aku mendesah dan tiba-tiba air mataku mulai mengalir membasahi pipiku. Aku mulai terisak dan membenamkan diri dalam tangis pilu. Aku pandangi diriku dalam cermin didepanku. Air amta yang meleleh dipipi dan sorot mata yang lemah seolah tanpa cahaya. Aku begitu prihatin melihat diriku disana. Kenapa pula aku haru terlibat hubungan cinta seperti ini..? kenapa pula cinta itu harus hadir..? kenapa pula aku harus jatuh cinta padanya..? Aku semakin hanyut dalam tangisan. Aku meraih kertas dan mulai menggoreskan pena untuk menuangkan apa yang ada dalam hatiku saat itu. Kutuliskan semua apa yang aku rasakan tentang perasaanku padanya tentang rinduku padanya tentang sayangku padanya tentang cintaku yang ternyata begitu dalam aku rasakan. Saat aku menulis surat itu tiba-tiba orang yang mau mengantarku ke bandara sudah datang, buru-buru aku menghapus air mataku dan mengatakan padanya kalau aku belum siap dan aku memintanya untuk menunggu sesaat. Aku segera merapihkan semua barang-barangku kedalam koper serta segera membersihkan tubuhku dikamar mandi. Kuguyur seluruh tubuhku dengan harapan kan dapat sedikit meredam kepedihan yang aku rasakan saat itu. Tiba-tiba telepon dikamarku berdering dan Thanks God.. ternyata suara Reno yang berada disebrang sana. "Kenapa kau tutup teleponmu begitu saja..? kamu dimana..? bisa ketemu kan..? kamu jadi mengantarku kan..?" tanyaku nyerocos dengan hati girang. "Aku sekarang berada di wartel dekat hotel kamu tinggal.. cepatlah kesini aku tunggu.." katanya lalu segera menutup teleponnya tanpa memberi aku waktu untuk berkata-kata lagi. Bergegas aku berpakaian dan tanpa menyisir rambut terlebih dulu aku berlari keluar untuk menemuinya tanpa memp[edulikan teguran receptionis tentang rambutku yang acak-acakan. Diwartel aku mendapatinya sedang duduk terdiam dipojok ruangan. Pandangan matanya kosong. Ketika aku datang kearahnya ia hanya terdiam bahkan sama sekali tidak tersenyum. Aku bingung sekali. "Hai.. " kataku sambil duduk disampingnya. Aku tidak tahu entah apa yang harus aku katakana lagi. Aku hanya sesekali melirik kearahnya. Kulihat ia memainkan jari-jarinya dengan terdiam membisu. "Aku menitipkan sesuatu untukmu.. aku titip sama temen kamu sesama PKL.." kataku kemudian tanpa berani menatapnya. "Kamu tidak usah memberikan aku apa-apa.. sudah cukup yang aku dapat darimu.." katanya pelan tanpa menoleh. "Bukan sesuatu yang berarti bagimu.. dan sama sekali tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan sama dia.." kataku ragu. Ia menatapku tajam. "Jangan samakan kamu sama dia.. aku sudah melupakannya.. sekarang aku.. ehm.. jam berapa berangkat..?" tanyanya terkesan untuk menghindari perkataannya sebelumnya. "Aku ingin kau mau mengantarku ke bandara.. kau bisa ikut bersama orang yang mengantarku kesana.." kataku sambil melepaskan jam tangan yang melingkar ditanganku. "Jam ini bukan jam mahal.. tetapi aku sangat menyukainya.. aku ingin memberikan ini untukmu.. tolong jangan lihat harganya tetapi.. kenanglah aku lewat ini.. aku akan berkirim surat ataupun telepon sama kamu.. aku janji.. dan aku yakin kita pasti akan bertemu lagi suatu saat nanti.. entah kapan dan dimana..?" kataku datar sambil berusaha memasangkan jamku ditangannya. Kesedihan itu kembali muncul. Bukan saja padaku tetapi juga pada dirinya yang dapat aku lihat dari wajah dan matanya.Sesaat kemudian aku meninggalkannya untuk bersiap-siap dan kembali menjemputnya untuk berangkat ke bandara. Sepanjang perjalanan dia hanya terdiam sementara aku berusaha untuk menekan kepedihan yang aku rasakan saat itu dengan cara berbincang dengan tamu-tamuku yang ikut mengantarku ke bandara. Mungkinkah ia juga merasakan kepedihan seperti yang aku rasakan saat itu..? tanyaku dalam hati. Saat-saat itupun harus tiba. Saat-saat terakhir aku harus melihat dirinya, sosoknya, tubuhnya, dan segalanya yang ada padanya. Aku hanya dapat menjabat tangannya saja ketika harus berpamitan dengannya. Padahal aku sangat ingin memeluknya utnuk terakhir kali namun apa daya tak dapat aku lakukan, aku harus menjaga wibawaku didepan orang lain terlebih client-clientku. Dan, akhirnya dia harus berlalu meninggalkanku seorang diri ditengah keramaian orang-orang yang sama sekali tidak aku kenal. Aku hanya bisa terdiam mengenang semua yang pernah kami reguk bersama. Didalam pesawat yang membawaku ke Jakarta aku hanya terdiam senjang perjalanan. Pikiranku mengembara dan terbang jauh tinggi entah kemana. Hatiku sangat pedih. 11 hari yang penuh kesan dan kenangan. Hari-hari yang begitu indah dalam merajut benang-benang kasih antara aku dan dia. Hari-hari penuh kebahagiaan yang selalu saja mendatangkan ketakutan akan kata perpisahan yang ternyata memang harus terjadi tanpa bisa terelakkan lagi. Kini hatiku terasa pedih berpisah dengannya. Aku tidak tahu bagaimana hari-hariku selanjutnya. Aku tidak tahu bagaiaman aku dapat memendam kerinduanku padanya. Hatiku yang semula begitu enggan datang ke Jambi kini ternyata telah tertambat disana. Ragaku telah berada jauh dari Jambi tetapi hati dan jiwaku masih disana. Cinta yang berseni penuh keindahan dan kebahagiaan yang aku rasakan telah membuat hatiku berbunga-bunga. Cinta memnag indah saat bersama, tetapi cinta juga sangat menyakitkan kala segalanya harus berakhir, hatiku kini telah terluka, hatiku kini telah tersakiti oleh duri-duri cinta yang kuciptakan sendiri. Bagai pualam hatiku kini telah tergores, terkoyak tanpa kutahu kemana hilangnya serpihan-serpihan itu. Haruskan aku membunuh cintaku sendiri padanya..? haruskah aku memendam semuanya hingga disini..? ataukah memang harus kujaga cinta dan sayangku padanya..? masihkah ada kesempatan bagiku untuk kembali bertemu dengannya..? mungkinkah jarak yang begitu jauh dapat emmberi kami kesempatan tuk berjumpa..? Ataukah ahrus terbiar segalanya menjadi sebuah kisah sesaat..? sementara cinta dan sayangku terasa begitu dalam aku rasakan..!! Kini semuanya telah berlalu, kujalani hari-hariku yang berat dengan penuh harapan bahwa kan dapat jawaban darinya tetapi suratku tidak dibalas entah kenapa.. ataukah memang benar ia tidak mau meneruskan hubungan ini..? ataukah apa..? Kisah ini aku tulis untuk mengenang seseorang di Jambi yang begitu aku sayangi hingga sat ini. aku akan tetap mengenangmu sampai kapanpun.. kau akan tetap menjadi abgian terindah dalam hidupku.. maafkan aku andai aku telah menyakitimu.. dan aku masih mencintaimu. T A M A T


Wednesday, January 23, 2013

Tubuh montok Tante Deborah - 1

Awek Pantat Panas CantikSenin pagi itu, tak biasanya Deborah datang pagi-pagi sekali ke tokonya di jalan B, daerah selatan stasiun kereta api di kota YK. Saat itu ia mengenakan blouse hijau tanpa lengan yang sangat ketat di tubuhnya yang putih montok. Rambut ikalnya yang panjang bercat kemerahan diikatkannya ke atas, memperlihatkan tengkuknya yang putih seksi. Rupanya pagi itu, ia memang orang pertama yang datang ke tokonya. Pegawai-pegawainya biasanya baru datang pukul 8 pagi. Setelah membuka pintu toko mainannya, ia langsung menuju meja kasir dan menghitung laba perolehan hari sebelumnya, sambil menunggu para pegawainya datang 1 jam lagi.

Deborah adalah seorang wanita keturunan tionghoa, yang sudah cukup berumur. Akan tetapi, walaupun usianya sudah kepala 4, tetapi perawakannya masih mengundang air liur lelaki yang memandangnya. Tubuhnya yang montok selalu mengundang lirikan lelaki dan memancing fantasi liar untuk dapat menindihnya. Belum lagi bila memandang buah dadanya yang putih montok itu, setiap lelaki pasti ingin meremas gemas dam memelintir lembut putingnya. Di usianya itupun, wajahnya masih menunjukkan garis-garis kecantikan, serta sorot matanya yang sayu tetapi tajam, menandakan kebinalannya di atas tempat tidur.

Saturday, January 5, 2013

Isteri Sojar - Haslima

Awek Pantat Panas CantikHati Lina hanya tinggal sebahagian sahaja. Ada orang yang tidak pernah memulangkannya, walaupun Lina hanya pinjamkan sekejap. Ada yang pulangkan dengan penuh kelukaan. Ada yang sudi berikan sebahagian hatinya pula sebagai ganti. Dan jika nak tahu, setiap hati manusia ada nilai yang tersendiri.

Sekali hati terluka, kadangkala sukar untuk mengubati-nya. Ada kalanya, mengambil masa yang lama. Bila tiba sesuatu yang tidak diingini, mungkin pemilik hati itu akan menyendiri sehingga hatinya pulih semula. Hati yang diberi ini bukan untuk suka-suka. Ianya lahir atas satu kepercayaan. Dari situ, wujudlah rasa kasih sayang. Jika hilang rasa percaya itu, maka sukarlah untuk hati itu kem-bali indah.

Friday, January 4, 2013

Pemijat dadakan

Awek Pantat Panas CantikAku adalah seorang pemuda berusia 16 tahun. Walau masih lumayan muda aku mempunyai tubuh yang cukup bagus karena sering latihan di gymnasium. Aku memang menyukai olahraga. Namaku Anton, walaupun banyak cewek di sekolah yang suka atau naksir kepadaku, entah kenapa aku tidak merasa tertarik kepada satupun diantara mereka. Aku menganggap mereka semua sebagai teman.

Di lingkungan sekolah aku tidak mempunyai teman yang sangat akrab, aku lebih sering bergaul dengan tetangga sebelah rumahku yang kebetulan merupakan tempat kost dan salah seorang yang paling akrab bergaul denganku adalah Syarif, seorang mahasiswa yang mempunyai banyak kesamaan denganku. Syarif berusia 23 tahun. Dia pula yang mengajakku rutin berlatih di klub fitness atau renang.

Saturday, December 29, 2012

Liarnya wanita setengah baya - 1

Awek Pantat Panas CantikBerikut ini adalah pengalaman aku dengan seorang wanita baya, sebut saja namanya Debbie umur 35 tahun dan Lucy 33 tahun. Seperti yang sudah-sudah, aku mengenal sosok Debbie dari seringnya aku online sebagai chatter.

Aku bisa menilai, Debbie adalah sosok yang hot dalam bercinta. Dengan ciri-ciri 170/65, berdada sintal, berpinggul sexy dan kelihatan sekali dia adalah seorang wanita yang suka sekali senam sehingga badannya terasa padat berisi. Itu semua aku ketahui setelah dia kirim aku foto dan aku tahu kalau dia penganut sex bebas juga dengan para karyawan-karyawan yang ada di surabaya, itupun aku ketahui setelah Debbie banyak cerita tentang kehiduapn sexnya.

Thursday, December 27, 2012

Pengalamanku 1 - Pertemuan tak terduga

Awek Pantat Panas CantikCerita ini diawali di atas Kereta Api Senja Utama II tujuan Yogya-Jakarta saat di Stasiun Purwokerto, di mana kereta berhenti sebentar aku turun untuk membeli rokok. Namun karena terlalu lama aku turun keluar, aku hampir ketinggalan kereta, begitu kereta mulai berjalan perlahan aku naik lewat gerbong paling belakang.

Saat aku berjalan menuju ke tempat dudukku, aku melihat seorang gadis yang rasanya pernah kukenal, namun aku ragu untuk menegurnya karena aku hanya melihat dari belakang. Namun saat lewat di sampingnya aku memberanikan diri untuk menatap wajahnya, dan kebetulan dia juga melihatku. Begitu aku yakin kalau dia adalah kekasihku yang hilang 5 tahun yang lalu, karena setelah lulus SMA kami berpisah, aku kuliah di Yogya dan dia mencari kerja di Jakarta, tanpa ada alamat yang jelas. Maka aku memberanikan diri untuk menyapanya.
"Yan!" tegurku, namun dia sepertinya tidak mengenali diriku karena brewok di wajahku dan rambutku yang panjang sebahu. Lalu kembali aku menyapanya,

Sunday, December 23, 2012

Akhirnya Lusi berselingkuh - 2

Awek Pantat Panas CantikSaat ini kami berpakaian secara informal. Sebagai ganti setelan yang kaku, Martin mengenakan celana santai dan kaos polo. Aku memakai sebuah blus dan rok panjang. Kali ini saat payudaraku mulai menggosok pada tubuhnya aku bisa merasakan panas tubuhnya. Puting susuku mengeras dan aku pikir dia pasti bisa merasakannya. Perutku adakalanya menabraknya, menabrak kemaluan yang lurus keras yang pernah aku rasa sebelumnya. Satu lagu berganti yang lain, sebuah nomor lambat yang lain.

Setiap kali perutku menggosok penisnya, aku bisa merasakan tangannya pada pinggangku, dengan pelan menarikku mendekat. Tidak pernah kasar, tidak pernah lebih dari sekedar sebuah remasan yang lembut. Sepanjang waktu itu dia selalu bicara seolah-olah itu tidak terjadi, seolah-olah aku tidak sedang menggosokkan payudaraku pada tubuhnya, seolah-olah kemaluannya yang keras tidak sedang menekan ke perutku. Yang akhirnya, saat lagu hampir berakhir, aku mundur dengan kasar dan sungguh-sungguh.

Thursday, December 20, 2012

Bermesra dengan wanita cacat - 1

Awek Pantat Panas CantikAku wanita cacat tanpa sebelah kaki. Namaku Lyn. Aku kelihatan normal sahaja sebab menggunakan kaki palsu. Namun pengalaman dan berteman dengan rakan chat sungguh membahagiakan diriku. Ikuti kisahku dan salam sejahtera kepada pembaca setia situs Rumah Seks.

Selesai makan, aku menuju ke belakang rumah dimana Zainal sedang duduk termenung. Apakah yang dimenungkan sepupuku yang kacak tu? Aku pun menghampirinya dan menepuk bahunya dari belakang.

Saturday, December 1, 2012

Ine, pembantu kecilku

Awek Pantat Panas CantikNamaku Andi, aku mahasiswa di salah satu PTN top di Bandung. Sekarang umurku 20 tahun. Jujur saja, aku kenal seks baru sejak SMP. Aku senang sekali ada situs khusus buat bagi-bagi pengalaman seperti ini, sehingga apa yang pernah kita lakukan bisa dibagi-bagi.
Awal aku mengenal seks yaitu saat secara tidak sengaja aku buka-buka lemari di rumah teman SMP-ku dan menemukan setumpukan Video VHS tanpa gambar di dalam sebuah kotak. Karena penasaran film apa itu, kuambil satu dan langsung kucoba di video temanku di kamar itu yang kebetulan sepi, karena temanku sedang les.
Kusetel film yang berjudul.. apa ya? aku lupa, ternyata itu film dewasa (waktu itu aku belum banyak tahu). Aku cuma pernah dengar teman-temanku pernah nonton film begituan, tapi aku tidak begitu penasaran. Nah, saat itu aku baru tahu itu loh yang namanya BF. Kebetulan itu film seks tentang anak kecil yang masih mungil bercinta dengan bapaknya, oomnya, temannya dan lain-lain.
Dan aku ingin cerita nih pengalaman pertamaku. Kejadian ini terjadi ketika aku masih SMA, di rumahku ternyata ada pembantu baru. Orangnya masih lumayan kecil sekitar 12 tahun lah, tapi itu dia yang membuatku suka. Aku itu suka sama wanita imut-imut yang masih agak kecil mungkin gara-gara video waktu itu (aku suka begitu melihat situs-situs tentang Lolita, soalnya cewek-cewek di situs-situs itu masih imut-imut). Dan yang paling membuatku terangsang adalah payudaranya yang masih baru tumbuh, masih agak runcing (tapi tidak rata).