k Cerita Awek: picture seks
Showing posts with label picture seks. Show all posts
Showing posts with label picture seks. Show all posts

Friday, November 29, 2013

Yuni customerku - 2

Awek Pantat Panas CantikAku melihat Yuni yang kelelahan, aku bangkit dan duduk di samping tubuhnya yang telah lemas dan karena aku belum mencapai orgasme, kuambil posisi di atasnya dan dengan tangan kananku, kubimbing batang kemaluanku agar dapat masuk ke dalam liang kewanitaannya. Saat kugesek-gesekkan batang kemaluanku pada liang kewanitaannya, tangan kanannya menahan agar batang kemaluanku berhenti. "Tolong Mas jangan dimasukin, aku takut, aku belum pernah melakukannya", ucapnya dengan lirih. Mendengar itu aku jadi iba juga, kutarik batang kemaluanku dari permukaan liang kewanitaannya, dan aku kembali duduk di sampingnya dengan tanganku mengocok batang kemaluanku yang masih tegang. "Aku kulum saja ya Mas, boleh nggak?", tanyanya sambil tangan kanannya meraih batang kemaluanku. Aku hanya mengangguk, selanjutnya dia bangkit dari tidurnya dan duduk berhadapan denganku, dia tersenyum dan mencium bibirku sejenak.

Kemudian dia menunduk dan mulai mendekati batang kemaluanku, dia sapukan lidahnya dari kepala batang kemaluan sampai pada pangkalnya berulang ulang. Aku hanya merintih menahan nikmat, aku heran juga kenapa dia nggak capek ya.. Yuni terus memainkan lidahnya sambil sesekali mengulum kepala batang kemaluanku. Kuakui kulumannya sangat nikmat karena batang kemaluanku masuk cukup jauh ke dalam mulutnya.

Sunday, November 10, 2013

Cemburu membawa sensasi - 1

Awek Pantat Panas CantikNamaku Ryan. Usiaku 28 tahun. Aku akan menceritakan tentang kisah kehidupanku yang kemudian mengubah pola pikirku dalam memahami cinta dan nafsu.

Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu saat aku mempunyai seorang pacar yang sedang mengerjakan skripsi guna menyelesaikan studi S1-nya. Sebagai seorang pacar aku selalu mencoba menemaninya mengerjakan skripsi namun di sisi lain sebagai seorang karyawan aku pun harus mengutamakan pekerjaanku. Kisah ini terjadi pada 28 Juli 2004 di suatu senja di kota K.

Saturday, November 2, 2013

Adik angkatku

Awek Pantat Panas CantikIni adalah cerita bagaimana bermulanya kehidupan aku sebagai seorang lelaki yang hobinya melakukan hubungan seks. Pada masa itu, aku mempunyai seorang adik angkat yang bernama Abby (masih kekal sampai sekarang). Personaliti dia yang sosial membuatkan dia menjadi sasaran yang sempurna untuk menjadi teman tidur aku di Sarawak. Muka dia ni biasa sahaja tetapi dia mempunyai 3 kelebihan yaitu susuk badan yang mantap alaala Cameron diaz, kulit yang putih kemerahan, dan bibir yang sangaatt seksi.

Apabila dia bercakap, aku seringkali mengambil kesempatan melihat dua ulas bibir nya yang berwarna pink dan tampak sentiasa kebasahan gitu sambil berangan2 alangkah indahnya jika boleh merasa bibir yang menawan itu dengan bibirku, dan bertambah indah lagi andainya bibir itu mengulum lembut batang pelirku yang keras.. Aku tak boleh berangan-angan aje, aku mesti bertindak.. Aku pun mengaturkan satu rancangan.

Saturday, March 23, 2013

Gairah terlarang - 3

Awek Pantat Panas CantikKami bertiga terkejut mendengar suara klakson mobil kupastikan itu suara klakson mobil Papaku yang memang khas. Mbak Sari menengok melalui jendela di dekatnya. Dari jendela itu dia bisa melihat halaman luar rumahku.

"Papa. Papa pulang." Teriak Mbak Sari.

Saturday, February 23, 2013

Pengalaman Den

Awek Pantat Panas CantikSiang itu sepulang dari sekolah aku langsung menuju rumah untuk bermain playstation yang baru dibelikan ayah untukku. Saat itu keadaan rumah cukup lengang karena ayahku berada di kantor sementara ibuku sedang mengunjungi saudaranya yang berada di luar kota selama tiga hari. Di rumah cuma ada seorang pembantuku yang sudah cukup tua usianya.

"Den kecil," begitu pembantuku biasa memanggilku yang memang saat itu aku baru berusia 13 tahunan.

Tuesday, January 22, 2013

Rahasia bertahan lama saat berhubungan

Awek Pantat Panas CantikEjakulasi prematur bukan penyakit permanen. Jadi, dunia belum kiamat. Dengan kiat sederhana ini, istri Anda akan mulai tersenyum mesra. Rumah tangga Anda terselamatkan.

Jika sebelum tiga menit melakukan hubungan intim Anda sudah orgasme, hati-hati, berarti Anda menderita ejakulasi prematur (EP). Begitulah kata Dr. Naek L Tobing. Tapi jangan khawatir. Meski banyak tragedi rumah tangga karena urusan ini, EP sesungguhnya bukan penyakit permanen.

Thursday, January 17, 2013

Arisan syahwat - 4

Awek Pantat Panas CantikKurasakan tanganku gemetar saat turun dibimbing tangan Mas Pur. Dan ketika akhirnya aku menyentuhnya, yang kurasakan awalnya adalah daging liat yang hangat dan berdenyut-denyut. Aku merabai dan tak ayal menggenggamnya. Ampunn.. Kurasakan seperti menjamah jagung manis di counter sayur Carrefour. Panjang dan.. duuhh.. gedenya begitu terasa dalam genggaman.. Tersentuh pula bulu-bulunya yang terasa lebih kasar dan kaku dari milik Mas Pardi.

Aku bergidik akan besar dan kenyalnya. Nafsu syahwatku menggelegak. Tak bisa kubayangkan nikmat yang bakal melandaku saat batang ini nanti menembusi memekku. Tanganku mencoba mengelus dan mengurutinya. Aku meremas-remas dengan penuh gemas.

Saturday, December 29, 2012

Liarnya wanita setengah baya - 1

Awek Pantat Panas CantikBerikut ini adalah pengalaman aku dengan seorang wanita baya, sebut saja namanya Debbie umur 35 tahun dan Lucy 33 tahun. Seperti yang sudah-sudah, aku mengenal sosok Debbie dari seringnya aku online sebagai chatter.

Aku bisa menilai, Debbie adalah sosok yang hot dalam bercinta. Dengan ciri-ciri 170/65, berdada sintal, berpinggul sexy dan kelihatan sekali dia adalah seorang wanita yang suka sekali senam sehingga badannya terasa padat berisi. Itu semua aku ketahui setelah dia kirim aku foto dan aku tahu kalau dia penganut sex bebas juga dengan para karyawan-karyawan yang ada di surabaya, itupun aku ketahui setelah Debbie banyak cerita tentang kehiduapn sexnya.

Saturday, December 1, 2012

Ine, pembantu kecilku

Awek Pantat Panas CantikNamaku Andi, aku mahasiswa di salah satu PTN top di Bandung. Sekarang umurku 20 tahun. Jujur saja, aku kenal seks baru sejak SMP. Aku senang sekali ada situs khusus buat bagi-bagi pengalaman seperti ini, sehingga apa yang pernah kita lakukan bisa dibagi-bagi.
Awal aku mengenal seks yaitu saat secara tidak sengaja aku buka-buka lemari di rumah teman SMP-ku dan menemukan setumpukan Video VHS tanpa gambar di dalam sebuah kotak. Karena penasaran film apa itu, kuambil satu dan langsung kucoba di video temanku di kamar itu yang kebetulan sepi, karena temanku sedang les.
Kusetel film yang berjudul.. apa ya? aku lupa, ternyata itu film dewasa (waktu itu aku belum banyak tahu). Aku cuma pernah dengar teman-temanku pernah nonton film begituan, tapi aku tidak begitu penasaran. Nah, saat itu aku baru tahu itu loh yang namanya BF. Kebetulan itu film seks tentang anak kecil yang masih mungil bercinta dengan bapaknya, oomnya, temannya dan lain-lain.
Dan aku ingin cerita nih pengalaman pertamaku. Kejadian ini terjadi ketika aku masih SMA, di rumahku ternyata ada pembantu baru. Orangnya masih lumayan kecil sekitar 12 tahun lah, tapi itu dia yang membuatku suka. Aku itu suka sama wanita imut-imut yang masih agak kecil mungkin gara-gara video waktu itu (aku suka begitu melihat situs-situs tentang Lolita, soalnya cewek-cewek di situs-situs itu masih imut-imut). Dan yang paling membuatku terangsang adalah payudaranya yang masih baru tumbuh, masih agak runcing (tapi tidak rata).

Friday, November 23, 2012

Di kAMpUNg KU

Awek Pantat Panas CantikAl kisah berlakunya cerita di sebuah kampung nun diutara kedah.Disitu tinggAllah dua keluarga yang satu tu janda beranak Satu. Anaknya pompuan
bernama Milah dan yang satu lagi tu duda beranak satu jugak. Tapi anak dia ni lelaki yang diberi nama Dollah. Setelah dari kecik hingga ke besar
dorang berdua tu berkawan, maka mak dengan bapak kedua-dua belah pihak telah setuju untuk mengahwinkan dorang ni.

Sunday, October 21, 2012

Sonny amulet - Roman picisan - 4

Awek Pantat Panas Cantik"Eh Den, kamu oke-oke aja kan kalau pulang malam?" tanyaku.
"Nggak apa-apa kok.. Kenapa? ini juga khan sudah malam," jawabnya sambil memperlihatkan jam tangannya padaku.
"Maksudku tuh sampai after midnite gitu" kataku dengan penuh hati-hati (maksudnya sih ingin mancing dia).
"What? Memangnya mau kemana sampai jam segitu?" ucapnya dengan pandangan penuh selidik.

Saturday, October 13, 2012

Heru sahabat suamiku

Awek Pantat Panas CantikHeru, 32 th, adalah teman sekantor suamiku yang sebaya dengannya sedangkan aku berumur 28 th. Mereka sering bermain tenis bersama, entah mengapa setiap Heru datang kerumah menjemput suamiku ia selalu menyapaku dengan senyumnya yang khas, sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian rupa apalagi sewaktu aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya seakan menembus menjelajahi seluruh tubuhku.
Aku benar benar dibuat risih oleh perlakuannya, sejujurnya aku merasakansesuatu yang aneh pada diriku, walaupun aku telah menikah 2 tahun yang lalu dengan suamiku, aku merasakan ada suatu getaran dilubuk hatiku ditatap sedemikian rupa oleh Heru. Suatu hari suamiku pergi keluar kota selama 4 hari. Pas di hari minggu Heru datang kerumah maksud hati ingin mengajak suamiku bermain tenis, pada waktu itu aku sedang olahraga dirumah dengan memakai hot pant ketat dan kaos diatas perut.
Ketika kubuka pintu untuknya ia terpana melihat liku liku tubuhku yang seksi tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yang serba ketat itu. Darahku berdesir merasakan tatapannya yang tajam itu. Kukatakan padanya suamiku keluar kota sejak 2 hari lalu, dia hanya diam terpaku dengan senyumannya yang khas tidak terlihat adanya kekecewaan diraut mukanya, tiba-tiba ia berkata "..Hesty mau tidak gantiin suamimu, main tenis dengan saya.." Giliran aku yang terpana selama menikah belum pernah aku pergi keluar dengan laki laki selain suamiku tetapi terus terang aku senang mendengar ajakannya, dimataku Heru merupakan figure yang cukup 'gentleman'.
Sementara aku masih ragu-ragu tiba tiba dengan yakin ia berkata "..Cepet ganti pakaian aku tunggu disini.." Entah apa yang mendorongku untuk menerima ajakannya aku langsung mengangguk sambil berlari kekamarku untuk mengganti pakaian. Dikamar Aku termangu hatiku dagdigdug seperti anak SMU sedang berpacaran lalu aku melihat diriku dicermin kupilih baju baju tenisku lalu ketemukan rok tenis putihku yang supermini lalu kupakai dengan blous 'you can see' setelah itu kupakai lagi sweater, wouw.. cukup seksi juga aku ini.., setelah itu aku pakai sepatu olahragaku lalu cepat cepat aku temui Heru didepan pintu "..Ayo Her aku sudah siap.." Heru hanya melongo melihat pakaianku. Jakunnya terlihat naik turun.

Wednesday, October 10, 2012

Renjana cinta

Awek Pantat Panas CantikDengan tergesa-gesa aku merapikan lembaran kertas kerja yang baru saja kuselesaikan. Di ujung pintu, IF, tersenyum berdiri menanti diriku.

"Hai, bagaimana perjalanannya tadi, macet kah? Aku berkemas-kemas dulu ya?" Sahutku membuka pembicaraan.
"Biasa, Surabaya. Tanpa macet, bukan Surabaya namanya" kata IF sambil berjalan masuk dan melihat-lihat tampilan foto-fotoku yang tergantung di dinding.

Monday, October 1, 2012

Anneke: 7 days to exhibit - 1

Awek Pantat Panas CantikPaman jauhku dari Madiun baru saja menghubungi suamiku Mas Adit, untuk meminta tolong menitipkan putrinya yang bernama Anneke. Menurutnya Anneke baru dapat panggilan dari perusahaan asing tempat Anneke melamar kerja, dan Anneke memerlukan waktu paling lama seminggu untuk keperluan wawancara dan mengurus berbagai prosedur administrasi guna melengkapi curriculum vitae yang telah lebih dulu dikirimkannya. Mas Adit memberitahuku dan sekalian meminta pendapatku. Untuk hal-hal seperti ini, kami memang selalu merundingkannya bersama sebelum mengambil keputusan. Dan tentu saja aku sama sekali tidak berkeberatan karena memang sudah menjadi kewajiban kami untuk saling menolong antara sesama sanak keluarga. Kisahku yang berikut menceritakan pengalamanku bersama Anneke dalam waktu seminggu tersebut.

Hari Pertama

Tuesday, September 11, 2012

Sherrie baby - 1

Awek Pantat Panas CantikMenginap di rumah Danny sahabat karibku merupakan hal yang menyenangkan. Kami biasa nonton film sampai orang tuanya terdengar mendengkur di kamarnya dilantai atas. Kami kemudian bermain kartu sambil kaman popcorn. Setiap kali aku tidak melewatkan kesempatan untuk menggoda adiknya yang cantik Sherrie. Sherrie berusia 15 tahun sedang aku dan Danny 17 tahun.

Kami sering mengoloknya dengan memanggilnya Sherrie Baby, karena wajah Sherrie memang baby face, tubuhnya juga relatif kecil dibandingkan dengan usianya. Matanya biru, rambut pirang dan wajah imut-imut. Sehingga orang akan mengira Sherrie masih berusia 11 atau 12 tahun. Sherrie akan marah dengan wajah bersungut-sungut kalau kami sedang mengoloknya.

Saturday, September 8, 2012

Etika saat bercinta

Awek Pantat Panas CantikMemberi dan menerima merupakan kunci keberhasilan hubungan seksual. Namun memberi dan menerima di antara pasangan satu dengan pasangan yang lainnya akan berbeda. Beberapa "aturan" penting di bawah ini bisa anda pertimbangkan dengan pasanagn, agar etika seksual dalam hubungan intim bisa berjalan lancar dan memuaskan.

BERSIH MENGAIRAHKAN

Thursday, September 6, 2012

Diperbudak Nyonya - 2

Awek Pantat Panas CantikSekarang jam menunjukkan pukul tujuh malam. Aku masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang tapi tidak di kursi melainkan dilantai mobil. Mereka juga kembali memborgol dan menutup mataku. Nyonya Lina membuka penutup mulutku. Dalam keadaan itu aku disuruh untuk menjilati vagina Nyonya Lina. Aku menuruti kemauannya, aku jilati vaginanya dan Nyonya Lina memegangi kepalaku agar terus menjilati vaginanya. Aku terus-menerus menjilatinya vaginanya termasuk klitorusnya menjadi santapan aku waktu itu.

Semua itu terjadi sampai kira-kira lima belas menit dan Nyonya Lina terus menerus mendesah dan mengerang keenakan. Mobil Nyonya Lenny sudah dilengkapi dengan alat peredam suara sehingga suaranya tidak akan terdengar keluar. Tak lama kemuadian aku merasa ada cairan yang keluar dari vaginanya. Lalu Nyonya Lina Semakin Menekan kepalaku dan menuruhku untuk buka mulut dan meminum cairan yang keluar dari vaginanya. Terdengara suara decap-depap anatara vagina dan mulutku. Aku menjilati dan menelan semua cairan yang keluar dari vaginanya. Memang rasanya aneh dan asing bagiku. Ada rasa asin dan bercampur dengan rasa aneh bagiku. Tapi aku meminum dan menalan semuanya sampai habis. Nafas Nyonya Lina semakin memburu dan terlihat dia senang dan puas.

Tuesday, August 21, 2012

Wanita flat yang kesepian

Awek Pantat Panas CantikNama saya Eva M, 22 tahun, saya seorang mahasiswi yang sedang kuliah di Coventry, saya mengambil jurusan ilmu sosial. Masih ingat, kan? Dan sekarang saya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya, jadi saya tidak lagi menceritakan tentang hasil riset saya bersama 2 teman saya. Hehehee..

Kejadian ini terjadi beberapa waktu yang lalu tepatnya 02/16/01 pada saat saya sedang sangat horny dengan pelukan dari seorang pria. Entah mengapa, sejak SMP saya mempunyai libido yang sangat besar, saya tidak pernah puas dengan seks yang telah saya lakukan. Saya sering melakukan hubungan seks dengan pacar saya, William. Saya melakukan setiap kami bertemu, tetapi sekarang rasanya tidak mungkin untuk memuaskan nafsu seks saya andai saya hanya terpaku pada dia sebab dia sekarang berada di Hawai, sedangkan saya ada di Inggris.

Friday, August 17, 2012

A Taste of Honey 1 - The Beginning - 1

Awek Pantat Panas CantikPengalamanku ini adalah pengalaman pertama aku merasakan kehangatan tubuh wanita. Namun untuk mempermudah memahami kisah-kisahku, maka pengalaman pertama ini kutulis belakangan setelah kisah-kisahku bersama para wanita kubagikan dalam cerita sebelumnya. Aku menganggap bahwa dengan menuliskan pengalaman pertama ini setelahnya, maka para pembaca akan dapat menarik kaitan antara cerita satu dengan yang lainnya. Cerita ini terjadi sekitar tahun 1991 ketika aku masih kuliah di Bogor. ***** Dengan bergantinya tahun akademik, maka aku memutuskan untuk pindah kos ke daerah pinggiran Kota Bogor. Toh kuliahku juga sudah tidak terlalu padat lagi, tinggal satu semester dan setelah itu mulai penyusunan skripsi. Setelah cari sana cari sini akhirnya kudapatkan sebuah paviliun berukuran 5 X 4 di sebuah kampung dengan kamar mandi di dalam. Rumah ini terletak bukan di kompleks perumahan, melainkan hanya di sudut perkampungan warga biasa. Saat itu kondisi Bogor masih sejuk dan jarak antar rumah di daerah itu masih agak jarang. Pemilik rumahku seorang pegawai negeri yang sudah MPP dengan istrinya yang berjualan di Pasar Ramayana. Anak-anak mereka sebagian sudah berkeluarga dan tinggal di Jakarta. Yang bungsu sedang melanjutkan kuliah di Bandung. Pertama kali tinggal di sini aku sudah merasa kerasan. Lingkungannya tidak terlalu ramai, tetapi angkutan ke kota dan ke kampus relatif lancar dan sampai malampun masih ada. Kalau siang hampir semua tetangga bekerja. Meskipun kalau siang sepi namun menurut bapak kosku lingkungan ini aman. Tidak pernah ada kejadian kehilangan jemuran atau sandal yang diletakkan di luar. Ada yang menjadi karyawan swasta, buruh atau pegawai negeri. Hampir setiap orang di lingkungan ini saling mengenal sehingga akupun merasa at home. Rumahku terletak di sudut kampung, di depan dan samping rumah adalah kebun dan sawah. Jendela nako di kamarku menghadap ke pekarangan tetangga di belakang. Namanya Pak Suhaidi, kami biasa memanggil Pak Edi atau kadang Pak Hadi. Istrinya dipanggil Ibu Heni, umurnya tiga puluhan. Beda umur keduanya cukup jauh sekitar sepuluh tahun. Pak Edi bekerja di lingkungan kampusku meski berbeda fakultas sebagai staf administrasi. Ibu Heni di rumah saja, namun kadang kulihat ia membawa baju untuk dikreditkan kepada orang-orang menengah ke bawah di dalam lingkungan kami. Anaknya laki-laki kelas empat SD, namanya Eka. Agak nakal tapi masih dalam batas-batas kewajaran. Satu hal yang kuperhatikan bahwa Pak Edi tidak pernah pergi bersama-sama dengan Ibu Heni. Aku sebagai warga baru tentu tidak sopan untuk mencari tahu tentang hal ini. Namun lama kelamaan kudengar bahwa memang begitu dari dulu. Katanya mereka dijodohkan dan Ibu Heni sebenarnya tidak mencintai suaminya. Selentingan lain yang kudengar Ibu Heni dulu pernah terlibat affair dengan seorang pejabat. Namun beberapa lama tinggal di sini kelihatannya mereka akur-akur saja, tidak pernah terdengar ribut-ribut atau kata-kata keras bernada tinggi dari rumah itu. Wajah keduanya memang bertolak belakang. Pak Edi seorang yang gemuk, pendek dan raut mukanya seram meskipun sebenarnya ramah juga kalau diajak ngobrol. Ibu Heni terlihat sebagai seorang wanita yang pandai merawat dirinya dan menampilkan pesona dirinya. Ia aktif ikut berbagai kegiatan, mulai dari senam di lingkungan ibu-ibu PKK dan pada sebuah sanggar senam di Bogor, arisan ibu-ibu di lingkungan serta kegiatan lingkungan lainnya. Tubuhnya terlihat segar dengan senyum yang selalu mengembang. Wajahnya cantik, kulitnya putih, badannya sintal dengan tinggi sekitar 163 cm dan berat seimbang. Dadanya montok, rambutnya berombak kecil dipotong sedikit dibawah bahu. Kalau kuperhatikan ia merupakan perpaduan tubuh Chintami Atmanegara dan wajah Cucu Cahyati. Bulu halus menghiasi kakinya, mulai dari paha sampai ke betisnya. Kelihatan indah sekali kalau dia pas mengenakan celana pendek. Kaki kirinya mengenakan gelang kaki dengan bandul yang beradu setiap kali dia berjalan. Crik.. Crik.. Criikk, selalu kudengar bunyi itu kalau dia berjalan. Setiap pagi Ibu Heni menyapu halaman rumahnya. Aku sering mengintipnya dari jendela nako kamarku yang berkaca gelap dan kututup. Halaman rumahnya agak rimbun dengan berbagai tanaman perdu. Kadang ia menyapu ke arah kamarku dengan menggunakan daster longgar, tetapi tangan yang satunya selalu menutupkan leher dasternya ke dadanya sehingga aku tidak bisa menikmati buah dadanya. Kalau sedang menyapu pantatnya bergoyang-goyang Kelihatannya ia seolah-olah menyadari kalau sering kuintip. Kalau sudah begitu ia melepaskan tangan yang menutup leher dasternya, namun arah menyapunya berubah menyamping sehingga yang kelihatan hanyalah silhouet tubuhnya dengan segumpal daging yang menggantung di dadanya. Tinggal aku di balik jendela nako hitam sedang meremas dan mengocok kemaluanku dengan membayangkan sedang menggumuli tubuh Ibu Heni sampai akhirnya mencapai klimaks. Sehari-hari aku disibukkan dengan jadwal kuliah, praktikum dan laporannya. Ada satu dua teman yang datang dan minta advis untuk bermacam-macam masalah. Mulai dari masalah perkuliahan sampai pacaran dan masalah pribadi lainnya. Rasanya aku dipandang sebagai orang bijak yang mampu memecahkan masalah teman-teman. Kalaupun aku tidak menemukan jalan keluarnya paling tidak ada yang mendengarkan keluhan, kata mereka. Dengan nada bercanda sering kukatakan pada teman-temanku satu hal yang aku tidak mau dengar yaitu kurang duit, karena aku juga tidak punya kemampuan untuk menyelesaikan atau membantu. Kadang aku merasa tidak enak mengetik sampai larut malam karena mengganggu tetangga. Ketika kutanyakan pada bapak kosku, ia mengatakan tidak apa-apa karena toh jarak antar rumah agak jauh. Saat itu komputer belum banyak dipakai. Lagian kata dosenku ia lebih menghargai laporan dengan mesin ketik manual, karena orisinalitasnya. Kalau menggunakan komputer paling hanya copy file dan kemudian diedit sedikit. Kalau bertemu dengan Ibu Heni selama ini aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepala. Kalaupun keluar suara hanya sekedar selamat pagi, siang, sore. Suatu sore ia berdiri di dalam pagar pekarangannya dan memanggilku yang baru pulang dari praktikum. "Anto.. Dik.. Dik Anto sebentar Dik. Ada perlu sedikit," katanya dengan suaranya yang manja dan merdu. Aksennya ringan, khas Sunda. "Ada apa Bu? Apa yang bisa saya bantu?" kataku. "Saya ada perlu nih. Masuk dulu yuk. Nggak enak bicara di pagar. Nanti disangka sedang nagih hutang". Ia kemudian membuka pintu pagar sampingnya dan aku masuk ke dalam pekarangannya. Beberapa sudut rumahnya cukup terlindung oleh rimbunnya dedaunan perdu sehingga tidak terlihat dari luar pagar. Beberapa tempat di atas pekarangannya ditanami dengan rumput manila. "Eka cawu kemarin rapornya jelek. Dapat ranking sepuluh dari belakang. Makanya kalau Dik Anto bisa, saya mau minta tolong agar bisa kasih pelajaran tambahan, les begitu, untuknya. Nanti ada upah lelahnya lho," katanya lagi. "Ah Ibu kok sungkan begitu. Saya dengan senang hati mau bantu. Tapi saya tidak mau dibayar kok," jawabku. "Jangan begitu Dik, saya yang jadinya nggak enak. sudah minta tolong tidak tahu berterima kasih," rayunya. "Begini saja Bu, saya akan kasih les pada Eka kapanpun sepanjang Eka mau dan saya ada di rumah, karena kadang ada perubahan jadwal kuliah. Mengenai lain-lainnya saya serahkan saja pada Bu Heni," kataku memutuskan. Bu Heni setuju dengan keputusanku tadi dan iapun mengucapkan terima kasih berkali-kali. Akupun mohon diri dan secara tak sengaja tanganku bergesekan dengan tangannya ketika menutup pintu pagar. Terasa lembut dan halus. Dadaku berdesir dan berdebar-debar. Aku jadi salah tingkah ketika berjalan pulang ke kamarku. Mulai saat itu Eka menjadi muridku. Kemampuan otaknya sendiri memang lemah, tapi ia mempunyai semangat untuk belajar sehingga perlahan-lahan nilainya di sekolah mulai membaik. Ibu Heni sangat senang dengan perkembangan Eka. Kalau Eka datang ia membawa kue titipan ibunya untuk kami makan bersama-sama sambil belajar. Uang yang diberikan Ibu Heni sebenarnya kutolak, tapi karena ia selalu memaksa terpaksa kuterima juga. Menurutku Ibu Heni terlalu banyak membayarku untuk waktuku memberikan les privat kepada anaknya. Suatu sore sekitar jam empat sepulang dari kampus aku melihat dari belakang tubuh Ibu Heni yang baru pulang senam. Ia mengenakan kaus tipis warna merah muda yang ditutup jaket training Pak kuning dengan garis putih. Sungguh serasi dengan warna kulitnya. Leher belakangnya masih terlihat berkeringat. Kembali dadaku berdesir melihatnya. Aku menyusul langkahnya, tapi sebelum menjejerinya ia kebetulan menoleh ke belakang. "Eiit.. Dik Anto. Baru pulang kuliah?" tanyanya. "I i.. I.. Iya Bu," jawabku tergagap. Sepanjang gang yang kami lalui terlihat sepi. Kusejajarkan langkahku dengan langkahnya. Ritsluiting jaketnya terbuka setengah sehingga dadanya yang terbungkus kaus tipis tampak menonjol ke depan. Tangan kami bersinggungan dan seolah-olah tanpa sengaja telapak tangannya memegang telapak tanganku sebentar. Badanku panas dingin. Ibu Heni hanya tersenyum saja. Sampai di kamar pikiranku menjadi tidak keruan. Sambil berganti celana pendek dan t-shirt kulihat dari jendela Ibu Heni sedang makan es cream menghadap kamarku. Ia mengulum es krimnya dengan nikmat sekali. Kubayangkan ia sedang menjilati kemaluanku. Langsung saja aku BT (Bawah Tegang). Kututupkan kaca nako, korden dan kuintip dia dari balik korden. Kembali fantasiku melayang dan tanganku sudah menggenggam dan mengusap adik kecilku yang meronta-ronta. Belum sampai klimaks Ibu Heni sudah masuk ke dalam rumahnya. Dengan mendengus kecewa kuhentikan kegiatan tanganku. Kuputuskan kuteruskan saja nanti malam sambil berbaring. Pintu kamar kubuka. Udara terasa panas karena mendung, kemudian kuhidupkan kipas angin. Kurapikan mejaku yang berantakan dengan membelakangi pintu. Karena asyiknya membereskan meja aku tidak menyadari ada orang lain yang masuk ke kamarku. Aku baru sadar ketika perasaanku kemudian mengatakan ada orang di belakangku. Aku menengok ke belakang dan.. "E e e.. Eh, Ibu. Ma.. Ma. A.. Aaf saya hanya pakai celana pendek," kataku terbata-bata ketika tahu bahwa yang masuk kamarku adalah Ibu Heni. "Nggak apa-apa. Saya yang minta maaf karena masuk tanpa mengetuk pintu. Kulihat kamu lagi sibuk beresin meja" katanya, "Eka aya di dieu To? Urang balik tadi masih ada di imah, sekarang geus ngilang. Ka mana eta budak?" Dia menanyakan apakah Eka, anaknya, ada disini, karena waktu di pulang Eka masih ada di rumah. "Nggak ada Bu, saya sendirian aja dari tadi". Ia menatapku tajam. Aku menghindar dari tatapannya, namun aku mencuri pandang mengamatinya. Ia maih mengenakan kaus tipis merah jambu yang dipakainya tadi dan di bawah ia hanya mengenakan celana pendek sebatas paha berwarna biru. Paha bawahnya terlihat putih. Bulu-bulu halus terlihat di paha sampai di betisnya. Aku menelan ludah dan keringat dingin mulai menitik di pori-poriku. Badanku panas dingin dan gemetar, mukaku memerah. Ibu Heni mendekatiku dan memegang tanganku. "Kamu sakit To, minum obat dulu gih!" katanya. ("Alamak, kalau sakit begini cocoknya minum obat kuat Bu, mungkin kalau di sini ada kuku bima TL langsung kuminum", keluhku dalam hati.) "Nggak kok bu, saya nggak apa-apa," kataku sambil menepis tangannya dengan halus. Tetapi kemudian justru tangannya menangkap dan memegang tanganku, kemudian diusap-usapnya bulu tanganku yang tumbuh jarang. Sekujur badanku meremang. Aku menahan desakan di balik celana pendekku. Adik kecilku mulai ingin ikut mencampuri urusan orang dewasa dan berontak. Dilepasnya tanganku dan Ibu Heni berjalan ke arah pintu, celingukan memperhatikan sekelilingnya sesaat, kemudian sandalnya dan sepatuku diangkat dan dimasukkan ke dalam kamar. Ia menutup pintu, menguncinya dengan gerendel dan kembali berjalan ke arah tempatku berdiri dan berhenti setengah meter di depanku. Aku tidak berani menatapnya. Ia diam saja di depanku dan kedua tangannya memegang, mengusap pipiku kemudian mengarahkan mukaku untuk menatapnya. Bau parfum yang lembut bercampur dengan bau tubuhnya bagaikan sebuah feromon pemikat lawan jenis. Lututku gemetar seakan tidak kuat menahanku berat tubuhku. Terpaksa kutatap wajahnya. Begitu indah dengan leher jenjangnya yang masih berkeringat. Ia menatapku dengan tersenyum. Mulutnya yang merekah merah mengeluarkan napas segar, bau harum mint. Setelah kupaksakan menatap dan melihatnya, baru aku tahu bahwa bra-nya yang berwarna putih terlihat kontras dengan kausnya, menutup hanya puting dan sepertiga buah dadanya yang seakan-akan mau tumpah keluar semuanya. Kepalaku berdenyut-denyut, mataku mulai berkunang-kunang dan agak kabur. Ia memegang tanganku dan mendekapkan dengan kedua tangannya di dadanya. Gemuruh di dadaku seakan mau meledak. Kemudian dilepasnya tanganku dan dia merebahkan kepalanya di dadaku. Tubuhku serasa melayang tidak menginjak bumi. "Ja.. Ngan Bu, nanti sebentar lagi Bapak pulang," kataku. Ia hanya tersenyum saja. "Pak Edi pulangnya nanti malam, Bapak dan Ibu kosmu pulang kampung selama tiga hari. Ini kuncinya dititip sama aku tadi siang," katanya sambil merogoh kantung celananya dan mengeluarkan kunci rumah induk. Aku kehabisan kata-kata, mulutku terkunci rapat. Di luar gerimis mulai turun. Sekilas ada rasa takut yang menyergapku, takut ketahuan oleh seseorang. Ibu Heni menyapukan bibirnya ke bibirku dengan lembut. Aku tidak berani membalasnya. Ia kemudian mengulangi dan melumat bibirku. Dengan kaku kubalas lumatannya. Terasa lembut dan nikmat sekali bibirnya. Lama kelamaan ciumanku berubah menjadi lumatan ganas. Aku dulu pernah berciuman dengan gadisku, tapi tidak seganas dan sebuas ini. Lidahnya mendorong lidahku dan menyelusuri rongga atas mulutku. Aku membalasnya, kudorong lidahnya, dia menyedot lidahku. Apapun yang dia lakukan kubalas dengan hal yang sama. Lihai sekali dia dalam berciuman. Aku mendapat banyak pelajaran dari Ibu Heni dalam teknik berciuman. Kepalanya miring sehingga mulut kami bisa saling menyedot. Suara kecipak perpaduan bibir kami mulai terdengar. Desakan dari balik celana pendekku mengganjal perutnya dan ia semakin menekan selangkanganku dengan kuat. "Lepas bajunya dulu, To!" ia menyuruhku. Kulepas kausku, dan sekaligus kulepas celana pendek dan celana dalamku dalam sekali gerakan. Dadaku yang bidang dan berbulu lebat membuatnya berdecak kagum. Kejantananku langsung mencuat keluar dalam kondisi lurus, bahkan sedikit mengacung ke atas. Kepala penisku lebih besar dari batangnya, kelihatan kemerahan dan mengkilat karena dari lubangnya sudah mulai keluar cairan bening agak kental dan lengket. Kalau ukuran batangnya menurutku normal-normal saja, namun karena kepalanya lebih besar secara keseluruhan maka terlihat lebih besar dari ukurannya. "Hmm.. Besar di ujung, pasti hebat permainanmu," komentarnya. Diusapnya lubang kejantananku dengan ibu jarinya dan diratakannya cairan bening yang keluar tadi di atas kepalanya sehingga kini semakin mengkilat. Diusap-usapnya kepala penisku sampai membesar maksimal. Hujan telah turun dengan deras, udara mulai terasa dingin. Ibu Heni melepaskan pelukannya. Dengan gerakan pelan dan gemulai ia melepas kausnya dan kemudian melepas celana pendek dan celana dalamnya. Tangannya membuka kancing bra-nya dan sebentar ia sudah dalam keadaan bugil. Aku benar-benar tercengang melihat keindahan tubuh yang selama ini hanya ada dalam fantasiku. Perutnya masih terlihat datar dengan gunung kembarnya yang puncaknya kemerahan yang menggantung bebas. Kini kami berdua sama-sama dalam keadaan polos tanpa selembar benangpun. Selang beberapa menit kemudian Ibu Heni berkata ditelingaku dengan lirih, "Kita ke ranjang.. Sa.. Yang..". Dengan naluriku tiba-tiba saja aku langsung menyergapnya dan mengulum bibirnya, dan dia membalasnya dengan sangat liar, kemudian aku merasa penisku semakin tegak dan terasa lebih keras dari biasanya. Aku berbaring di ranjang dan Ibu Heni merangkak di atasku. Dadanya disodorkan ke mulutku dan dengan rakus kusedot dan kujilati buah dadanya. Aku tidak tahu apa yang mesti aku lakukan selanjutnya tetapi Ibu Heni pasti akan memberitahuku. Tangan dan mulutnya menarik-narik bulu dadaku dengan lembut. Sekali waktu dia menarik terlalu keras karena gemasnya. Aku terpekik."Ouuw.. Pelan sedikit Bu. Sakit..". "Habisnya gemas melihat bulu dadamu". Dia terus memintaku meremas-remas payudaranya dan menghisap putingnya secara bergantian. Kemudian aku disuruh menjilat vaginanya yang basah dan tampak kemerahan, tetapi aku tidak bisa melakukannya karena ada perasaan aneh. Melihat hal itu ia mengambil inisiatif. "Kayaknya Ibu yang harus memberikan pelajaran kepadamu nih..!!" Katanya lirih, lalu dia mulai menjilati tubuhku dari mulai leher perlahan-lahan turun kebawah dan berhenti disekitar paha. Dia juga menjilati biji zakarku. "Agh.. Ugh.. Ouhh.. Enak Bu.. Ugh..!!" desahku. "Hari ini aku benar-benar mendapat durian runtuh," pikirku. Hal yang belum pernah kualami akan kurasakan sore ini. Ibu Heni menggigit pahaku di bagian dalam dekat pangkal paha seolah-olah mengingatkan ini bukanlah mimpi tetapi kenyataan yang benar-benar sedang kualami. Ibu Heni terus melanjutkan aksinya, kini dia jongkok di atas pahaku.

Bersambung . . . .

Tuesday, July 10, 2012

Anakku tersayang

Awek Pantat Panas CantikBerikut akan saya ceritakan sebuah pengalaman nyata tentang romantika sex dari salah seorang sahabat karib saya, Marlina. Semua nama-nama yang saya tulis adalah nama-nama yang sebenarnya, tentu saja dengan seijin yang bersangkutan. Juga, sengaja saya berikan bumbu-bumbu romantis pada cerita nyata ini agar enak dibaca, tanpa mengubah cerita aslinya.

*****