k Cerita Awek: 3gp seks melayu
Showing posts with label 3gp seks melayu. Show all posts
Showing posts with label 3gp seks melayu. Show all posts

Wednesday, November 27, 2013

Complete massage

Awek Pantat Panas CantikAwalnya, informasi minim yang kudapatkan dari seorang kawan yang tinggal di Jakarta tentang massage service (lebih tepat dibilang sex service, sebetulnya) di suatu tempat di Bandung (busyet, dia yang tinggal di Jakarta malah lebih tahu dariku, dasar aku masih hijau!)
"Namanya 'ANU Message', di jalan Otista, berseberangan dengan Pasar Baru, tarifnya seratusan sejam," katanya.
"Bagus engga cewenya?" tanyaku.
"Loe tahu kan selera gue? Pokoknya engga nyesel."

Thursday, August 29, 2013

Saturday, March 23, 2013

Gairah terlarang - 3

Awek Pantat Panas CantikKami bertiga terkejut mendengar suara klakson mobil kupastikan itu suara klakson mobil Papaku yang memang khas. Mbak Sari menengok melalui jendela di dekatnya. Dari jendela itu dia bisa melihat halaman luar rumahku.

"Papa. Papa pulang." Teriak Mbak Sari.

Saturday, March 2, 2013

Ambisi Wijaya - 1

Awek Pantat Panas CantikCerita ini bermula dari permulaan abad ke 13, dimana kerajaan Kediri berdiri megah dan perkasa.

Pada suatu malam, dimana para nelayan sedang berlabuh untuk mencari ikan di laut Jawa. Malam gelap gulita, dan tepat pada saat itu terjadi gerhana bulan.

Monday, January 21, 2013

Minah kolej diseligi

Awek Pantat Panas CantikPembaca situs Rumah Seks yang amat disayangi. Ini kisah benar pengembaraan N dalam dunia chatting. Sungguh tidak percaya dan kurang yakin pada mulanya 'chatting' adalah wadah mencari partner/kawan apa sahaja. Dunia siber boleh dibawa ke alam realiti untuk menjadi kenyataan.

Semenjak aku ditawarkan kerja sebagai guru ni, aku cukup risau mendengar kabar angin yang bertiup. Jawatan inipun hanya sebagai guru sandaran sahaja setelah aku beberapa bulan menjadi penganggur terhormat dengan memegang ijazah dari sebuah universiti. Itu pun setelah aku dah mula jenuh mendengar leteran abah dan rungut ibu kerana mereka kata aku ni memilih kerja sangat.

Wednesday, January 16, 2013

Nakal di kampung nelayan - 3

Awek Pantat Panas Cantik"Akak sedih.. Akak frust.." Kak Zizah bersuara. Ayatnya itu membuatkan N berasa tak keruan.
"Naper sedih? Naper frust kak?" tanya N bersahaja memegang dan memilin tangan Kak Zizah yang lembut. Kak Zizah membiarkan tangannya diramas-ramas dan dicium oleh N. Dia suka. Dia berasa dia dibelai dan dimanja dan dia diapresiasi.
"Akak sudah janda N, akak sudah jadi balu. Akak yang muda ni masi belum puas bersuami kini sudah ditinggalkan" katanya dalam nada yang sayu dan serak-serak basah.
"Sabar kak, akak masih muda.. Ada peluang lagi nak bersuami.." balas N yang memebelai dan mengusuk-ngusuk telapak tangan Kak Zizah.

Tuesday, January 15, 2013

Pijatan Mbak Sum

Awek Pantat Panas CantikKurasa hampir semua orang pasti pernah merasakan dipijat, apa lagi para laki-laki hidung belang seperti sebagian besar pembaca RumahSeks. Kurasa sebagian besar dari mereka pasti punya langganan pemijat di panti-panti pijat yang menjamur di mana-mana.
Itulah enaknya jadi kaum laki-laki, ibaratnya seperti iklan minuman ringan, bisa di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Ini berbeda sekali dengan kaumku, kalau badan pegal harus susah payah cari mbok pemijat yang belum tentu ada di setiap tempat, apa lagi di kota besar seperti Surabaya ini.
Biasanya kalau badanku terasa pegal-pegal, kuminta bantuan adikku untuk memijatnya. Kadang kami bergantian saling pijat. Tetapi hari ini rumahku sedang kosong. Adikku masih kuliah sedangkan orang tuaku belum pulang dari tugas rutinnya mencari nafkah.
Hari ini aku agak sedikit kurang enak badan. Terasa sekali badanku pegal-pegal, namun di rumah sedang tidak ada siapa-siapa. Kucoba bertanya kepada tetangga kanan kiri barangkali ada yang tahu kalau-kalau ada tetangga sekitar yang bisa memijat. Sebenarnya aku tahu bahwa di ujung gang sana ada seorang tukang pijat yang terkenal di sekitar rumahku, tapi laki-laki, namanya Pak Mat. Tidak bisa kubayangkan bahwa tubuh molekku ini bakal dipijat oleh seorang tukang pijat laki-laki, bisa-bisa yang dipijat nanti hanya di daerah-daerah tertentu saja.

Thursday, January 10, 2013

Cyberlove story - 1

Awek Pantat Panas CantikTeknologi mempengaruhi perilaku manusia tak bisa dibantah. Perkembangan teknologi jaringan yang begitu pesat memungkinkan orang melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya hanya dengan sentuhan ujung jari di kamar masing-masing tanpa terjebak traffic jam. Ngobrol, berbelanja, berkiriman dokumen, cari informasi apapun, semuanya dapat dilakukan tanpa beranjak dari rumah. Bahkan sebentar lagi orang tak memerlukan office space yang mahal itu. Seluruh aktivitas bisnis dapat dilakukan dan dikendalikan dari rumah. Boss tak pernah bertatap muka langsung dengan staff-nya merupakan hal yang biasa. Tak apa-apa, yang penting urusan beres. Demikian pula untuk satu urusan yang universal dimiliki manusia penghuni planet biru ini, urusan cinta. Orang jatuh cinta tak lagi hanya dari pandangan pertama, tapi bisa dimulai dari sentuhan ujung jari pada keyboard. Cyber Love, demikian julukannya. Seperti kisah cinta di dunia nyata, percintaan di alam mayapun tak selalu diakhiri dengan happy ending, malahan lebih banyak unhappy-nya, paling tidak seperti yang pernah kualami. Dua kali Aku terlibat cinta cyber dan dua-duanya berakhir dengan unhappy. Inilah yang hendak Aku ceritakan kepada Anda sekalian pecinta Rumah Seks yang budiman! Anda yang tak tertarik dengan perselingkuhan yang berakhir unhappy jangan dilanjutkan membacanya, cukup sampai disini saja. Juga bagi Anda yang tak suka kisah-kisah kegagalan. Aku memang tak secanggih para penggemar Rumah Seks lainnya yang begitu mudah mendapatkan cewek idealnya. Begitu mudah menggaet cewek dengan gambaran tubuh yang "wah" dan amat mudah juga mengajaknya ML. Beginilah Anda biasanya menggambarkan fisik yang "wah" itu: Langsing dan tinggi nyaris dua meter, kulit putih mulus licin bak salju sehingga lalatpun gagal hinggap di tubuhnya, terpeleset --walaupun belum tentu pernah melihat salju--, buah dada kenyal bulat sebesar kepala bayi, pinggang ramping kayak bambu, paha bulat mirip batang pohon pinang dengan liang vagina sekecil lidi.. pendek kata, seperti Sophia Latjuba atau Tamara Blezinsky-lah (gimanapun ejaannya). Aku tak secanggih itu, pembaca. Cewek teman selingkuhku tak secantik kedua selebritis itu. Tinggi "cuman" 163 (tidak 2 meter), kulit kuning langsat (bukan putih), bra ukuran 34 (bukan bukan dibalik jadi 43), pinggang cukup membentuk gitar (nggak sekecil bambu) dan "kewanitaan" yang sedikit sesak untuk ukuran penisku yang rata-rata orang melayu. Dan untuk berlanjut sampai ke ranjang pun tak semudah seperti yang biasa Anda lakukan: begitu ketemu, kenalan terus langsung jilat-jilat vagina dan tancepan. Prosesku lumayan panjang dan dengan intensitas hubungan yang naik-turun, tak selalu lancar. Aku, pria 28 tahun, sudah berkeluarga, anak satu, kerja di perusahaan swasta di Jakarta. "Ketemu" pertama kali dengan Alia (begitu saja kusebut namanya) di mailing list group yang mengkhususkan diskusi tentang politik Indonesia. Di antara belantara lalu-lintas diskusi itu suatu saat pada topik tertentu Aku dan Alia saling dukung pendapat (topik apa dan gimana saling dukungnya tak relevan bila kutulis di sini). Maka kulayangkan sebuah mail lewat japri-nya. Isi mail masih lanjutan topik tadi dan kuakhiri dengan keinginan untuk kenal lebih dekat. Perkenalanku mendapat respons positif dan mulailah kami saling berkirim mail sampai "melupakan" forum mailing-list dan jadi jarang posting. Pada tahap saling membuka identitas masing-masing kusebutkan statusku dengan sebenarnya. Alia sedang kuliah di jurusan Sospol Universitas di kotanya Makassar semester VI. Asli dari Manado tapi kelahiran Makassar. Statusnya sedang berpacaran dengan mahasiswa dari jurusan lain yang berasal dari daerah yang sama, sejak tahun pertama kuliah. Perbincangan lewat mail tak lagi tentang politik, tapi lebih soal-soal pribadi. Misalnya dia dengan terbuka menceritakan telah menyerahkan segalanya kepada pacarnya itu. Dia sudah tak gadis lagi sejak setengah tahun sebelum bertemu aku lewat dunia maya. Dia juga bercerita tentang aktivitas seks-nya dengan pacarnya serta perasaan-perasaannya. Termasuk pengakuannya bahwa dia hanya berhubungan seks dengan satu pria saja, yaitu pacarnya itu. Juga dia selalu menceritakan masalah yang dia alami dalam berpacaran. Semacam curhat. Komunikasi diantara kami tak hanya lewat mail saja, tapi juga chatting. "Witing tresno jalaran soko kulino" begitu pepatah Jawa yang artinya kurang lebih awal cinta datang karena dekatnya bergaul. Itulah yang sedang kualami. Hubungan kami begitu dekatnya sehingga diam-diam timbul sesuatu di dalam hati yang tak kami perkirakan sebelumnya. Ada sesuatu yang hilang rasanya bila sehari saja tak membaca mailnya. Ketika Aku bilang ke Alia tentang perasaan ini, ternyata dia mengalami hal yang sama. Singkatnya, kami saling jatuh cinta walaupun masing-masing telah punya pasangan tetap. Kami juga berjanji, saling berusaha mencari peluang untuk bertemu secara fisik. ---------- "Elo tahu engga kantor Departemen Anu," tulisnya pada suatu siang kami chatting. "Tahu. Kenapa?" jawabku. "Gue ada rencana kuliah lapangan ke situ." Nah! akhirnya peluang buat ketemu Alia datang juga. Jangan gembira dulu, kataku dalam hati. "Oh ya? Kapan? Sama siapa?" tulisku memberondong. "He he.. satu-satu dong, semangat banget." "Semangat dong, kan kita bisa ketemu." "Pengin ketemu, gitu?" "Ah elo, kaya engga tahu aja. Pengin banget, tahu. Kapan nih?" Alia sebutkan tanggal yang artinya 2 minggu lagi. "Sama temen-temen 10 orang, plus 2 orang dosen," katanya lagi. Saat ketemu inilah yang Aku tunggu-tunggu. Oh, aku mencintainya. "Nginap di mana?" "Di Mess Yayasan Anu." "Nggak nginap ama gue aja?" "Enak aja, engga boleh dong, musti ngumpul."Bagus, nggak boleh bukan berarti tak mau. Saat bermalam bersama ini pula yang kudambakan. Tak sekedar melepas rindu memuaskan hasrat cinta, tapi juga hasrat yang lain. "Iya ngerti musti ngumpul, tapi sesekali boleh dong minta izin nginap di rumah famili, gitu." Alia diam. "Emang bisa nginap di rumah elo?" katanya setelah beberapa saat hening. Betapa polosnya dia. Tak mungkin Aku masukin cewek ke rumah, bisa-bisa terjadi perang rumah tangga. "Entar gue booking kamar." Langsung, boo.. "Ih, elo. Udah biasa gitu ya?" "Bukan begitu," sahutku cepat-cepat. "Alia, elo tahu kan, gue pengin banget ketemu. Kesempatan ketemu yang amat langka ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya.." "Kenapa musti di hotel?" Iya, kenapa ya? Bingung jawabnya. "Yah, supaya kita bisa kangen-kangenan, ngobrol, bebas dari gangguan." Diam. Sejurus kemudian. "Entarlah. Gimana nanti aja." Bukankah ini semacam sinyal setuju? Tibalah saat yang amat kunantikan. Alia dan rombongan akan tiba Minggu sore di Jakarta. Dia berjanji akan meneleponku ke kantor begitu dia punya peluang yang aman. Akupun mulai melakukan persiapan untuk menyambut kedatangannya. Pertama, persiapan waktu. Aku harus cari akal supaya bisa kabur dari rumah sekitar seminggu. Dari beberapa alternatif alasan dan memperhitungkan resikonya, Aku memilih alasan "dinas luar ke Semarang". Kedua, persiapan tempat. Aku memilih Hotel "AM" di Kebayoran Baru walaupun room rate-nya lumayan mahal, tapi dekat dengan tempat Alia kerja dan juga Mess-nya. Dan jauh dari rumah, supaya lebih aman. ---------- Obrolan kami makin seru setelah masa "ice-breaking" tak lama dilalui. Kami sempat saling salah tingkah pada menit-menit pertama Alia masuk ke kamar hotel. Alia begitu bersemangat cerita tentang kegiatannya selama praktek kerja lapangan di instansi pemerintah itu. Aku tak begitu memperhatikan ceritanya. Perhatianku terpusat pada gerak gesture dia bercerita dan sesekali melempar pandangan ke bawah, ke sepasang kaki mulusnya dan sedikit paha yang tak tertutup oleh rok span-nya. Tapi konsentrasi pikiranku sebenarnya adalah, bagaimana "strategi" untuk memindahkan Alia dari tempat duduknya sekarang ke kasur yang kududuki, bagaimana cara memulainya. Memang, memulai adalah hal yang paling sulit. "Aneh ya gue.." katanya tiba-tiba. Dia baru menyadari mataku sering mampir ke kakinya. Aku sedikit gugup. "Emang kalo ke kantor gue mesti pakaian begini?" sambungnya. "Nggak ah, justru gue seneng loe pakai seragam." "Oh iya? Kenapa?" "Lebih feminim." "Emang gue maskulin ya?" "Bukan begitu. Gue emang lebih suka ngeliat cewek pakai rok dibanding pake celana panjang, apalagi.." "Apalagi apa?" "Kalo nggak pakai apa-apa." "Huh, dasar." "Sorry." Aku khawatir kalau dia tak suka gurauanku yang menjurus ini. Mukanya bersemu merah. Apakah ini saat memulai? Ayo Sam, bangkit dan dekati dia. 'Bangkit' sih sudah, yang di dalam celanaku, dekatinya ragu-ragu. Kenapa ragu? Dia sudah mau masuk kamar dengan pintu tertutup, apakah ini bukan suatu tanda? Iya, tapi kan duduk di kursi dan dia asyik cerita pengalamannya. Siapa tahu dia menunggu action kamu? Umm.. tapi masa tiba-tiba "nyerang", begitu. Nggak dong, gunakan cara seperti pengalaman kamu sebelumnya! Dia duduknya "jauh" sih. Okay, Aku ke kamar mandi pura-pura mau pipis supaya bisa pindah duduk. Nah, sudah duduk di kursi, tapi masih ada penghalangnya, ada meja bundar di antara kami. "Terus nanti selesai job training di situ, ngapain?" pancingku memulai obrolan. "Tulis laporan. Kan kerja sambil kumpulin data." Nah, mulailah dia bercerita lagi tentang job trainingnya, penuh semangat. Aku terus menatapi gerak bibirnya yang menggemaskan itu. "Eh, ngapain sih, ngeliatinnya gitu?" "Gitu kenapa?" "Tajem." "Seneng aja ngliatinnya." "Ngliatin apaan?" "Bibir kamu." "Kenapa, dower?" "Eh, nggak. Bibir kamu seksi." Telapak tanganku mampir di bahunya. Alia menunduk tapi tak menepis tanganku. Kuremas bahunya pelan. Masih menunduk. Dengan tangan masih di bahunya Aku bangkit mendekat, kedua tanganku di bahu kanan-kirinya. "Alia.." Dia masih menunduk. Wajahnya bersemu merah lagi. Kusentuhkan jariku di dagunya, mengangkat. Barulah matanya menatapku. Kepalaku bergerak pelan mendekati wajahnya, bibirnya kukecup. Sekali kecupan lalu kulepas lagi. Tak ada tanda-tanda penolakan. Serangan kedua pada bibirnya tak sekedar kecupan lagi tapi diikuti dengan lumatan. Pada detik kedua bibir Alia memberikan reaksi, lumatanku disambutnya. Nafasnya mulai memburu. Tangan kananku yang ada di bahunya perlahan bergeser turun. Telapak tanganku memberi sinyal bahwa buah yang tak begitu besar itu keras dan membulat, ternyata. Tentu saja tanganku tak puas hanya merasakan kekenyalan dadanya dari luar, ingin menyentuh kulitnya langsung. Dua kancing bajunya yang teratas telah kulepas dan detik berikutnya keempat jariku mulai menyusup ke balik bra Alia. Detik-detik berikutnya akan lancar saja, pikirku. Tapi ternyata tidak. Tangan Alia menarik tanganku yang baru saja merasakan halusnya kulit buah kenyal itu dan lumatanku pun dilepas. Alia menggeleng lembut sambil menyodorkan mulutnya lagi. Kulumat lagi. Dadanya tak boleh disentuh. Mungkin belum saatnya, aku harus bersabar. Ciuman dengan posisi begini tak nyaman juga. Kutarik tubuhnya, kubimbing ke kasur dan kurebahkan. Tak ada penolakan, aman. Bahkan Alia membentangkan kakinya. Dengan sendirinya kedua belah telapak tanganku segera menelusuri kedua pahanya, menyusup di balik roknya. Oops, lagi-lagi Alia menepis tanganku. Kenapa sih dia? Main tarik-ulur? Tanganku ditariknya sehingga tubuhku rebah menindihnya. Kami berciuman lagi. Bukan Sammy kalau tak mencoba dan mencoba lagi. Sambil terus melumat bibir tangan kananku menyusup lagi ke bawah menelusuri lengkungan pinggir pinggulnya. Tak ada gerakan perlawanan. Bahkan ketika tanganku berhasil mencapai kain celana dalam di pinggir pinggulnya. Bahkan ketika menarik karet celana dalamnya ke bawah tak ada juga perlawanan. Lebih jauh lagi, ketika telapak tanganku merasakan lebatnya bulu-bulu kewanitaannya. Bulu lebat itu tak mengagetkanku, lengannya memang ditumbuhi bulu lumayan lebat, apalagi "pusat"nya. Aku kaget karena Alia tak menolakku merabai kewanitaannya. Basah berlendir. Aku jadi penasaran ingin menikmati "pemandangan" di bawah sana. Aku bangkit dan menyingkap roknya. Alia memang unpredictable, tiba-tiba dia mencegah tanganku yang membuka roknya. Bingung gue. Yang membuatku makin bingung, Alia melepas kaitan ikat pinggangku, melepas kancing jeansku, menarik ritsnya dan karet celana dalamku dan merabai Juniorku sudah tak betah terkurung tegang. Aku seperti orang tolol yang hanya diam saja menyaksikan Alia mengelusi batang penisku. Bingung. Waktu kedua tanganku menyusupi pahanya, dia menolak. Tapi tak bereaksi sewaktu aku menarik celana dalamnya dan merabai kelaminnya. Aku yakin, dia bukannya tak tahu apa keinginanku saat ini, ingin menyetubuhinya. Tersirat dalam mail-mailnya dia tak menolak ketika aku "minta" kelak kalau ada kesempatan bertemu. Tubuh bawahku sudah telanjang, penisku sudah tegang mengacung. Tentunya dia makfum akan "langkah selanjutnya". Alia masih berpakaian lengkap, kecuali celana dalamnya yang sedikit bergeser ke bawah tapi masih nempel di pahanya. Gerakan Alia berikutnya lagi-lagi membuatku bingung. Tangannya berhenti mengelusi kelaminku lalu Alia bangkit berdiri. Selagi aku bengong mencoba mengerti tingkahnya ini, tiba-tiba kedua tangan Alia membuat gerakan cepat melepas celana dalamnya! Lalu, lagi-lagi dia menarik tubuhku hingga rebah menindih tubuhnya. Dengan gemas kugigiti kedua buah dadanya berganti-ganti kanan dan kiri. Tak langsung ke kulitnya sih, masih ada penghalang baju dan bra-nya. Apa boleh buat, memang hanya itu yang diizinkan. Beberapa kali aku berusaha membuka pakaian atasnya, dia selalu menolak. Aku tak tahan lagi, ingin segera memasuki tubuhnya. Dengkulku membuka pahanya dan penisku merengsek masuk mencapai selangkangannya. Kugeser-geser, kugosok-gosok, dan.. perlahan namun pasti, aku mulai masuk. Tak mudah memang, tapi tak susah benar. Aku tak kaget kalau dia sudah tak perawan lagi. Alia pernah cerita miliknya yang paling berharga telah diserahkan kepada pacarnya yang sekarang. "Itulah satu-satunya penis yang pernah kulihat dan memasuki tubuhku," tulisnya ketika itu. "Jadi nanti, punyaku yang kedua," balasku. "Iya, kalau jadi." Bersambung . . . .


Wednesday, December 26, 2012

Aku dan Reggina

Awek Pantat Panas CantikIni adalah cerita tentang pengalamanku saat berhubungan seks dengan sahabat baikku, Regina H. Dharmawan. Pagi ini, aku kembali mendapat kuliah sore hari. Ah, daripada iseng, lebih baik aku ke rumah Regina. Sekalian dari sana pergi ke kampus bersama. Aku memarkir mobil di depan pintu pagar rumah Regina. Rumahnya tampak sepi. Jangan-jangan ia tak ada di rumah. Aku tekan bel pintu. Tak lama kemudian pembantunya keluar.
"Ada perlu apa, Non?" tanyanya.

"Ng.. Gina ada, Mbak?"

Tuesday, December 25, 2012

Cowok metropolitan

Awek Pantat Panas CantikTak banyak yang berubah dari diriku sejak aku pindah ke Denpasar selain dari gaya hidup tentunya. Baru empat bulan saja, kota ini telah mampu menyulap gaya hidupku berubah seratus delapan puluh derajat menjadi layaknya ABG di kota-kota besar. Namun salah satu yang masih tak berubah dari diriku adalah aku tetap tak pernah menyukai dunia gemerlap, bau menyengat minuman keras di diskotik atau pun party night. Aku memang lebih memilih melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat dari itu, yang tentunya tak kalah memberikan hiburan yang menyenangkan, misalnya duduk-duduk di tepi pantai Kuta sambil makan es krim saat menjelang petang, menikmati beberapa potong tiramizu di kafe langgananku sambil mendengarkan alunan live musik yang menurutku jauh lebih tenang dan romantis, menikmati jagung bakar di taman kota ketika malam tiba, dan lain sebagainya. Aku adalah aku, aku tak ingin kehilangan jati diriku dengan mengikuti arus yang tak aku suka hanya karena terseret oleh lingkungan, meskipun ada banyak suara sumbang yang menyebutku: konyol, bodoh, kampungan, atau pun penganut aliran kunoisme.

Apalagi seminggu belakangan, aku sudah punya seorang teman yang bisa diajak jalan-jalan. Bagiku, berdua selalu lebih baik dari pada seorang diri. Namanya sebut saja Aldy, seorang cowok ganteng dari ibukota yang sedang berlibur ke Bali selama dua minggu liburan sekolahnya, ia baru kelas dua smu dan kebetulan punya om yang tinggal di Bali, dimana Aldy menginap saat itu. Pada hari kedua sejak Aldy tiba di Bali, secara tak sengaja kami bertemu di salah satu mal di pusat kota Denpasar. Waktu itu Aldy sedang menunggu keluarga om-nya yang sedang berbelanja, mereka janjian ketemu di pintu samping, di dekat deposit counter. Sementara pada saat yang hampir bersamaan aku baru saja keluar dari dalam mal setelah berbelanja beberapa t-shirt dan sepotong celana jeans. Saat aku berpapasan dengan Aldy di depan pintu, aku tak begitu menaruh perhatian padanya, aku cepat-cepat saja melangkah menuju kantin yang berada tepat di seberang pintu, masih di dalam kompleks mal yang sama.

Saturday, December 22, 2012

Terbongkar - 1

Awek Pantat Panas CantikNamanya Iyan, masih kelas dua SMU. Aku kenal dia dari temenku alumni satu sekolah dulu. Aku sendiri udah lulus dari SMU itu. Suatu saat temenku itu minta bantuan aku buat ngerjain atraksi yang akan ditampilkan di acara Pelepasan Siswa Kelas II di sekolah Iyan, yang dulu juga sekolahku. Cakep, putih, tinggi dan atletis didukung rambut belah tengahnya lurus lepas, membuat Iyan selalu tampil excellent di depan temen-temennya. Bahkan kata temenku, Iyan itu juga banyak digandrungi cewek-cewek di SMU-nya. Ah, pokoknya kalo seandainya elo liat, dia tuch keliatan cowok banget. Cool, senyumnya yang menawan dan juga ach.. Bodynya bo! sexy banget!

"Ndre, karena ini agak butuh waktu lama, mending elo tidur sini aja, kebetulan ada kamar kosong tuch" kata Ardi temen gue itu.
"Ah enggak ah.. Gue gak bisa nich, gimana dengan elo yant?"

Monday, December 10, 2012

Seks kilat, suka sama suka

Awek Pantat Panas CantikKapan seks kilat muncul? Yahhh, saat berduaan dong. Dimulai dari iseng-iseng, lalu mendapat tanggapan, kemudian muncullah hasrat yang membara. Menurut Dr. Bambang Sukamto DMSH, iseng-iseng itulah yang menjadi media pemanasan yang intensif. Menurutnya, kegiatan semacam ini disenangi sebagian perempuan.

Hubungan biasanya dilakukan dengan masih mengenakan pakaian, ditambah aroma keringat yang alami, namun memberi sensasi tersendiri. “Cinta” yang hanya beberpa menitini bagi sebagian pasangan justru memicu adrenalin dan nafsu birahi untuk bercinta. Mereka menikmati ketegangan saat melakukan secara sembunyi-sembunyi. Bahkan sianggap menantang dibanding seks konvensional.

Saturday, November 17, 2012

The art of sex

Awek Pantat Panas CantikBeberapa bulan lalu aku pergi ke rumah teman aku untuk meminjam catatan sejarah miliknya, karena aku selalu tertidur di kelas ketika pelajaran itu. Ketika sampai di tempatnya, ternyata teman aku tidak ada di tempat. Pada saat itu yang membuka pintu adalah Adik perempuannya (sebut saja Santi) yang juga satu sekolah dengan aku.

"Mau nunggu Kakak pulang apa ntar mau balik lagi neh?" tanyanya.
Setelah berpikir sebentar, aku menjawab "Gue nunggu dalem aja deh, capek bolak balik nih, mana mataharinya panas kayak gini lagi."

Friday, October 26, 2012

Sukses sekali - 1

Awek Pantat Panas CantikAku masih jengkel dengan suasana hari ini. Pagi-pagi kok sudah adu mulut, kalau sudah begitu maka satu hariku penuh pasti penuh kemuraman dan kedongkolan. Emosiku sudah menyedot energi sampai-sampai kerjapun tidak konsentrasi dan asal masuk kantor saja. Huahm, emang cewek susah sekali dimengerti. Ada saja yang bisa membuatnya ngomel panjang pendek. Misal karena telat jemput tadi pagi, padahal toh cuma persoalan 5 menit (ditinjau dari setting arlojiku maksudnya, he... he... he...). Kapan-kapan gara-gara lupa mampir beliin minyak wangi titipannya, lain waktu gara-gara ketiduran di gedung bioskop, dan sebagainya.

Berhubung kejengkelanku belum sirna sama sekali maka aku cabut dari kantor sebelum jam 4, toh berlama-lama di kantor juga percuma. Mondar-mandir ke toilet cuci muka, pura-pura buang hajat padahal ngerokok, pura-pura serius menatap monitor padahal tidak ada satu file-pun yang kubuka kecuali screen saver yang meliuk-liuk warna-warni (untung meja kerja kami diberi pembatas meskipun tidak penuh, sehingga masing-masing karyawan masih memiliki privacy yang cukup memadai).

Monday, October 22, 2012

Am I a gay . . . ?

Awek Pantat Panas CantikAku adalah seorang remaja SLTA tahun terakhir. Seperti remaja pada umumnya, aku adalah remaja yang cukup gaul dan senang bercanda. Apakah itu dengan teman-teman cewek dan juga teman-teman cowok. Oh, ya. Selain itu juga, aku termasuk salah satu dari 3 anak terpintar dikelas yang selalu memperebutkan ranking 1 sampai 3 dengan 2 orang temanku yang lainnya. Aku mempunyai orang tua yang cukup mampu untuk mendukung hidupku hingga aku mandiri nantinya. Well, benar-benar suatu gambaran kehidupanku yang sempurna, kan?

Namun, pada saat-saat terakhirku di SLTA itulah yang menjadi awal dari segala pengetahuanku yang menyeluruh mengenai diriku sendiri. Bahwa diantara kesemua kebahagiaan dan kepintaran dan kekayaan yang kumiliki, masih ada sesuatu yang menjadi kekurangan dalam hidupku. Yaitu bahwa aku tidak mempunyai pacar. Sebenarnya sangat sederhana malah.

Friday, October 19, 2012

Ganasnya supirku

Awek Pantat Panas CantikKisah ini terjadi sejak setahun yang lalu dan herannya aku tidak dapat melepaskan dirinya dari sisiku. Panggil saja aku Emma. Sejak usiaku 20 tahun aku menjadi bintang iklan dan foto model, dan saat ini usiaku 27 tahun jadi sudah 7 tahun aku malang melintang di dunia modelling. Sejak aku sibuk menjadi model, ayah memberiku sebuah mobil sedan dan aku sendiri yang menyupirnya. Karena makin lama aku makin banyak iklan yang kubintangi, otomatis kesibukanku juga makin bertambah. Kalau pulang ke rumah pasti di atas jam 12.00 malam. Karena terlalu sering pulang malam habis syuting dan tidak enak karena mengganggu tetangga tempat tinggal ayah, atas persetujuan ayah dan ibuku, aku menyewa apartemen di daerah Kuningan dari hasilku menjadi model. Akhirnya sejak 2 tahun lalu aku tinggal di apartemen beserta seorang pembantu (Menik). 6 bulan aku sudah tinggal di apartemen itu. Suatu malam ketika aku pulang secara tidak sadar aku menubrukkan mobilku ke pohon, untungnya aku tidak cedera berat, namun hal itu membuat diriku trauma untuk membawa mobil sendiri dan selama hampir 3 bulan, aku menggunakan Taxi untuk mengantarku syuting iklan. Pada suatu hari, temanku mengajurkan untuk menggunakan jasa supir. Akhirnya setelah kutimbang-timbang, suatu hari temanku mengantarkan supir ke apartemenku. Pada awalnya aku agak ragu setelah melihat wajah (sebut saja David) untuk menjadi supirku. Terus terang aku agak takut karena dia berasal dari Timur Indonesia, orangnya berkulit hitam legam, usia sekitar 53 tahun, orangnya tinggi besar dan berbulu. Namun kata temanku, dia biasa mengendarai mobil-mobil otomatic dan pernah menjadi supir dari salah satu kedutaan. Akhirnya dengan segala pertimbangan David resmi menjadi supir pribadiku. Sejak saat itu aku berpikir untuk memilih mobil baru, karena mobil sedan yang ayah belikan untukku tidak pernah kuperbaiki sejak kecelakaan tersebut. Mobil yang kugunakan adalah keluaran Korea. Dan memang rupanya David selain ahli dalam menyupir (menyupirnya tenang dan hati-hati), sopan terhadap diriku (jadi bodyguard-ku), ternyata dalam hal melayani nafsu seksku dia juga ahli. Kejadiannya kira-kira satu tahun lalu, malam itu jam 02.30 aku pulang dari acara pembubaran panitia iklan salah satu produk makanan. Karena pada acara tersebut ada minuman yang memabukkan, aku agak sempoyongan ketika dipapah temanku masuk mobil dan Pak David terkaget-kaget dari tidurnya. Setelah itu David langsung menggantarku pulang ke apartemen. Dalam keadaan setengah mabuk, berat rasanya untuk naik lift sendiri, setelah sampai di parkiran apartemen, kuminta David mepapahku ke kamarku di lantai 37. Tubuhku mengelayut di tubuh David. Sampai di pintu kamar, kunci kamar lepas dari tanganku karena aku makin pusing. Dengan cekatan David mengambil kunci yang terjatuh, secara otomatis tubuhku juga lunglai dan dengan cepat juga David membopong tubuhku, lalu membuka pintu dan masuk apartemen. Aku dibopong hingga masuk kamar tidurku, lalu direbahkannya tubuhku di tempat tidur. David lalu keluar kamar tidurku. Setengah jam kemudian karena aku tidak dapat tertidur akibat kepalaku pusing dan aku merasakan mual ingin muntah, aku berteriak memanggil Menik pembantuku untuk membantuku bangkit. Tapi yang masuk kamar bukan Menik melainkan David. "Ada apa Non..? Menik khan lagi pulang kampung.." "Oh.. iya.. aku lupa.. tolong.. Pak.. saya mau muntah." "Kemana.. Non..?" "Tolong.. ke kamar mandi.." David lalu membopongku ke kamar mandi. Sampai di sana aku pun langsung muntah. Setelah selesai, David membopongku kembali ke kamar tidur, namun secara tidak sengaja rok yang kukenakan tersingkap hingga terlihat celana dalamku yang berwarna hitam model cawat oleh David disaat dia merebahkan tubuhku di tempat tidur. David pun langsung berubah menjadi buas dan kasar. Dia langsung menggosokan tangannya di pahaku yang putih mulus dan vaginaku yang masih tertutup celana dalam diremas oleh tangannya. Aku hanya dapat mendesah dan tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolaknya, karena badanku yang lemas sehabis muntah. David pun makin kasar, celana dalamku langsung ditarik ke bawah hingga betis lalu jari-jarinya mulai dimainkan di vaginaku. Aku hanya dapat melengguh dan mendesah ketika jarinya dimainkan di vaginaku. "Ahh.. aahh.. sshh.. sshh.. awghh.." Jari-jari tangan David ditusukkan makin ke dalam vaginaku. Aku sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa terhadap apa yang David lakukan padaku karena pusing di kepalaku makin berat dan tubuhku sama sekali tidak bertenaga. Karena aku tidak dapat berpikir jernih, David makin menggila menguasai tubuhku. David mulai menjilati pahaku yang putih nan mulus, makin lama makin ke atas hingga liang vaginaku terjilat oleh lidahnya yang agak kasar permukaannya. Aku makin terbawa arus kenikmatan dan bukannya berontak terlebih-lebih ketika lidahnya menemukan biji klitorisku dan disedot-sedot oleh lidahnya hingga aku pun melintir dan menggelinjang nikmat. "Arhh.. arghh.. sshh.. sshh.. oohh.. oohh..! Pak.. David.. terus.. Pak.. trus..!" Aku malah berceracau tidak karuan. David pun makin menyedot klitorisku lebih gila karena kusuruh. Setelah hampir 15 menit lamanya vaginaku disedot oleh David (supirku), aku pun berontak, dimana kepala David yang ada di selangkanganku kuremas dan keluarlah dari vaginaku cairan yang langsung dijilat dan ditelan habis oleh David hingga tidak bersisa. Tubuhku makin lemas setelah cairan yang keluar dari vagina dengan banyak. Hal ini berbeda dengan David yang makin ganas, bajuku langsung dirobek, begitu juga BH-ku hingga aku benar-benar bugil dibuatnya. Payudaraku yang 36B terbungkus kulit putih bersih nan mulus terbuka tanpa penutup, dan terus terang baru sekali ini aku bugil dilihat oleh seorang laki-laki seumur hidupku, dan yang beruntung adalah supirku sendiri. Pacar-pacarku terdahulu pun belum seuntung supirku. David yang belum puas menikmati klitorisku tadi, langsung melepaskan baju dan celananya hingga bugil. Mataku langsung melihat batang kemaluan David yang panjang, gede, besar dan hitam menggelantung dengan tegang dan keras di antara pahanya yang kulitnya hitam legam. Saking hitamnya tubuh David, sampai terlihat mengkilap karena keringatnya mulai menetes dari pori-porinya. David lalu naik ke atas tubuhku dan jongkok di perutku, batang kejantanannya menggelantung tepat di wajahku. Aku mulai berontak, kugelengkan wajahku, aku tidak mau menggulum kejantanannya, karena selain hitam dan besar, penis David mengeluarkan bau yang agak aneh. Tapi David rupanya lebih pintar, hidungku dibekap oleh tangannya sehingga aku sulit bernapas, mau tidak mau aku harus bernapas dengan mulut. Begitu mulutku terbuka untuk bernapas, tangannya yang memegangi penisnya langsung menyodokkan kejantanannya masuk mulutku. Aku pun tersedak oleh batangnya yang ada di mulutku. Aku berusaha berontak, namun lagi-lagi hidungku dibekap hingga disaat mulutku terbuka makin lebar batangnya ditekan lagi lebih ke dalam mulutku. Aku makin tersedak karena batang David rasanya menyentuh amandelku. Namun rupanya walau sudah menyentuh amandelku, batang kejantanan David belum sepenuhnya masuk dalam mulutku. David mencoba menyodokkan lebih ke dalam lagi batangnya dalam mulutku hingga terasa sampai kerongkonganku hingga aku terbatuk-batuk. David lalu melonggarkan dengan menarik kemaluannya sehingga aku dapat bernapas, tapi lalu dia menyodokkan lagi penisnya masuk ke dalam mulutku hingga aku tersengal dan terbatuk-batuk lagi, sedangkan hidungku tetap ditutup oleh tangannya. Otomatis mataku mulai berair menahan rasa sakit di kerongkonganku. David terus melakukannya selama hampir 1 jam sampai cairan putih kental, rasanya aneh dan berbau memenuhi mulutku. Aku berusaha mengeluarkan cairan itu dari mulutku dengan menahan napas agar cairan itu tidak masuk, tapi David menyodokkan lagi kemaluannya sehingga cairan yang bau dan rasanya aneh tertelan juga yang membuatku terbatuk-batuk. "Nah.. gitu dong.. Bu. Cairan David.. harus Ibu telan. Gimana rasanya, enak.. khan..?" "Bangsat loh.. Sialan loh Vid..! Keluar kamu dari rumah saya..!" Kumarahi dan kumaki David yang telah menyiksaku. Memang pada saat David menjilati klitorisku, aku merasakan nikmat, namun hal yang baru saja dia perbuat terhadapku membuat diriku tersiksa. Namun David rupanya semakin gila dan ganas. Tubuhku lalu ditariknya ke sisi tempat tidur, kakiku direnggangkannya dan diletakkan di pundaknya. Batang kemaluannya ditempelkan pada vaginaku, lalu dengan jarinya dibukanya vaginaku dan dimasukkan kejantanannya ke dalam vaginaku. Vaginaku yang masih rapat karena belum pernah dimasuki kemaluan siapa pun merasa seperti dirobek. Aku meringis kesakitan, "Akh.. akhh.. sakit Vid.. sakit..!" Kejantanan David mulai membongkar vaginaku yang masih rapat dan sempit. Disodokkannya batangnya yang hitam, panjang dan besar itu ke vaginaku. Aku dibuatnya menjerit-jerit menerima sodokan itu di vaginaku, "Akh.. sakit Vid.. kontolmu besar sekali.." "Gimana Bu rasanya..? Nanti juga enak kok.. Bu.." Payudaraku yang ranum, terbungkus kulit yang putih bersih pun dan ukurannya 36B sudah dilahap oleh mulutnya, dicucup, disedot dan digigit putingnya. Aku makin lama makin menggelinjang mengikuti irama permainannya. Walaupun tubuh David hitam legam sedang berada di atas tubuhku yang putih mulus, makin lama permainan kami membuat tubuhnya mengkilat karena keringat yang menimbulkan aroma bau yang tidak enak, yang membuatku ingin muntah lagi, namun vaginaku rasanya makin enak setelah semua batangnya masuk ke vaginaku. "Argh.. argh..! Vid, kontolmu enak sekali.. walau tubuhmu bau.. keringat.. argh.. arghh.. Trus.. Vid.. trus..! Kontolmu nikmat sekali.." David terus menghujamkan kemaluannya ke dalam vaginaku. Perasaan ini sama sekali belum pernah kurasakan dalam hidupku. Tapi karena nikmatnya, aku merasa tidak memperdulikan apakah laki-laki yang menikmati vaginaku itu supirku sendiri. David pun juga terus melumatkan payudaraku dengan putingnya digigit-gigit, yang membuatku makin menggelinjang. "Vid.., gila..! Enak buanget kontol lu, argh.. argh..!" kataku menanggapi kelakuannya. "Bu.. memek Ibu juga.. nikmat banget..! Kontol saya kayak diperas-peras..! Enak buanget.. Bu." jawabnya sambil terus melakukan gerakan yang membuatku terasa nikmat. Hampir satu jam kemudian, vaginaku terhujam batang kejantanannya David. Aku pun memberontak dan mengelepar ke kiri dan kanan, sambil kujambak rambutnya yang hitam ikal. Vaginaku terasa sakit luar biasa dengan mengeluarkan cairan putih kental dan berdarah, namun nikmat bukan kepalang. Cairan itu membasahi kemaluan David yang masih tertanam di vaginaku. Saking banyaknya cairan itu sampai keluar hingga meluber ke pahaku. "Argh.. arghh.. Vid. Aku keluar nich..! Argh.. argh.. sakit Vid, namun.. enak buanget deh..! Aku sampe.. lemas nih..! Argh.. argh..!" Tubuhku pun lemas tidak berdaya dengan tetesan cairan putih kemerah-merahan di vaginaku yang tumpah ke seprei, membuatku agak panik begitu melihatnya. "Vid..! Aku kenapa..? Kok ada.. darahnya.. juga..?" "Ya.., memang Bu. Vagina Ibu sudah sobek. Jadi berdarah.., Ibu bukan perawan lagi." "Hah..? Aku tidak perawan lagi..? Kamu apain sih..!" "Tenang Bu..! Kalau ada apa-apa, David tanggung jawab." "Ya sudah." Aku pun langsung lemas lagi karena tetesan itu masih mengalir. Namun aku tidak berbuat apa-apa ketika badanku diputar posisinya hingga aku menungging. Dan selama itu pun batang David masih tertanam pada vaginaku sehingga terasa agak perih. David lalu memompanya lagi kemaluannya keluar masuk vaginaku, makin lama rasa perih vaginaku hilang karena rasa nikmat luar biasa yang kurasakan pada vaginaku. Aku merasa kalau batang kejantanan David rasanya lebih tertusuk ke dalam lagi hingga terasa ke perutku. Hampir 1 jam kemudian, aku pun mengeluarkan cairan lagi yang membuat diriku makin lemas tidak berdaya, yang mana banyak sekali cairan putih kental seakan tidak habis-habisnya dari vaginaku, tubuhku menjadi lunglai. "Akh.. akh.. Vid.. aku keluar lagi nich..!" Lima menit kemudian, akhirnya David pun sampai juga pada puncaknya. Namun karena posisi tubuhku yang sudah loyo, sehingga David tidak dapat melepaskan batang kemaluannya dari vaginaku dan secara otomatis cairan hangat pun mengalir dengan derasnya dari penisnya membasahi rahimku. "Bu.., aku keluar nich..! Aku.. keluar.. argh.. argh.. tapi.. nggak bisa dicabut dari memek Ibu.." Aku tidak berbuat apa-apa atas tindakan david membuang sperma di rahimku, karena rasa hangat dan nikmat yang kurasakan, aku hanya tersenyum. "Vid. Hangat sekali sperma kamu. Argh..!" Setelah cairan sperma David membasahi vaginaku, dan setelah dia mengubah posisi tubuhku, akhirnya batang kejantanannya terlepas juga dari vaginaku. Lalu ambruklah tubuh David di atas tubuhku yang sangat lemas. Kami pun tertidur lemas tidak berdaya. Aku terbangun sekitar jam 06.00 pagi. Disaat terbangun, aku terkaget-kaget melihat David, supirku sedang tertidur telanjang di sampingku. Aku pun langsung loncat dari tempat tidurku, saat itu aku ingin sekali membangunkan dan memarahinya, namun setelah kuingat lagi peristiwa yang David lakukan padaku malamnya, aku malah tersenyum senang. Lalu kudekatkan tubuhku yang juga bugil, kusandarkan kepalaku dekat kemaluan David, lalu mulai kujilati dan kukulum batang kejantanannya. Ada sisa-sisa sperma yang rasanya agak asin terjilat olehku. 5 menit kemudian ketika batang David yang hitam legam sedang kusedot-sedot, David pun terbangun, aku pun menyudahi tindakanku. "Akh.. Vid.. batangmu..enak..sekali, tadi malam memekku kamu.. apain..? Enak sekali deh..! Saya mau kalau kamu lakukan lagi kapan-kapan." "Akh.. Ibu. Kalau begitu saya siap main lagi. Semua terserah Ibu.., tapi.. Ibu nggak marah sama David khan kalau vagina Ibu saya rusak..?" "Nggak Vid. Ibu malah menikmatinya. Kamu.. mau nggak nemenin Ibu mandi..?" "Kalau Ibu mau.., saya mah ayoo aja.." "Yoo.. Vid..!" Aku dan David bermain lagi di kamar mandi sekalian membersihkan tubuh kami. Sejak saat itu, aku dan David hampir tiap malam melakukan hubungan suami istri. David, selain menjadi supirku kini menjadi budak nafsu seksku, dan sudah hampir 9 bulan hubunganku dengan David. Aku pun berharap dapat hamil dari benihnya David, supirku. TAMAT


Wednesday, September 19, 2012

Lika-liku kehidupanku - 3

Awek Pantat Panas CantikDewa membasahi penisnya dengan air liur. Diusapkan juga air liur di atas lubang anus Edward. Dewa mulai menyodokkan penisnya. Ketika menyentuh lubang anus, Dewa berhenti sejenak dan menggesek-gesekkan ujung penisnya ke atas dan ke bawah, Edward merasakan nikmat geli yang luar biasa. Nikmat sekali. Tangan Edward yang bebas berusaha mengocok penisnya sendiri.

"Wa.. Ambilin biore yang ada di gayung itu.!" kata Edward ketika dirasanya kocokan di penisnya tidak nikmat. Dewa lalu memberikan biore itu pada Edward. Edward lalu mencampur biore dengan air liurnya dan dioleskan ke kepala penis milik dia dan Dewa.

Friday, August 31, 2012

Ciuman ala bintang Hollywood

Awek Pantat Panas CantikHmm...kira-kira ciuman seperti apa yang membuat pasangan Anda bergetar? A la Tom Cruise atau Demi Moore nampaknya cukup menantang. Mau tahu rahasia mereka? Ini dia!

Semua adegan ciuman di layar lebar sepertinya tampak sungguhan. Adegan ciuman ini kadang terkesan mengharukan, romantis, menggairahkan atau bahkan menjijikkan. Namun ada beberapa adegan ciuman di film Hollywood yang bisa menjadi kunci sukses Anda menjalin hubungan dengan pasangan.

Tuesday, August 14, 2012

Tika istri gelapku - 1

Awek Pantat Panas CantikBerawal ketika aku mendapat respon dari beberapa wanita yang sempat membaca kisah-kisahku pornoku, di antaranya seorang gadis muda yang masih mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di kota Makassar. Usianya kutaksir maksimal 28 tahun. Namanya Tika (nama samaran). Dia sangat tertarik dengan kisahku dan ingin kenalan denganku lebih jauh, bahkan kami sepakat lewat e-mail untuk saling tukar pengalaman.

Saya masih ingat, waktu itu sekedar iseng membuka inbox emailku kalau-kalau ada email yang masuk. Tepatnya 4 Juni 2003, sebuah alamat email yang bertuliskan @yahoo.au di ujungnya, kucoba klik dan ternyata ia mengajakku kenalan. Akupun mencoba membalasnya sesuai janjiku pada setiap kisah porno yang kukirim, meskipun kalimatnya ala kadarnya yang penting tidak mengecewakan bagi pengirimnya. Apalagi namanya menunjukkan nama seorang wanita, sehingga pasti kuusahakan menyapanya. Hanya dalam tempo 24 jam kemudian, email itu kembali muncul di kotak emailku dan isinya menunjukkan ada keseriusan mau kenalan lebih jauh denganku. Akupun semakin menunjukkan keseriusan mau kenalan dengannya, apalagi setelah kuketahui kalau ia tinggal tidak terlalu jauh jaraknya dari kota tempat tinggalku. Kami hanya beda kota kabupaten, tapi ada dalam satu wilayah propinsi Sulsel.

Wednesday, July 18, 2012

Terjebak pesona - 2

Awek Pantat Panas CantikKini aku dalam posisi terikat tak berdaya telentang di ranjang, sungguh pengalaman baru bagiku merasakan ketidakberdayaan dihadapan laki laki yang belum kukenal lama. Dalam posisi terikat kembali Hari menjamah seluruh tubuhku, diciuminya pipi dan bibirku, menjelajahi seluruh tubuhku, lalu dia mengulum dan menyedot putingku, aku hanya bisa mendesah dan menggeliat nikmat, tak bisa membalas dengan pelukan atau lainnya, tak terasa dengan tidak berdaya seperti ini ada sensasi tersendiri, suatu sensasi dan kenikmatan yang tak terbayangkan sebelumnya, antara nikmat dan takut.

Kepala Hari sudah berada di selangkanganku, kunaikkan pinggulku, dengan liarnya jilatannya menyusuri vaginaku, diselingi dengan kocokan dua jari, aku makin mendesah dan menggeliat tanpa bisa berbuat apa apa, tapi anehnya justru aku merasakan sensasi yang lain yang belum pernah kurasakan. Dia kembali menindihku, dengan sekali dorong masuklah penisnya menembus vaginaku dan dikocoknya dengan cepat. Tubuhku dipeluk erat meski aku tak bisa membalas pelukannya, hanya desah kenikmatan yang bisa kuperbuat.