k Cerita Awek: Cum panas
Showing posts with label Cum panas. Show all posts
Showing posts with label Cum panas. Show all posts

Friday, December 16, 2011

Saat-saat indah bersama Angie

Nama saya Don, kini masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Cerita ini terjadi kira-kira setahun yang lalu. Setelah menyelesaikan Ujian Akhir Semester, saya pulang ke Jakarta dengan KA Parahyangan. Perjalanan berlangsung lancar, dan sesampainya di Stasiun Gambir, saya langsung berjalan menuju halte bus di seberang stasiun untuk menunggu bus Steady Safe ke arah rumah saya. Di halte bus, saya melihat seorang cewek SMA yang seksi, putih mulus dan cantik sekali serta mempunyai payudara yang bisa membuat setiap laki-laki menelan ludah. Pokoknya boleh dibilang, cewek seperti dia di kampus saya tidak bakal ketemu deh. Maklum deh, di kampus saya mayoritas mahasiswanya cowok, apalagi di jurusan saya. Tanpa berpikir panjang, saya pun berkenalan dengan cewek itu. Namanya Anggie, dan karena bus jurusan ke rumah saya sudah datang, saya pun langsung memberi alamat kos saya di Bandung beserta nomer teleponnya.

Keesokan harinya saya bersama ibu dan adik saya berlibur ke Singapore selama 4 hari. Kami menginap di Orchard Parade Hotel. Di Singapore, karena berbeda dalam hal selera berbelanja, saya berjalan sendiri, sedangkan ibu dan adik saya berjalan berdua. Liburan itu hanya saya isi dengan berjalan keliling Singapore sendirian mulai dari Orchard sampai Bukit Batok, semua daerah saya datangi. Setelah 4 hari kami balik ke Jakarta, dan keesokan harinya saya langsung ke Bandung untuk persiapan berangkat Kerja Praktek ke luar pulau.

Pada saat saya tiba di kos saya di Bandung, saya mendapat surat kiriman dari Anggie, yang intinya menanyakan kapan saya main ke Jakarta lagi. Keesokan harinya saya langsung balik ke Jakarta lagi, meskipun ibu saya sampai bingung kenapa nih anak bolak-balik Jakarta-Bandung. Malamnya saya menelepon Anggie dan kami janjian ketemu di depan sekolahnya di kawasan Gambir.

Keesokan harinya kami pun bertemu sesuai dengan janji kami. Langsung saja kami meluncur ke Blok M Plaza. Dalam perjalanan itu, Anggie berulang kali meletakkan tangannya di paha kiri saya. Saya pun langsung terangsang, meskipun saat itu saya berpura-pura cuek saja. Karena saat itu saya memakai jeans, ereksi tersebut membuat saya agak kesakitan. "Ntar lagi dong, Nggie.., sakit banget nih". Anggie pun menghentikan rangsangannya sambil tersenyum menertawakan sakit yang saya rasakan. Sampai di Blok M kami pun berjalan keliling plaza sambil bergandengan tangan. Setelah sekitar 2 jam, kami kembali ke mobil.

Sesampainya di mobil, saya menyuruh Anggie agar dia duduk di kursi belakang saja dengan alasan untuk bercerita dulu. Sambil bercerita tiba-tiba Anggie meminta saya memangkunya. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan, langsung saja tangan saya membelai rambutnya, meremas payudaranya, namun pada saat tangan saya meremas kemaluannya, tiba-tiba Anggie berbalik dengan agresifnya dan langsung saja tangan kanannya masuk ke dalam CD saya. Kontan saja saya tak berdaya dibuatnya.
"Don, asyik nggak Don..?", bisik Anggie sambil mencium bibir saya.
"Iya.., iya.., asal jangan ditarik keras-keras, Nggie..", balas saya sambil mencium bibirnya. Anggie pun tertawa nakal.

Lalu kedua tangannya membuka retsleting jeans-ku serta CD-ku sehingga saya tinggal mengenakan T-Shirt saja. Merasa terpojok, langsung saja saat itu juga saya "menggeledah" seragam SMA Anggie, mulai dari pakaian dan BH-nya, namun saya masih ragu-ragu untuk membuka roknya. Tangan kami saling berebutan meremas-remas "jantung pertahanan" lawan sedangkan lidah kami saling berciuman dan menjilat-jilat lidah lawan. Tanpa terasa batang kemaluan saya mulai mengembang tegak penuh rangsangan. Don.., jangan kasar dong..!", kata Anggie kepadaku.

Pada saat tanganku masuk ke CD-nya, terasa mulai banyak cairan yang baunya baru pertama kali saya rasakan. "Ehgg.., ehhgg.., Don.., saya ingin jilat anu kamu Don.., cepet Don..!". Tanpa berpikir panjang langsung saya arahkan batang kemaluan saya ke mulut Anggie dan dia pun langsung menikmatinya meskipun agak kewalahan juga.
"Nggie siap-siap Nggie.., gue udah mau keluar nih.."
"Ntar Don.., jangan dulu..", kata Anggie sambil menutup matanya.
Tapi saya sudah tak kuasa lagi menahan nafsu ini. Langsung saja saya menggenjot batang kemaluan saya dengan kencang sehingga mobil tempat kami "praktikum" bergoyang lumayan hebat. Untung saja orang dalam mobil di samping sedang asyik berbelanja.

Pada saat itu tangan Anggie langsung memeluk pantat saya, dan jari-jarinya sekali-kali meremas biji peler saya. Saya pun terus menambah genjotan saya sampai optimum sehingga Anggie terpaksa setengah menggigit senjata saya agar tidak lepas. "Mmhh.., mmhh.., mhuuhh..", seakan-akan Anggie menelan ludahnya sehinga saya merasa semakin bergairah. Dan tak lama kemudian, "Crot.., ccrrott.., crott.." Sperma saya keluar dan langsung ditelan Anggie sambil menjilat-jilat batang kemaluan saya.

Kami pun terkulai lemas untuk beberapa saat, karena melihat satpam Blok M Plaza berjalan ke arah kami, maka kami segera memakai kembali pakaian kami masing-masing, meskipun dalam hati kecil saya merasa belum puas karena belum sempat mengulum payudara dan liang kenikmatan Anggie. Namun Anggie merasa puas sekali dengan permainan yang baru kami lakukan. Kami pun meninggalkan Blok M Plaza untuk mengantar Anggie ke arah rumahnya di kawasan Jakarta Timur.

Dalam perjalanan ke rumah Anggie, saya melihat ada satu kompleks perumahan yang lumayan sepi. Langsung saja saya membelokkan mobil saya ke arah kompleks itu, Anggie pun kebingungan. Kami berhenti di bawah sebuar pohon yang rindang di daerah yang sepi dari kompleks itu.
"Nggie.., gue masih ingin Nggie..", bisik saya ke telinga Anggie.
Langsung saja saja cium bibir dan pipinya, hingga pipinya kemerah-merahan akibat saya cupang. Kemudian ciumanku turun ke leher dan akhirnya sampai juga di payudaranya.

"Toket loe oke punya Nggie..", ujarku.
Anggie yang sedang mendesah berusaha tertawa ringan mendengar pujianku.
"Rudal kamu juga lumayan kok Don..!", balas Anggie.
Saat itu kedua tangan Anggie hanya bisa memeluk punggung saya karena tidak berdaya menahan ciuman dan bahkan sesekali gigitan saya.
"Nggie.., loe nungging deh Nggie..", ajak saya.
Anggie pun menurut saja. Dari belakang saya arahkan batang kemaluan saya ke liang kenikmatannya sedangkan tangan saya meremas kedua payudaranya dan kaki saya menjepit kakinya. Tampak Anggie kegelian merasakan bulu-bulu kaki saya yang menjepit kakinya yang mulus itu. Tangan Anggie pun tampak tidak mau kalah, dia arahkan kedua tangannya ke punggung saya sehingga kami berdua menyatu erat sekali.

"Oke Nggie.., udah siap say..?", tanyaku mengingatkan Anggie yang masih mendesah.
"Mulai aja Don.., sapa takut..", jawab Anggie penuh percaya diri.
Mulailah saya lakukan gesekan-gesekan ringan yang membuat Anggie sesekali mendesah keras. Mobil pun kembali mulai bergoyang hebat.
"Tahan yah Nggie.., pasti enak kok..", rayu saya padanya.
"Iya Don.., saya tahan kok Don..", sahutnya.
Tanpa terasa keringat di punggung saya terasa begitu panas sehingga mengganggu "praktikum" kami.

Agar bisa sambil berciuman, saya membalikkan kepala Anggie ke belakang sehingga kami tetap bisa sambil berciuman dengan penuh nafsu birahi. Saya sadar bahwa gaya ini merupakan gaya egois saya karena semua onderdil saya dapat menikmati onderdil Anggie, sedangkan Anggie hanya bisa berciuman, itu pun kepalanya berbalik arah. Sesekali agar Anggie tidak mendesah begitu keras, saya cubit pahanya sehingga dia tersenyum ringan.
"Ayo Nggie.., lawan saya Nggie", tantang saya sombong pada Anggie.
Anggie pun seakan-akan tak mau kalah, payudaranya mulai mengeras dan liang kenikmatannya mulai mengeluarkan cairan, namun ciumannya seakan-akan mulai mengalahkan ciuman saya. Saya pun mulai kewalahan sekalipun posisi badan saya lebih menguntungkan.

"Oke Nggie.., mulai lagi yaa sayang..", bisik saya.
"Mmhh.., mmhh.., Don.., peluk aku Don..", teriak Anggie seolah-olah ingin lebih merasakan kenikmatan.
Kami pun bercinta dengan gaya kucing di dalam mobil. Genjotan yang saya lakukan semakin bertambah keras dan kencang sehingga Anggie seakan-akan sudah tidak berdaya lagi. "Ahh.., ahh.., ahh.., auuhh..", terdengar sayup-sayup genjotan saya pada liang kenikmatan Anggie. Dan saya pun mulai merasakan bahwa permainan sudah mau berakhir.
"Don.., enak Don.., tambah lagi Don.., lagi sayaang.., lagii..!", teriak Anggie lumayan keras. Dan akhirnya, " Crot.., croott.., croot.., croott", keluarlah cairan yang begitu banyak sehingga permainan berakhir sambil kami tetap terus berciuman. Kami pun tertidur lagi, dan karena sudah lumayan malam saya mengantar Anggie pulang ke rumahnya.

Sampai di rumah Anggie kira-kira jam 11 malam. Saya tidak tahu apa yang dikatakan Anggie kalau orang tuanya menanyakan dari mana saja. Pakaian seragam Anggie begitu kusut bahkan ada beberapa tetes sperma saya yang mengenai rok SMA-nya. Saya pun pulang ke rumah dan tiba di rumah sekitar jam 11.45. Untung semuanya sudah tidur tinggal pembantu yang membukakan pintu. Di dalam kamar tidur saya merenung, menangis tapi puas betul, pokoknya semua perasaan bercampur baur.

Keesokan harinya saya hanya menelepon Anggie, menanyakan kabarnya. Saya berpamitan lewat telepon karena besok harus balik ke Bandung dan selanjutnya berangkat Kerja Praktek. Anggie menanyakan jam keberangkatan saya.

Keesokan harinya tepat saat berada di lantai atas stasium Gambir saya kaget setengah mati, ternyata ada cewek cantik berseragam SMA menunggu di pinggir kereta Parahyangan. Anggiee..!
Kami pun berciuman di depan umum, kontan semua orang heran melihat gelagat kami, kami lupa kalau ini sudah bukan di dalam mobil lagi.

Anggie pun mengantarkan saya meletakkan tas saya di dalam kereta. Dan kami hendak kembali ke luar kereta untuk sekedar ngobrol-ngobrol. Saat melewati toilet KA Kelas Eksekutif karena melihat toilet kosong, otak saya langsung "berpikir efisien" lagi. Segera tangan saya menyambar tangan putih Anggie sehingga kami berdua masuk ke toilet yang sempit itu.

"Nggie.., loe masih mau gue cium nggak Nggie", tanya saya.
"Boleh aja Don.., asal jangan kenceng-kenceng seperti kemarin dulu", jawabnya.
Kami pun berciuman di toilet itu lama sekali dengan tangan saling memeluk mengingat keterbatasan waktu untuk bermain lebih lama lagi.

Tiba-tiba ada yang mengetuk keras-keras pintu toilet sehingga kami berdua sangat panik.
"Don.., entar aja Don.., rapiin baju dulu!", kata Anggie.
Kami pun saling merapikan baju kami, dengan deg-degan kami keluar dari toilet. Langsung saja si pengetuk pintu berteriak, "Busyet dah nih orang.., ke WC barengan..!". Kami pun panik sambil pura-pura tidak mendengar padahal banyak sekali orang yang melihat kejadian itu.

Kereta pun berangkat ke Bandung. Kami hanya bisa saling memandang saat kereta mulai bergerak seakan-akan masih belum puas atas hasil kerja keras kami. Sesampainya di Bandung saya masih sering melamun di kamar kos bahkan di kampus, seandainya saat ini Anggie menari bugil di depan saya. Kami pun hanya saling telepon, terlebih lagi pada saat saya kerja praktek di luar pulau.

Sekembalinya kerja praktek, saya pernah hendak membeli koran di dekat tempat parkir motor di kampus. Tanpa sengaja ada anak remaja cewek yang membeli sebuah majalah remaja. Saya mencuri-curi melihat isi majalah tersebut saat cewek itu sedang membaca majalah tersebut. Ya Tuhan.., ternyata Anggie menjadi profil di halaman muka majalah itu. Malamnya saya interlokal ke Jakarta menanyakan hal tersebut. Ternyata hal tersebut sudah berlangsung lama, Anggie memang seorang model di majalah tersebut bahkan pernah membintangi iklan bedak di televisi (sekarang tidak lagi). Saya saat itu merasa bingung sendiri, mengapa baru tahu sekarang, maklumlah meskipun di kos-kosan saya ada televisi namun kalau ada iklan saya tidak terlalu memperhatikannya.

Sekarang ini sudah setahun kejadian itu berlangsung. Kalau saya sedang di Jakarta, seringkali saya menelepon Anggie dan menjemputnya, namun kami tidak melakukan seperti yang sudah-sudah. Kami "hanya" beradu ciuman di tempat parkir Mall (paling sering Pondok Indah Mall). Yang kalah dalam adu ciuman harus mentraktir di sebuah restoran Itali di PIM. Skor sampai dengan saat saya mengetik tulisan ini masih 3-2 untuk keunggulan Anggie. Doakan agar saya dapat menyamakan kedudukan.

TAMAT


Sunday, December 11, 2011

Awek Kampung



Awek Kampung

Kisah gua nii..berlaku kat sebuah kampong di pendalaman negeri pahang.
Tahun lepas gua ikut member kamcing di ofis ke kenduri kahwin di rumah
dia kat pahang tuu.

Masa gua sampai kat rumah orang tua dia..orang kampung tengah ramai
sedang gotong royong dirikan khemas dan ada orang pompuan yang sibuk
buat kuih agaknya. Rupanya member gua nii cukup popular kat kampung
dia..maklumkah dia ni berjawatan engineer..so kita orang ( bertiga )
jadi tumpuanlah dengan semua orang kat rumah dia. Gua dengan Lan member
gua sorang lagi terus jadi tumpuan..macam Yang Berhormat aje...

Biasalah..jiwa playboy gua seperti tak dapat ditahan dan meronta untuk
survey muka muka cun anak dara kat rumah member gua tu.. gua atur
langkah macam bilal masjid aje..tunduk dan sentiasa senyum kalau mata
bertembung dengan sesiapa. Phuff..cara gua tuu memang boleh jadi calon
menantu dato. Gua ingat Siti Nurhaliza pun meleleh air liur tengok
kemanchoan gua tuu..

So dipendekkan cerita...gua terlepas senyum pada seorang awek yang pada
pandangan gua cun jugak kalau disolek dan pakai seksi. Sekali pandang
sebijik macam Linda Rafar dua kali pandang betul betul macama Linda
Rafar tengah berbogel.

Gua senyum sumbing dia balas.. gua tak berani tegur..takut kena parang
dengan mamat kampung tuu..tapi kalau di k.l daj lama gua terkam..jenis
buaya macam gua nii tak boleh pakai sangat.

sebelah malam..gua tengok awek tuu ada lagi..dah tukar baju..baju kurung
warna hijau berbunga..tapi gua perasan dia berdua dengan seorang awek
lagi...nampak lebih tua dari dia dan macam kakak dia aje.
Kebetulan gua nampak dia tengah siapkan pelamin pengantin. Member gua
tuu dah tahu gua sedang attack awek macam linda rafar tuu..so mamat tuu
bisik kat gua.."kalau luu nak gua boleh introduce.. awek tuu adik
beradik..yang muda sekolah lagi..yang berumur sikit tuu kakaknya..janda
anak 2...laki dia lari balik indonesia.." member gua bagi laluan..

Member gua pun pergi kat pelamin dan cakap cakap dengan awek
tu..kamudian dia panggil gua datang.. " Ni member....dari k.l...pakar
buat pelamin " selamba member gua ayat awek tuu..so gua pun tak tangguh
terus tegur dan masuk jarum. Sambil buat kerja sambil cerita..so gua
dapat tahu rumah dia orang tak berapa jauh dari rumah member gua. Kakak
dia umurnya 25 dan adik dia 16 tahun...mulut dia orang ceria ..gua syok
sungguh...tambah pulak..mata dua duanya tajam kalau merenung dua.
Sebenarnya i dah geram tengok tetek keduanya...bulat..keras dan besar
boleh tahan.

Awek 2 beradik nii pun kiranya nak balik rumah lebih kurang pukul 12
malam...tapi entah macamana...emak member gua tahan tak kasi balik sebab
nak hias bilik pengantik lak..so gua pun tambah seronok...gua sama 2
beradik nii siapkan bilik pengantin lak..kita orang bertiga aje kerana
dah ramai yang tido..gua pulak sengaja buat-buat idea yang susah sebab
gua sudah ada plan lain..

Gua tak banyak pilihan..sambil buat kerja, mulut gua mula ayat benda
benda yang miang...ada sekali tuu..gua lap tilam sambil berseloroh..."
area nii sensitif tau." adik dia tanya, "kenapa lak.." gua balas.."
malam esok ada darah nak melekat..." terus dua beradik tuu senyum dan
ketawa kecil.

Jam dan dekat pukul 2 pagi..suasana memang dan sunyi..cuma kendengaran
bising sikit kat diluar rumah...dalam rumah tuu..dan macam macam aksi
orang tengak tido. gua perasan yang kakak dia nii...nampak lain aje dan
adik dia lak suka bergesel dengan gua sambil buat kerja. Kepala otak gua
tengah plan macamana nak rembat kakak dia..adik tak mau berenggang
langsung..

Tiba tiba kakak dia sound....suruh adik dia ke dapur ambilkan air
minum....so adik dia keluar bilik dan kakak dia terus sound gua. "Jham
tak mengantuk lagi ke ? " gua jawab.." mengantuk..tapi dekat u rasa
segak lak.." dia balas " apa yang segar.? " gua terus masuk daun "
atas dan bawa..." dia senyum...dan pandang kat luar bilik..line
clear..dan tangan dia terus pegang batang konek gua.
Ramas-ramas..memanglah cepat kerasnya.." besar gak adik jham nii " dia
sound. Gua balas.." besar tak dapat akaknya buat apa..buat berat nak
bawa aje.." Nak ke...? " dia tanya. " Adik u tuu macamana ? " i tanya
balik. " ala dia sporting...kalau nak nanti jham turun ...pergi kejalan
besar.."

Dipenddekkan cerita..gua tunggu dan rupanya dia nak balik rumah dia
dengan adik dia...dalam gelap kat jalan tuu..dia sound gua suruh ikut
dia orang dari belakang dalam jarak yang jauh ke rumah dia dan terus ke
sebelah rumah dia..

Gua masuk rumah dia ikut tingkap yang adik dia buka..rupanya orang tua
dia masih belum balik dari rumah member gua. Bilik tuu pulak bilik tido
dia orang ( kira share.. ) . Wangi dan cahayapun samar-samar.
Adik dia suruh i duduk atas katil...kakaknya kat bilik air..so gua pun
tak tangguh..masuk jarum gak..

" Ani niii tak nampak macam umur 16 lah..." gua ayat.
" mengapa ? " ani jawab.
" body solid..terangkat...geram.." gua terus terang.
"eeee..gatalnya " ani jawab sambil mata renung gua.

Apalagi gua pun..terus peluk ani dari depan..dia tak menolak..malan dia
peluk gua lagi kemas..tetek dia terus terhimpit dengan dada gua.
Gua cium dia..lidah gua cari lidah dia..boleh tahan gak ani nii..dia
kulum balik lidah gua...lama gak gua romen ani nii..kamudian gua
baringkan ani atas katil dan terus ramas tetek dia dengan sesedap rasa.
Mata dia terpejam...gua pun memang tak sabar...gu tarik hujung baju
jurung dua dan tanggalkan baju dia..kamudian tanggalkan bra dia.
Gua pun apa lagi... terus hisap puting tetek dia dengan ganasnya..ani
mula mengerang...gua pulak mula tanggal baju dan seluar gua cuma ada
underware...gua terus tindih badan ani dan romen dia balik...

Ani tak tolak...cepat-cepat tangan gua lurutkan kain dia dan gua tolak
underware dia sekali...jari gua terus ramas cipap ani..bulu dia cantik
tersusun..tengah sedap mainkan cipap ani...kakak dia masuk..cis....
gua panik jugak..

" ala jham..teruskanlah...i tak kisah.." kakak dia sound.

Kakak dia (ina) nii tengah berkemban dengan tuala aje. terus ke meja
solek dan sapu bedak serta minyak wangi kat badan...gua lak balik semula
ke ani dan teruskan adegan selanjutnya...gua tak tengok ina
lagilah....tiba tiba gua rasa ada jari yang tarik underware gua dari
belakang.rupanya ina kakaknya nak tanggalkan under ware gua. Apa lagi
gua ikut ajelah...sambil tangan gua sebelah lagi tanggalkan towel ina.

Masa tuu,,kita orang bertiga dah telanjang bogel...mulut gua mula cari
cipap ani..gua jilat cipap ani dengan kuat kuat..ani tak boleh
katalah..mengerang dan mengeluh tak tentu arah...kamudian ina lak mula
hisap konek gua...

Ina memang pro hisap konek...gua kelabu mata dibuatnya. bila konek gua
dah tak tahan...gua mintak dia stop dan gua mula pegang konek gua dan
bawa ke cipap ani...ina lak bantu bontot gua dengan peluk belakang
gua...batang gua terus masuk kedalam cipap ani tanpa banyak masalah..dah
tarak dara...dia hayun ikut rentak dangdut..ina lak..tolong gua hentak
cipap adiknya. keadaan ani tak boleh kata..mengelising macam
cacing....kamudian gua cabut konek gua dan pusing kearah ina. gua peluk
ina dan gua baring atas tilam lak..ina ata badan gua..dan
mengangkang...tak bagi salam pun terus dia masukkkan konek gua dalam
cipap dia yang tembam tuu.. dia ayak gua sungguh-sungguh sambil tuu ani
lak mengangkang atas muka gua. Gua jilat balik cipap ani..

Kemudian gua tukar-tukar posisi ..sekejap gua taruk akak sekejap gua
taruk adik..memang dua duanya sporting...main lak macam nak buat anak
kembar 10 aje...batang konek gua tak boleh nak kata..nak pecah...lebih
kurang 30 minit gua kena lanyak dan gua fuck dia orang..gua sound...

" please...air i nak keluar nii..."

Gua cabut batang konek gua...gua lancap batang konek gua depan muka dia
orang berdua..gua lancap gila gila..dan bila nak terpancut gua halakan
ke muda dua beradik nii...then gua terus pancut kat muka dia
orang..phufff..lega...sedap..puass..

Malam tuuu....gua terus tido dalam bilik dia orang sampai puku 6
pagi..baru gua terjun tingkap dan balik rumah member gua.

Actually..kisah gua dengan dua beradik nii..ada lagi pada malam esok
lak..tapi lain kalilah gua cerita kat lu all..

Chaw....