k Cerita Awek: melayu boleh
Showing posts with label melayu boleh. Show all posts
Showing posts with label melayu boleh. Show all posts

Friday, December 6, 2013

Cinta pertamaku

Awek Pantat Panas CantikHi pembaca yang setia, aku baru pertama menulis di sini, dan aku sekarang ingin berbagi pengalamanku kepada pembaca sekalian. Aku berbagi pengalaman ini karena menurut aku ini adalah hal yang paling indah yang pernah aku alami. Aku akan mulai dengan perkenalan singkat, namaku Azwin, usiaku 19 tahun, sekarang aku sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Aku mempunyai sifat pemalu yang sejak dulu menjadi hambatan bagiku dalam menjalin hubungan dengan lawan jenisku. Peristiwa yang aku alami ini ternyata mengubah hidupku menjadi luar biasa, lebih dari yang aku bisa bayangkan.

Perjalananku dimulai ketika aku pulang ke Jakarta pada saat liburan semester. Liburanku berawal dari tanggal 27 Juli sampai dengan 13 September, aku berada di Jakarta sudah sejak tanggal 30 Juli. Dalam liburan ini aku berkunjung ke rumah beberapa temanku, diantaranya adalah seorang teman lamaku Silvi yang sudah sejak SMU tidak pernah bertemu. Kalau kuhitung-hitung sudah sekitar satu tahun aku tidak bertemu dia. Sejak aku pertama kali bertemu dia aku langsung jatuh cinta.

Friday, September 6, 2013

The power of love - 7

Awek Pantat Panas CantikSidang skripsi sukses dilewati Niki. Kesibukan selanjutnya adalah lamaran dari keluarga Yogi yang sudah lama dipersiapkan. Niki masih harus meminta tandatangan pengesahan kepada para penguji dan menyelesaikan beberapa kewajiban administrasi, sementara Yogi tidak dapat mengantar karena mengurusi keluarganya dari daerah. Untuk itu Niki memintaku mengantarnya.

Niki sangat berhati-hati, menjaga jangan sampai terjadi kesalahan fatal yang dapat membatalkan perkawinannya. Makanya waktu kami sempit sekali, kebersamaan kami hanya selama perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Untung beberapa tanda tangan dapat di dapat dengan mudah, sehingga kami punya kelebihan waktu hampir satu jam. Kami mampir di kedai eskrim yang dulu biasa kami datangi.

Friday, June 7, 2013

RM50 punya cerita - 2

Awek Pantat Panas CantikDia mula dapat mengagak tindakan Pak Mahat seterusnya tetapi entah bagaimana dia masih lagi terpaku diatas meja itu seakan menantikan Pak Mahat bertindak, lantaran jiwanya sendiri telah sedikit sebanyak mula dikuasai nafsu.

"Jangan takut sayang.. Kali ni kalau Sheila bagi Pakcik masukan batang ni dalam cipap Sheila tu.. Pakcik janji akan tambah lagi RM30.. Dah jadi RM100.. Tu" pujuk Pak Mahat kerana bimbang Sheila akan menukar fikirannya.

Wednesday, March 13, 2013

Bini memberku - 3

Awek Pantat Panas CantikAku melihat tubuh badan Zarina dan menghidu bau badannya sebagaimana keadaan semula jadinya, bukannya berselindung di sebalik topeng kosmetik atau wangi-wangian tiruan. Aku dengan perlahan merendahkan mulutku dan terus mengucupnya dengan perlahan dan penuh kasih sayang.. Tidak seperti yang aku lakukan semalam. Pada mulanya, apabila bibir kami bertemu, Zarina tersentak sebentar kerana menyangka yang aku akan mengasarinya. Tetapi setelah merasai kelembutan kucupan yang berbeza itu, tubuh badannya semakin relaks. Setelah hampir dua minit kami berkucupan, Zarina dengan perlahan menarik mulutnya keluar.

"Jangan, Faris" ulanginya.
"Kalau Kamal dapat tahu tentang perkara ni he will kill us both"

Friday, February 15, 2013

Sebuah kisah

Awek Pantat Panas Cantik"Elo mau mampir enggak, lagi nggak ada orang nih".

Kalimat itu diakhiri dengan tampilan manis sederet gigi putih cemerlang. Ya, Cuma itulah yang perlu ia dengar. Oki nyaris mengacungkan kepalan keudara dan melolong, tapi tampang bunglonnya mampu dengan sempurna menampilkan ekspresi polos saat ia membalik lengan kiri, berlagak melirik arloji, dan mengangguk lugu.

Sunday, February 10, 2013

Dosenku seksi sekali - 2

Awek Pantat Panas CantikYa, aku dan teman-temanku sering bergurau begini saat melihat Bu Via: jika rambut di tempat yang terbuka saja subur, apalagi rambut di tempat yang tersembunyi. Dan ternyata aku bisa membuktikan gurauan itu. Ternyata rambut di tempat itu memang luar biasa. Bahkan aku yang semula berpikir rambut yang menghiasai vagina Kiki luar biasa karena subur dan indah, kemudian menerima kenyataan bahwa ada yang lebih indah, yaitu milik Bu Via ini. Dari samping keadaan itu seperti taman gantung Raja Nebukadnezar saja :-).
Segera berkelebat pikiran dalam otakku, betapa menyenangkannya tersesat di hutan teduh dan indah itu. Maka aku segera menenggelamkan diri di tempat itu, di hutan itu. Lidahku segera menyusuri taman indah itu dan kemudian melanjutkannya pada sumur di bawahnya. Maka Bu Via menjerit kecil ketika lidahku menancap di lubang sumur itu. Di lubang vaginanya. Bau khas vagina yang keluar dari lubang itu semakin melambungkan gairahku. Dan jeritan kecil itu kemudian di susul jeritan dan erangan patah-patah yang terus menerus serta gerakan-gerakan serupa cacing kepanasan. Dan kurasa ia memang kepanasan oleh gairah yang membakarnya.
Aku menikmati jeritan itu sebagai sensasi lain yang membuatku semakin bergairah pula menguras kenikmatan di lubang sumur vaginanya. Lendir hangat khas yang keluar dari dinding vaginanya terasa hangat pula di lidahku. Kadang-kadang kutancapkan pula lidahku di tonjolan kecil di atas lubang vaginanya. Di klitorisnya. Maka semakin santerlah erangan-erangan Bu Via yang mengikuti gerakan-gerakan menggelinjang. Demikian kulakukan hal itu sekian lama.
Kemudian pada suatu saat ia berusaha membebaskan vaginanya dari sergapan mulutku. Ia menarik sebuah bangku rias kecil yang tadi menjadi ganjal kakinya untuk mengangkang. Aku dimintanya duduk di bangku itu. Begitu aku duduk, ia kembali memagut penisku dengan mulutnya secara lembut. Tapi itu tidak lama, karena ia kemudian memegang penisku yang sudah tidak sabar mencari pasangannya itu.

Tuesday, January 29, 2013

Terima kasih Maya - 2

Awek Pantat Panas CantikDengan perasaan yang campur aduk (termasuk mereka-reka jawaban yang dapat kusampaikan pada isteriku jika pulang nanti, karena harusnya pulang pagi kok jadi sore), aku mengguyur tubuhku dengan shower yang mengeluarkan air hangat. Saat itulah kurasakan adanya tangan halus yang tengah menggosokkan sabun di bagian punggungku. Maya ternyata. Wanita itu tersenyum dan, surprise, dia dalam keadaan telanjang bulat memandangiku.

"Tubuh Mas bagus..," sepasang matanya yang nakal sempat melirik ke arah selangkanganku.
Kucoba menarik tubuhnya untuk kupeluk, tapi dia menghindar.

Monday, January 21, 2013

Minah kolej diseligi

Awek Pantat Panas CantikPembaca situs Rumah Seks yang amat disayangi. Ini kisah benar pengembaraan N dalam dunia chatting. Sungguh tidak percaya dan kurang yakin pada mulanya 'chatting' adalah wadah mencari partner/kawan apa sahaja. Dunia siber boleh dibawa ke alam realiti untuk menjadi kenyataan.

Semenjak aku ditawarkan kerja sebagai guru ni, aku cukup risau mendengar kabar angin yang bertiup. Jawatan inipun hanya sebagai guru sandaran sahaja setelah aku beberapa bulan menjadi penganggur terhormat dengan memegang ijazah dari sebuah universiti. Itu pun setelah aku dah mula jenuh mendengar leteran abah dan rungut ibu kerana mereka kata aku ni memilih kerja sangat.

Thursday, January 10, 2013

Cyberlove story - 1

Awek Pantat Panas CantikTeknologi mempengaruhi perilaku manusia tak bisa dibantah. Perkembangan teknologi jaringan yang begitu pesat memungkinkan orang melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya hanya dengan sentuhan ujung jari di kamar masing-masing tanpa terjebak traffic jam. Ngobrol, berbelanja, berkiriman dokumen, cari informasi apapun, semuanya dapat dilakukan tanpa beranjak dari rumah. Bahkan sebentar lagi orang tak memerlukan office space yang mahal itu. Seluruh aktivitas bisnis dapat dilakukan dan dikendalikan dari rumah. Boss tak pernah bertatap muka langsung dengan staff-nya merupakan hal yang biasa. Tak apa-apa, yang penting urusan beres. Demikian pula untuk satu urusan yang universal dimiliki manusia penghuni planet biru ini, urusan cinta. Orang jatuh cinta tak lagi hanya dari pandangan pertama, tapi bisa dimulai dari sentuhan ujung jari pada keyboard. Cyber Love, demikian julukannya. Seperti kisah cinta di dunia nyata, percintaan di alam mayapun tak selalu diakhiri dengan happy ending, malahan lebih banyak unhappy-nya, paling tidak seperti yang pernah kualami. Dua kali Aku terlibat cinta cyber dan dua-duanya berakhir dengan unhappy. Inilah yang hendak Aku ceritakan kepada Anda sekalian pecinta Rumah Seks yang budiman! Anda yang tak tertarik dengan perselingkuhan yang berakhir unhappy jangan dilanjutkan membacanya, cukup sampai disini saja. Juga bagi Anda yang tak suka kisah-kisah kegagalan. Aku memang tak secanggih para penggemar Rumah Seks lainnya yang begitu mudah mendapatkan cewek idealnya. Begitu mudah menggaet cewek dengan gambaran tubuh yang "wah" dan amat mudah juga mengajaknya ML. Beginilah Anda biasanya menggambarkan fisik yang "wah" itu: Langsing dan tinggi nyaris dua meter, kulit putih mulus licin bak salju sehingga lalatpun gagal hinggap di tubuhnya, terpeleset --walaupun belum tentu pernah melihat salju--, buah dada kenyal bulat sebesar kepala bayi, pinggang ramping kayak bambu, paha bulat mirip batang pohon pinang dengan liang vagina sekecil lidi.. pendek kata, seperti Sophia Latjuba atau Tamara Blezinsky-lah (gimanapun ejaannya). Aku tak secanggih itu, pembaca. Cewek teman selingkuhku tak secantik kedua selebritis itu. Tinggi "cuman" 163 (tidak 2 meter), kulit kuning langsat (bukan putih), bra ukuran 34 (bukan bukan dibalik jadi 43), pinggang cukup membentuk gitar (nggak sekecil bambu) dan "kewanitaan" yang sedikit sesak untuk ukuran penisku yang rata-rata orang melayu. Dan untuk berlanjut sampai ke ranjang pun tak semudah seperti yang biasa Anda lakukan: begitu ketemu, kenalan terus langsung jilat-jilat vagina dan tancepan. Prosesku lumayan panjang dan dengan intensitas hubungan yang naik-turun, tak selalu lancar. Aku, pria 28 tahun, sudah berkeluarga, anak satu, kerja di perusahaan swasta di Jakarta. "Ketemu" pertama kali dengan Alia (begitu saja kusebut namanya) di mailing list group yang mengkhususkan diskusi tentang politik Indonesia. Di antara belantara lalu-lintas diskusi itu suatu saat pada topik tertentu Aku dan Alia saling dukung pendapat (topik apa dan gimana saling dukungnya tak relevan bila kutulis di sini). Maka kulayangkan sebuah mail lewat japri-nya. Isi mail masih lanjutan topik tadi dan kuakhiri dengan keinginan untuk kenal lebih dekat. Perkenalanku mendapat respons positif dan mulailah kami saling berkirim mail sampai "melupakan" forum mailing-list dan jadi jarang posting. Pada tahap saling membuka identitas masing-masing kusebutkan statusku dengan sebenarnya. Alia sedang kuliah di jurusan Sospol Universitas di kotanya Makassar semester VI. Asli dari Manado tapi kelahiran Makassar. Statusnya sedang berpacaran dengan mahasiswa dari jurusan lain yang berasal dari daerah yang sama, sejak tahun pertama kuliah. Perbincangan lewat mail tak lagi tentang politik, tapi lebih soal-soal pribadi. Misalnya dia dengan terbuka menceritakan telah menyerahkan segalanya kepada pacarnya itu. Dia sudah tak gadis lagi sejak setengah tahun sebelum bertemu aku lewat dunia maya. Dia juga bercerita tentang aktivitas seks-nya dengan pacarnya serta perasaan-perasaannya. Termasuk pengakuannya bahwa dia hanya berhubungan seks dengan satu pria saja, yaitu pacarnya itu. Juga dia selalu menceritakan masalah yang dia alami dalam berpacaran. Semacam curhat. Komunikasi diantara kami tak hanya lewat mail saja, tapi juga chatting. "Witing tresno jalaran soko kulino" begitu pepatah Jawa yang artinya kurang lebih awal cinta datang karena dekatnya bergaul. Itulah yang sedang kualami. Hubungan kami begitu dekatnya sehingga diam-diam timbul sesuatu di dalam hati yang tak kami perkirakan sebelumnya. Ada sesuatu yang hilang rasanya bila sehari saja tak membaca mailnya. Ketika Aku bilang ke Alia tentang perasaan ini, ternyata dia mengalami hal yang sama. Singkatnya, kami saling jatuh cinta walaupun masing-masing telah punya pasangan tetap. Kami juga berjanji, saling berusaha mencari peluang untuk bertemu secara fisik. ---------- "Elo tahu engga kantor Departemen Anu," tulisnya pada suatu siang kami chatting. "Tahu. Kenapa?" jawabku. "Gue ada rencana kuliah lapangan ke situ." Nah! akhirnya peluang buat ketemu Alia datang juga. Jangan gembira dulu, kataku dalam hati. "Oh ya? Kapan? Sama siapa?" tulisku memberondong. "He he.. satu-satu dong, semangat banget." "Semangat dong, kan kita bisa ketemu." "Pengin ketemu, gitu?" "Ah elo, kaya engga tahu aja. Pengin banget, tahu. Kapan nih?" Alia sebutkan tanggal yang artinya 2 minggu lagi. "Sama temen-temen 10 orang, plus 2 orang dosen," katanya lagi. Saat ketemu inilah yang Aku tunggu-tunggu. Oh, aku mencintainya. "Nginap di mana?" "Di Mess Yayasan Anu." "Nggak nginap ama gue aja?" "Enak aja, engga boleh dong, musti ngumpul."Bagus, nggak boleh bukan berarti tak mau. Saat bermalam bersama ini pula yang kudambakan. Tak sekedar melepas rindu memuaskan hasrat cinta, tapi juga hasrat yang lain. "Iya ngerti musti ngumpul, tapi sesekali boleh dong minta izin nginap di rumah famili, gitu." Alia diam. "Emang bisa nginap di rumah elo?" katanya setelah beberapa saat hening. Betapa polosnya dia. Tak mungkin Aku masukin cewek ke rumah, bisa-bisa terjadi perang rumah tangga. "Entar gue booking kamar." Langsung, boo.. "Ih, elo. Udah biasa gitu ya?" "Bukan begitu," sahutku cepat-cepat. "Alia, elo tahu kan, gue pengin banget ketemu. Kesempatan ketemu yang amat langka ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya.." "Kenapa musti di hotel?" Iya, kenapa ya? Bingung jawabnya. "Yah, supaya kita bisa kangen-kangenan, ngobrol, bebas dari gangguan." Diam. Sejurus kemudian. "Entarlah. Gimana nanti aja." Bukankah ini semacam sinyal setuju? Tibalah saat yang amat kunantikan. Alia dan rombongan akan tiba Minggu sore di Jakarta. Dia berjanji akan meneleponku ke kantor begitu dia punya peluang yang aman. Akupun mulai melakukan persiapan untuk menyambut kedatangannya. Pertama, persiapan waktu. Aku harus cari akal supaya bisa kabur dari rumah sekitar seminggu. Dari beberapa alternatif alasan dan memperhitungkan resikonya, Aku memilih alasan "dinas luar ke Semarang". Kedua, persiapan tempat. Aku memilih Hotel "AM" di Kebayoran Baru walaupun room rate-nya lumayan mahal, tapi dekat dengan tempat Alia kerja dan juga Mess-nya. Dan jauh dari rumah, supaya lebih aman. ---------- Obrolan kami makin seru setelah masa "ice-breaking" tak lama dilalui. Kami sempat saling salah tingkah pada menit-menit pertama Alia masuk ke kamar hotel. Alia begitu bersemangat cerita tentang kegiatannya selama praktek kerja lapangan di instansi pemerintah itu. Aku tak begitu memperhatikan ceritanya. Perhatianku terpusat pada gerak gesture dia bercerita dan sesekali melempar pandangan ke bawah, ke sepasang kaki mulusnya dan sedikit paha yang tak tertutup oleh rok span-nya. Tapi konsentrasi pikiranku sebenarnya adalah, bagaimana "strategi" untuk memindahkan Alia dari tempat duduknya sekarang ke kasur yang kududuki, bagaimana cara memulainya. Memang, memulai adalah hal yang paling sulit. "Aneh ya gue.." katanya tiba-tiba. Dia baru menyadari mataku sering mampir ke kakinya. Aku sedikit gugup. "Emang kalo ke kantor gue mesti pakaian begini?" sambungnya. "Nggak ah, justru gue seneng loe pakai seragam." "Oh iya? Kenapa?" "Lebih feminim." "Emang gue maskulin ya?" "Bukan begitu. Gue emang lebih suka ngeliat cewek pakai rok dibanding pake celana panjang, apalagi.." "Apalagi apa?" "Kalo nggak pakai apa-apa." "Huh, dasar." "Sorry." Aku khawatir kalau dia tak suka gurauanku yang menjurus ini. Mukanya bersemu merah. Apakah ini saat memulai? Ayo Sam, bangkit dan dekati dia. 'Bangkit' sih sudah, yang di dalam celanaku, dekatinya ragu-ragu. Kenapa ragu? Dia sudah mau masuk kamar dengan pintu tertutup, apakah ini bukan suatu tanda? Iya, tapi kan duduk di kursi dan dia asyik cerita pengalamannya. Siapa tahu dia menunggu action kamu? Umm.. tapi masa tiba-tiba "nyerang", begitu. Nggak dong, gunakan cara seperti pengalaman kamu sebelumnya! Dia duduknya "jauh" sih. Okay, Aku ke kamar mandi pura-pura mau pipis supaya bisa pindah duduk. Nah, sudah duduk di kursi, tapi masih ada penghalangnya, ada meja bundar di antara kami. "Terus nanti selesai job training di situ, ngapain?" pancingku memulai obrolan. "Tulis laporan. Kan kerja sambil kumpulin data." Nah, mulailah dia bercerita lagi tentang job trainingnya, penuh semangat. Aku terus menatapi gerak bibirnya yang menggemaskan itu. "Eh, ngapain sih, ngeliatinnya gitu?" "Gitu kenapa?" "Tajem." "Seneng aja ngliatinnya." "Ngliatin apaan?" "Bibir kamu." "Kenapa, dower?" "Eh, nggak. Bibir kamu seksi." Telapak tanganku mampir di bahunya. Alia menunduk tapi tak menepis tanganku. Kuremas bahunya pelan. Masih menunduk. Dengan tangan masih di bahunya Aku bangkit mendekat, kedua tanganku di bahu kanan-kirinya. "Alia.." Dia masih menunduk. Wajahnya bersemu merah lagi. Kusentuhkan jariku di dagunya, mengangkat. Barulah matanya menatapku. Kepalaku bergerak pelan mendekati wajahnya, bibirnya kukecup. Sekali kecupan lalu kulepas lagi. Tak ada tanda-tanda penolakan. Serangan kedua pada bibirnya tak sekedar kecupan lagi tapi diikuti dengan lumatan. Pada detik kedua bibir Alia memberikan reaksi, lumatanku disambutnya. Nafasnya mulai memburu. Tangan kananku yang ada di bahunya perlahan bergeser turun. Telapak tanganku memberi sinyal bahwa buah yang tak begitu besar itu keras dan membulat, ternyata. Tentu saja tanganku tak puas hanya merasakan kekenyalan dadanya dari luar, ingin menyentuh kulitnya langsung. Dua kancing bajunya yang teratas telah kulepas dan detik berikutnya keempat jariku mulai menyusup ke balik bra Alia. Detik-detik berikutnya akan lancar saja, pikirku. Tapi ternyata tidak. Tangan Alia menarik tanganku yang baru saja merasakan halusnya kulit buah kenyal itu dan lumatanku pun dilepas. Alia menggeleng lembut sambil menyodorkan mulutnya lagi. Kulumat lagi. Dadanya tak boleh disentuh. Mungkin belum saatnya, aku harus bersabar. Ciuman dengan posisi begini tak nyaman juga. Kutarik tubuhnya, kubimbing ke kasur dan kurebahkan. Tak ada penolakan, aman. Bahkan Alia membentangkan kakinya. Dengan sendirinya kedua belah telapak tanganku segera menelusuri kedua pahanya, menyusup di balik roknya. Oops, lagi-lagi Alia menepis tanganku. Kenapa sih dia? Main tarik-ulur? Tanganku ditariknya sehingga tubuhku rebah menindihnya. Kami berciuman lagi. Bukan Sammy kalau tak mencoba dan mencoba lagi. Sambil terus melumat bibir tangan kananku menyusup lagi ke bawah menelusuri lengkungan pinggir pinggulnya. Tak ada gerakan perlawanan. Bahkan ketika tanganku berhasil mencapai kain celana dalam di pinggir pinggulnya. Bahkan ketika menarik karet celana dalamnya ke bawah tak ada juga perlawanan. Lebih jauh lagi, ketika telapak tanganku merasakan lebatnya bulu-bulu kewanitaannya. Bulu lebat itu tak mengagetkanku, lengannya memang ditumbuhi bulu lumayan lebat, apalagi "pusat"nya. Aku kaget karena Alia tak menolakku merabai kewanitaannya. Basah berlendir. Aku jadi penasaran ingin menikmati "pemandangan" di bawah sana. Aku bangkit dan menyingkap roknya. Alia memang unpredictable, tiba-tiba dia mencegah tanganku yang membuka roknya. Bingung gue. Yang membuatku makin bingung, Alia melepas kaitan ikat pinggangku, melepas kancing jeansku, menarik ritsnya dan karet celana dalamku dan merabai Juniorku sudah tak betah terkurung tegang. Aku seperti orang tolol yang hanya diam saja menyaksikan Alia mengelusi batang penisku. Bingung. Waktu kedua tanganku menyusupi pahanya, dia menolak. Tapi tak bereaksi sewaktu aku menarik celana dalamnya dan merabai kelaminnya. Aku yakin, dia bukannya tak tahu apa keinginanku saat ini, ingin menyetubuhinya. Tersirat dalam mail-mailnya dia tak menolak ketika aku "minta" kelak kalau ada kesempatan bertemu. Tubuh bawahku sudah telanjang, penisku sudah tegang mengacung. Tentunya dia makfum akan "langkah selanjutnya". Alia masih berpakaian lengkap, kecuali celana dalamnya yang sedikit bergeser ke bawah tapi masih nempel di pahanya. Gerakan Alia berikutnya lagi-lagi membuatku bingung. Tangannya berhenti mengelusi kelaminku lalu Alia bangkit berdiri. Selagi aku bengong mencoba mengerti tingkahnya ini, tiba-tiba kedua tangan Alia membuat gerakan cepat melepas celana dalamnya! Lalu, lagi-lagi dia menarik tubuhku hingga rebah menindih tubuhnya. Dengan gemas kugigiti kedua buah dadanya berganti-ganti kanan dan kiri. Tak langsung ke kulitnya sih, masih ada penghalang baju dan bra-nya. Apa boleh buat, memang hanya itu yang diizinkan. Beberapa kali aku berusaha membuka pakaian atasnya, dia selalu menolak. Aku tak tahan lagi, ingin segera memasuki tubuhnya. Dengkulku membuka pahanya dan penisku merengsek masuk mencapai selangkangannya. Kugeser-geser, kugosok-gosok, dan.. perlahan namun pasti, aku mulai masuk. Tak mudah memang, tapi tak susah benar. Aku tak kaget kalau dia sudah tak perawan lagi. Alia pernah cerita miliknya yang paling berharga telah diserahkan kepada pacarnya yang sekarang. "Itulah satu-satunya penis yang pernah kulihat dan memasuki tubuhku," tulisnya ketika itu. "Jadi nanti, punyaku yang kedua," balasku. "Iya, kalau jadi." Bersambung . . . .


Tuesday, December 25, 2012

Cowok metropolitan

Awek Pantat Panas CantikTak banyak yang berubah dari diriku sejak aku pindah ke Denpasar selain dari gaya hidup tentunya. Baru empat bulan saja, kota ini telah mampu menyulap gaya hidupku berubah seratus delapan puluh derajat menjadi layaknya ABG di kota-kota besar. Namun salah satu yang masih tak berubah dari diriku adalah aku tetap tak pernah menyukai dunia gemerlap, bau menyengat minuman keras di diskotik atau pun party night. Aku memang lebih memilih melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat dari itu, yang tentunya tak kalah memberikan hiburan yang menyenangkan, misalnya duduk-duduk di tepi pantai Kuta sambil makan es krim saat menjelang petang, menikmati beberapa potong tiramizu di kafe langgananku sambil mendengarkan alunan live musik yang menurutku jauh lebih tenang dan romantis, menikmati jagung bakar di taman kota ketika malam tiba, dan lain sebagainya. Aku adalah aku, aku tak ingin kehilangan jati diriku dengan mengikuti arus yang tak aku suka hanya karena terseret oleh lingkungan, meskipun ada banyak suara sumbang yang menyebutku: konyol, bodoh, kampungan, atau pun penganut aliran kunoisme.

Apalagi seminggu belakangan, aku sudah punya seorang teman yang bisa diajak jalan-jalan. Bagiku, berdua selalu lebih baik dari pada seorang diri. Namanya sebut saja Aldy, seorang cowok ganteng dari ibukota yang sedang berlibur ke Bali selama dua minggu liburan sekolahnya, ia baru kelas dua smu dan kebetulan punya om yang tinggal di Bali, dimana Aldy menginap saat itu. Pada hari kedua sejak Aldy tiba di Bali, secara tak sengaja kami bertemu di salah satu mal di pusat kota Denpasar. Waktu itu Aldy sedang menunggu keluarga om-nya yang sedang berbelanja, mereka janjian ketemu di pintu samping, di dekat deposit counter. Sementara pada saat yang hampir bersamaan aku baru saja keluar dari dalam mal setelah berbelanja beberapa t-shirt dan sepotong celana jeans. Saat aku berpapasan dengan Aldy di depan pintu, aku tak begitu menaruh perhatian padanya, aku cepat-cepat saja melangkah menuju kantin yang berada tepat di seberang pintu, masih di dalam kompleks mal yang sama.

Wednesday, December 19, 2012

Margie, Ilen dan Elang - 1

Awek Pantat Panas CantikPanggil aku Margie. Masih single, dan (semoga terlaksana) akan menikah beberapa bulan lagi. Aku sobat kentalnya Sang Elang yang badung itu. Kalian pasti sudah baca pengalamannya yang unbelievable. But, I'm the witness. He's a lucky one!

Apa lagi yang aku mesti kasih tahu? Ini saja aku sudah nekat, berani malu, karena namaku sudah diketahui. Nama asli. Elang juga sih, mentang-mentang paling cuek, paling badung, paling gila, dia dengan asyiknya bercerita segalanya. Srida, itu asli. Ilen, itu juga. Setahuku yang disembunyikannya adalah nama istrinya. Venus ya, dia bilang? Bohong! Aslinya khan.., sudah deh, paling disensor sama si Dayak itu.

Friday, December 14, 2012

Aku, Rere dan Adiknya

Awek Pantat Panas CantikWaktu itu sudah malam, sekitar pukul 9. Saya dan Mirna baru saja menyelesaikan babak ketiga pertandingan antar jenis kelamin kami yang sudah sekian kali kami lakukan. Kami ada di rumah Mirna, suami Mirna, Andre, sedang tidak berada di rumah, dia pergi tugas luar kota lagi. Sementara istri saya ada di rumah, saya punya banyak alasan kalau dia bertanya macam-macam.
"Mas Vito, aku kok kayaknya nggak pernah bosen ya 'ngewe' sama kamu..." kata Mirna.

"Lha, memangnya kalo sama Andre, bosen..? Kan dia suamimu," jawab saya agak gr.

Monday, December 10, 2012

Seks kilat, suka sama suka

Awek Pantat Panas CantikKapan seks kilat muncul? Yahhh, saat berduaan dong. Dimulai dari iseng-iseng, lalu mendapat tanggapan, kemudian muncullah hasrat yang membara. Menurut Dr. Bambang Sukamto DMSH, iseng-iseng itulah yang menjadi media pemanasan yang intensif. Menurutnya, kegiatan semacam ini disenangi sebagian perempuan.

Hubungan biasanya dilakukan dengan masih mengenakan pakaian, ditambah aroma keringat yang alami, namun memberi sensasi tersendiri. “Cinta” yang hanya beberpa menitini bagi sebagian pasangan justru memicu adrenalin dan nafsu birahi untuk bercinta. Mereka menikmati ketegangan saat melakukan secara sembunyi-sembunyi. Bahkan sianggap menantang dibanding seks konvensional.

Thursday, December 6, 2012

Emma ohhhh Emma - 1

Awek Pantat Panas CantikCerita ini terjadi sekitar 15 tahun yang lalu, tapi merupakan awal yang mempengaruhi perilaku seks yang kujalani sampai saat ini. Waktu itu aku seorang mahasiswa semester 3 di sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung. Sebenarnya aku termasuk mahasiswa yang cukup berprestasi di kampus, terbukti dengan seringnya aku diikutsertakan oleh dosen/pengajar apabila mereka akan mengadakan penelitian ilmiah. Tapi sayangnya akibat pergaulan yang kurang baik, ditambah dengan problema yang kuhadapi (saat itu kurasakan cukup berat), aku terjebak kecanduan narkotika, walaupun sebenarnya baru pada tahap kecanduan awal.

Problem yang kuhadapi ialah putusnya hubunganku dengan pacarku di desa (lebih tepatnya diputusin), dengan alasan yang aku sendiri tidak mengerti. Aku merasa tidak dihargai karena tidak mendapat alasan yang jelas, padahal hubungan kami sudah berjalan sejak kami masih SLTP. Tapi sudahlah, karena bukan itu sebenarnya yang ingin kuceritakan.

Thursday, November 15, 2012

Belum ada judulnya

Awek Pantat Panas CantikIni adalah pengalaman pertama saya melakukan hubungan seksual. Kebetulan pula wanita itu juga baru pertama kali melakukannya. Dia adalah pacar saya. Sebutlah namanya Desi. Memang dia sudah beberapa kali saya ajak ke rumah saya. Tapi setiap kali ke rumah, kami hanya sekedar tiduran dan paling jauh cuma ciuman saja.

Ceritanya bermula ketika untuk kesekian kalinya dia saya ajak main ke rumah. Awalnya seperti biasanya kami cuma cium-ciuman saja. Cium pipi, cium bibir, hal biasa kami lakukan. Entah setan apa yang lewat di benak kami. Tangan kami mulai berani meraba-raba bagian lain, sebenarnya tidak pantas dilakukan oleh dua insan yang belum menikah. Ketika tangan saya meraba payudaranya (kami masih berpakaian lengkap), dia sama sekali tidak menolak. Ini membuat saya sedikit lebih berani untuk meremas payudaranya sedikit lebih keras. Ternyata dia menikmatinya. Saya mencoba untuk melakukannya lebih jauh lagi. Kali ini tangan saya perlahan-lahan saya arahkan ke bagian selangkangannya. Dia masih tidak menolak. Saat itu dia memakai celana panjang dari kain yang tipis, jadi saya bisa merasakan lembutnya bibir kemaluannya. Tanpa saya sadari tangannya juga telah mengelus-elus selangkangan saya. Mungkin karena pikiran saya terlalu tegang, sampai-sampai saya kurang memperhatikannya. Kurang masuk akal memang. Tapi itulah yang terjadi. Kepasrahannya semakin melambungkan kekurangajaran saya. Tangan saya mulai menyelinap ke balik pakaiannya. Saya kembali meremas-remas payudaranya. Kali ini langsung menyentuh permukaan kulitnya. Saya lakukan sambil mencium lehernya dengan lembut. Suara desahan lembut mulai terdengar dari bibirnya, di saat saya menyelipkan tangan saya ke balik celana dalamnya. Ada sedikit rasa ragu ketika meraba bibir kemaluannya secara langsung. Saya kumpulkan segenap keberanian saya yang tersisa. Jari tengah saya, saya tekan sedikit demi sedikit dan perlahan ke belahan kemaluannya. Saat itulah dia tersentak dan menahan tangan saya. Dia menatap mata saya.

Thursday, November 1, 2012

Panasnya nafsu birahi - 5

Awek Pantat Panas CantikTante Melly benar-benar tak berdaya menahan serangan birahinya. Sambil meremasi sprei, kepalanya bergoyang kekiri dan kekanan. Ditengah-tegah desisannya, mulutnya meracau, mengeluarkan kata-kata kotor. Serasa hendak menjemputi kemaluan Ivan agar menghujam lebih dalam lagi ke lubang vaginanya, Tante Melly mengangkat pantatnya tinggi-tinggi.

Sekitar tiga puluh menit berlalu mereka berganti posisi. Kini Ivan duduk diatas ranjang, dengan kemaluan yang masih tegak, sementara Tante Melly berjongkok diatas selangkangan pemuda itu. Kini Tante Melly memegang kendali, dia meraih kemaluan Ivan, dikocok-kocoknya sebentar, kemudian diarahkannya ke lubang vaginanya. Dengan cepat lubang vagina Tante Melly menelan seluruh batang kemaluan Ivan.

Monday, October 15, 2012

Alex, maafkan aku - 2

Awek Pantat Panas CantikSepanjang tahun 2001 hingga 2002 kami melakukan banyak hal. Apapun kami kerjakan berdua. Kedekatan kami seperti kedekatan sepasang kekasih. Sangat melekat. Aku tahu sidat dan karakternya, suasana hatinya. Diapun demikian. Dimana ada aku, di situ ada dia. Juga sebaliknya. Jika orang ingin cari aku, maka yang ditanya adalah Alex. Kalau orang ingin cari Alex, maka yang ditanya adalah aku. Setiap pagi malah saling membangunkan lewat telepon. Kami pernah mandi bersama namun tidak pernah melakukan hubungan seks karena kutahu ia straight.. Hanya saling memperhatikan saja. Itupun aku berusaha untuk tidak ereksi.

Sangat sukar! Makanpun pernah sepiring berdua. Atau minum segelas berdua.. Kadang setiap dia punya acara, maka aku yang pasti diajaknya. Aku tetap menghormati dia. Bahkan ia berjanji tidak akan mengulangi segala yang ia lakukan dahulu. Segala petualangan seksnya ingin ia tinggalkan. Aku sangat menghormati keputusannya itu. Ia sangat menyayangiku dan melindungiku seperti seorang Kakak kepada adiknya, sedangkan aku menyayanginya seperti seorang kekasih. Ah, apakah bisa ia menjadi kekasihku?

Wednesday, October 3, 2012

Lily Panther 11 Jakarta ohh Jakarta

Awek Pantat Panas CantikPengantar: Bagi pembaca yang telah mengikuti ceritaku, lupakan synopsis ini dan langsung ke cerita, tapi bagi yang baru "menemukan" cerita ini diharap mengikutinya sejak awal seri Lily Panther.

Serial ini menceritakan pengalamanku sejak awal mula menjadi seorang pekerja sex (baca: "Kisah seorang Call Girl") hingga menjadi seorang call girl yang freelance, termasuk petualangan dengan berbagai macam dan tipe orang, bermacam permainan dan bermacam macam lainnya.

Tuesday, September 18, 2012

Kenikmatan dan kesengsaraan - 1

Awek Pantat Panas CantikKantor sudah sepi, teman teman sekantor sudah pada pulang, hanya tinggal beberapa orang yang sedang ngebrowse internet di kantor. Biasa.. Online gratis, termasuk aku ehehehe. Setelah berjam-jam online di irc dan enggak ada orang yang menarik untuk diajak ngobrol, maka aku quit saja dan bersiap siap untuk pulang ke rumah. Jam sudah menunjukkan jam 6, pekerja kantoran yang sedang menunggu bus juga sudah berkurang.

Aku berdiri di tempat biasa, dibawah jembatan, lagi nungguin bus ac menuju rumah. Seperti biasanya, bus jurusan aku emang agak jarang, jadi terpaksa nunggu lebih lama. Sambil menunggu, aku duduk di kursi warung bawah jembatan sambil minum teh botol yang baru kubeli. Setelah beberapa menit aku duduk, aku baru sadar, ternyata cowok yang duduk disamping aku tuh sangat menarik. Dengan baju kantoran yang agak ngepas dan celana katunnya yang agak ngepas, bentuk tubuhnya agak keliatan, apalagi dengan gaya duduknya yang macho banget.