k Cerita Awek: melayuboleh
Showing posts with label melayuboleh. Show all posts
Showing posts with label melayuboleh. Show all posts

Saturday, December 21, 2013

Antara Aku, Lie Chun dan Hera - 1

Awek Pantat Panas CantikNamaku sebut saja Handy (nama samaran) atau lebih sering disebut sebagai Andy. Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara, orangtuaku berasal dari daerah timur (Flores) sehingga maklum kalau penampilanku berkesan hitam namun macho seksi dan gagah perkasa (setidaknya itu kalimat pujian yang sering di ucapkan oleh para wanita yang pernah tidur denganku). Tinggi tubuhku sekitar 185-an dengan berat sekitar 80 Kg lengkap dengan gumpalan otot yang keras di sekujur lengan, dada dan bagian tubuhku yang lainnya, termasuk alat kelaminku yang berdiameter besar dan sangat keras, kokoh dan berurat. Potongan rambutku tipis klimis sehingga berkesan seperti Anggota ABRI saja, namun demikian aku memotong rambutku tipis supaya tidak terlalu kentara potongan rambut asliku yang agak keriting.

Aku adalah alumni salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di kota kembang, dan aktif dalam perkumpulan pencinta alam tatkala tengah menuntut ilmu pada masa perkuliahan dulu. Di ruang senat fakultasku, aku sering menghabiskan waktuku dengan kegiatan keorganisasian mahasiswa sekaligus untuk menjalin keakraban dengan para mahasiswi yang memang cantik-cantik itu. Ya bisa dikata sambil menyelam minum greenspot deh ha.. ha.. ha..

Friday, December 6, 2013

Cinta pertamaku

Awek Pantat Panas CantikHi pembaca yang setia, aku baru pertama menulis di sini, dan aku sekarang ingin berbagi pengalamanku kepada pembaca sekalian. Aku berbagi pengalaman ini karena menurut aku ini adalah hal yang paling indah yang pernah aku alami. Aku akan mulai dengan perkenalan singkat, namaku Azwin, usiaku 19 tahun, sekarang aku sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Aku mempunyai sifat pemalu yang sejak dulu menjadi hambatan bagiku dalam menjalin hubungan dengan lawan jenisku. Peristiwa yang aku alami ini ternyata mengubah hidupku menjadi luar biasa, lebih dari yang aku bisa bayangkan.

Perjalananku dimulai ketika aku pulang ke Jakarta pada saat liburan semester. Liburanku berawal dari tanggal 27 Juli sampai dengan 13 September, aku berada di Jakarta sudah sejak tanggal 30 Juli. Dalam liburan ini aku berkunjung ke rumah beberapa temanku, diantaranya adalah seorang teman lamaku Silvi yang sudah sejak SMU tidak pernah bertemu. Kalau kuhitung-hitung sudah sekitar satu tahun aku tidak bertemu dia. Sejak aku pertama kali bertemu dia aku langsung jatuh cinta.

Monday, November 11, 2013

Ani and me - 4

Awek Pantat Panas CantikMalamnya aku pulang, setelah menemani dan melayani Ani hari itu (ANI AND ME_3_OUTDOOR SEX SCENE). Setelah aku menutup pintu gerbang, Ani masuk. Sesaat aku akan menghidupkan mesin motorku, seorang wanita tetangga seberang rumah (selang 1 rumah diseberang rumah Ani) memanggilku. "Mas, sini sebentar" katanya. Tanpa pikir panjang aku mendekatinya. Kulihat seorang wanita chinese muda, memang kebanyakan yang tinggal dikompleks itu warga keturunan, yang cukup sexy. Wanita itu memakai kaos ketat dan rok mini. Wanita ini mendekatiku, "Kamu pacarnya Ani, ya" katanya "Kamu tadi ml di taman sama Ani khan, aku lihat lo..." dengan senyum yang menggoda. Kontan aku kaget, ternyata ada yang melihat persenggamaan kami. "Nggak usah takut" lanjutnya sambil memegang salah satu tanganku "masuk ke dalam dulu yuk" sambil dia mencabut kunci kontak motorku. Dengan pasrah aku mengikutinya. Dia langsung mengajakku duduk diruang tengah. Rumahnya mirip punya Ani, tetapi penataan ruang yang berbeda. Sebelumnya dia memperkenalkan diri, namanya Sherly, single, 26 tahun. Didalam rumah aku dikenalkan dengan wanita lain, Helena adiknya, mulai kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta, Poppy adik keduanya, masih kelas 2 smp, dan Airin, orang sunda temannya yang tinggal bersama mereka. Aku dikenalkan sebagai pacarnya Ani tetangga mereka, saat mereka tahu itu, mereka tersenyum nakal padaku. Mbak Sherly, tapi aku disuruh memangilnya Ci Sherly, menggandengku ke dapur. Kubantu dia membuat minuman popcorn, walau aku masih bingung dan cemas, lalu dia membuka pembicaraan "Ngga usah takut, aku udah kenal Ani cukup baik dan dia sering main ke sini. Dan sering cerita masalah sex dengan kita-kita. Dia juga cerita tentang persenggamaannya dengan pacarnya, yang dia ngga bisa ngelupain untuk selamanya, dan ternyata itu kamu." Gila ternyata dia cerita sama orang lain, batinku. "Terus tadi waktu aku jalan-jalan nggak sengaja melihat kalian, aku horny dech. Pengen ngerasain punya kamu" sambil Sherly mendekatiku dan mengelus-elus kemaluanku "tenang Ani ngga bakalan marah, kok. Kmi berlima dengan Ani pernah pesta oral sex bersama setelah dia kamu perawanin." Aku hanya tersenyum. Lalu kami berlima menonton acara TV HBO yang pas pada waktu itu ada adegan panasnya, dan aku curi pandang sama keempat wanita itu, terutama Sherly, rasanya dia nggak tenang dan gelisah sepertinya dia sudah teransang akan adegan itu, ditambah ada aku duduk disampingnya. Tiba-tiba Sherly berbisik mengajakku ke kamarnya yang ada pas dibelakangku duduk.
"Donnie temenin Sherly malam ini sayang, aku sudah lama sekali nggak dijamah sama laki-laki", sambil memeluk aku dan memohon "yah sayang? mau kan?" katanya lagi "ii..ya"jawabku gugup. Dikamar Sherly rupanya gak bisa nahan lagi nafsunya dia langsung mencium seluruh tubuhku lalu kami berdua tanpa terasa sudah seperti sepasang kekasih yang sudah lama pisah, hingga kami berdua sudah setengah bugil, aku tingggal cd dan Sherly tinggal bh dan cdnya. Dia menari-nari didepanku untuk membangkitkan gairahku, semakin nafsu. "Wah...! Gile bener nih. Sungguh indah tubuhnya, payudara yang lumayan besar, kencang dan sekel sekali, pinggulnya yang sexy dengan pantat yang runcing keatas, enak kalau dientot dari belakang? terus yang paling menggiurkan lagi memeknya masih bagus dan bersih, gundul lagi kaya punya Ani." Itu gerutuku dalam hati sambil melihat Sherly menari-nari. Sherly langsung menindihku lalu mencium bibirku dengan ganasnya lalu aku juga membalasnya, menggesek-gesekkan pussy-nya ama penisku yang mulai tegang, juga kedua boobs-nya kedadaku. "Oh...trus,gesek...goyang...ah..." desahku keenakan. "Donnie cayang itu dedekmu udah bangun yah, rasanya ada yang menganjal divaggyku, cinta" katanya. Lalu tanpa ba bi bu langsung melakukan 69, dengan jelas terlihat vagina Sherly yang merah merekah dan sudah sangat basah mungkin terangsang banget karena tadi habis menggesek-gesekkan pussy-nya ke peniskuku dan melihatku ml sama Ani, lalu kujilat, mencium dan menghisapnya habis-habisan, kupermainan kritorisnya Sherly mengerang keenakan "oh...enak...cayang...makan memekku yah..." begitu juga dengan aku, penis rasanya udah gak tahan banget pengen masuk kelobang kenikmatannya "oh...ya...trus....yang cepet kocokkannya..." Slup...Slup suara kontolku didalam mulutnya, Sherly cukup ahli dalam oral penisku. "Donnie memekku udah gak tahan lagi udah cepet lepasin, cepet masukin aja kontol kamu, cinta" Sherly meringis memohon. Kemudian aku mengambil posisi diatas dengan membuka selangkangannya lebar lalu aku angkat ke atas dan mulai memasukan pennyku ke dalam vaggynya. Slep...bles..."Aw...sakit..." rintihnya "pelan-pelan sayang, memekku sudah lama gak dientot..."sambungnya. Aku terdiam sebentar dan merasakan vaginanya meremas-remas batang penisku, sambil aku nenen mengisap-isap nipplesnya yang nganggur. Selang beberapa menit, "Nah Donnie sekarang kamu boleh masukin dan entot memekku ampe puas yah" "Baik, cinta" jawabku. Memang bener rupanya udah lama gak dimasukin, terbukti remasannya masih kuat persis punya Ani. "Donnie genjot dan kocok memekku cayang?" pintanya lalu aku mulai memasuk-keluarkan kontolku dari lambat sampai keras dan cepat sekali terdengar suara senggama kami suara becek makin terdengar seiring dengan suara benturan biji penisku slep...slep...slep...cplok...cplok...cplok... Sherly mengerang dan mendesah "uh...ah...ah...sh...sh...oh yeah...oh...harder...oh...ah...enak...kontol kamu Donnie, akhirnya ngerasain lagi kontol...truss...entot memekku...ka...ya...kamu...en...totin...A....ni..." ceracaunya. "Uh...oh...ah...enak...memek Sherly seret sekali...kaya memeknya Ani" timbalku. Tiba-tiba, "Cayang...aku mo keluar nih...kontol kamu hebat..." akhirnya Sherly orgasme duluan crot...crot...crot...banyak sekali cairan yang ada dalam memeknya, rasanya penisku hangat sekali, "aku mo keluar nih...kataku, dimana keluarinnya..." tanyaku. "Didalam memek Sherly aja, Donnie..plz!! pengen air mani kamu yang hangat..." pintanya dan "argh..." erangku dan penisku berkedut didalam vaginanya yang memijat batangku. Lalu aku dan Sherly tidur pulas, karena kecapaian akibat pertempuran yang sengit tadi.
Sekitar jam 12 malam rasanya kontolku ada yang ngulum dan mengkocoknya. Ternyata Helena, wah gile dia sambil ngocok kontolku didalam mulutnya, tangan kirinya sambil menusuk-nusuk memeknya sendiri yang juga gundul dengan klitoris yang lebih besar dari punya Sherly dan tangan kanannya mengelus-elus zakarku, dia berkata "Donnie aku pengen dong dientot kaya Ciciku tadi, ya..." Dia mempertegas. "Donn, tolong yah cayang memek aku juga sudah kangen dientot, baru putus ama pacar habis gak muasin memekku dan selingkuh lagi, Donn..., pusain yah memek Helena yah..." katanya lagi, sambil membimbing tangan kananku untuk mengelus-elus pussy-nya, "iyah deh, aku kan berusaha dengan berbagai cara untuk dapat membuat ketagihan ama penis aku" jawabku vulgar. "Kita entotannya disofa ruang tengah aja yah?" kata Helena "aku takut mengganggu Ciciku yang habis kamu entotin memeknya, ntar cici bangun lagi kalau ngentotnya diranjang" dia mempertegas. Helena yang sudah telanjang bulat mengandengku keluar, kami pun bercumbu, saling menjilat, mencium, menghisap seperti biasa, dengan penuh gairah. Dan sekarang aku mulai memasukkan kontolku kelubang memeknya, karena dia udah gatel banget tadi aku ngentotin cicinya? Maka aku langsung aja,masukkan kontolku. Slep..bles...bles...perlahan dan pasti penisku masuk "aw...oh..yeah..." erangnya. "Sakit Helen..." tanyaku. "Ngaak cinta terusin aja enak banget..." Aku langsung mengkocoknya dengan Helena berbaring di sofa depan TV, splak...splak...splok...splok...suara sengama kami. "Memek kamu enak...sih.." sambil aku menggoyangkan pinggulku dan mulai nenen toketnya yang seukuran dengan milik Ani, terus dia juga mengimbangi goyanganku dengan arah yang berawanan sehigga kontolku bener-bener tenggelam ke dalam memek surga kenikmatannya. "Oh...enak...Donn...terus...sayang..." rintihnya dengan memeluk kepalaku. Akhirnya aku ngentot memeknya Helenan tapi ga ada yang keluar kamar, terbangun, terutama cicinya mungkin capek main ama aku habis aku bikin tubuhnya dan memeknya melayang-layang? Lagi asyik-asyiknya ngentotin memeknya Helena, tiba-tiba terdengar suara. "Ih...cici lagi ngapain" mendengar suara tersebut, aku terkejut rupanya Poppy keluar kamar diikuti Airin, teman Sherly, lalu mereka dengan santainya melihat aku ngentot sama Helena.
Aku langsung aja berhenti dan seketika itu juga Helena berkata, "Donni kenapa? Kok...berhenti sayang, terus dong entot memekku sampai enak dan nikmat sekalii.." dengan santainya. "I.tu..ada.." kataku gagu, "ada apa?" katanya lagi,penasaran. Dia menggerakkan wajahnya, terlihatlah adiknya yang memakai lingerie dan Airin dengan cd aja. Helena berkata, "eh kalian ini bandel sekali yah" setelah dia tau bahwa aku berhenti karena ada mereka turun keruang tengah dan mulai meluciti pakainnya masing-masing "Hei...kenapa kalian ikut-ikutan telanjang?" tambah Helena. "Ci aku pengen ngerasain dientot yah.." tanya Poppy ama cicinya "Iyah nih kamu ko pelit sih..., aku juga pengen ngerasain kontolnya Donnie" timpal Airin. "Iyah nih..gimana sih.." timpal Poppy. "Plz dong" rengek mereka. Terus mungkin udah terlanjur mereka berdua melihat Helena ngentot dan udah pada bugil semuanya, maka dibolehkannya. "Iyah deh kamu berdua sudah telanjur bugil dan lihat aku lagi dientot memeknya ama kontol Donnie...sini jangan ribut.." katanya lagi "tunggu giliran tapi" tambah Helena. "Donnie cepetan kocokannya yang lebih keras lagi...kasihan memek mereka ini udah pada basah..tuh..." pintanya, akhirnya aku dan Helena mempercepat ngentotnya kayak di kejar-kejar hantu…dan akhirnya orgasme secara bersamaan "argh..mmhh..argh...enak..sekalii...cintaaa, aku udah keluar Donnie....hangat sekali air manimu..." erangan Helena. "Aku juga sama.... rasanya kontolku hangat sekali.."

Sunday, November 10, 2013

Cemburu membawa sensasi - 1

Awek Pantat Panas CantikNamaku Ryan. Usiaku 28 tahun. Aku akan menceritakan tentang kisah kehidupanku yang kemudian mengubah pola pikirku dalam memahami cinta dan nafsu.

Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu saat aku mempunyai seorang pacar yang sedang mengerjakan skripsi guna menyelesaikan studi S1-nya. Sebagai seorang pacar aku selalu mencoba menemaninya mengerjakan skripsi namun di sisi lain sebagai seorang karyawan aku pun harus mengutamakan pekerjaanku. Kisah ini terjadi pada 28 Juli 2004 di suatu senja di kota K.

Saturday, November 2, 2013

Adik angkatku

Awek Pantat Panas CantikIni adalah cerita bagaimana bermulanya kehidupan aku sebagai seorang lelaki yang hobinya melakukan hubungan seks. Pada masa itu, aku mempunyai seorang adik angkat yang bernama Abby (masih kekal sampai sekarang). Personaliti dia yang sosial membuatkan dia menjadi sasaran yang sempurna untuk menjadi teman tidur aku di Sarawak. Muka dia ni biasa sahaja tetapi dia mempunyai 3 kelebihan yaitu susuk badan yang mantap alaala Cameron diaz, kulit yang putih kemerahan, dan bibir yang sangaatt seksi.

Apabila dia bercakap, aku seringkali mengambil kesempatan melihat dua ulas bibir nya yang berwarna pink dan tampak sentiasa kebasahan gitu sambil berangan2 alangkah indahnya jika boleh merasa bibir yang menawan itu dengan bibirku, dan bertambah indah lagi andainya bibir itu mengulum lembut batang pelirku yang keras.. Aku tak boleh berangan-angan aje, aku mesti bertindak.. Aku pun mengaturkan satu rancangan.

Saturday, August 31, 2013

Malam tahun baru di Kuta - 1

Awek Pantat Panas CantikSetelah lewat beberapa waktu, tahun-tahun telah berlalu, aku teringat akan kisah petualanganku di Bali, yang hanya tinggal kenangan manis dan kapan akan terulang kembali aku tak tahu dan tak mengerti haruskah kisah seperti itu akan datang kembali dengan keadaan yang sudah berubah. Hanya angan-angan dan sisa-sisa kenangan manis yang kini kembali terbayang dalam pelupuk mataku menjelang aku berangkat keperaduanku. Kisah bermula ketika aku masih semester lima disalah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya, pada saat akhir tahun tahun ajaran yang juga merupakan akhir tahun umum, masih teringat aku ketika itu tanggal 29 Desember, salah satu adik kelasku yang bernama Budi yang pada waktu itu masih duduk di semester tiga mengajakku pergi ke Bali untuk menghabiskan liburan semester sambil menikmati pergantian tahun di Bali. Pada waktu itu aku lagi bokek alias lagi nggak punya duit sama sekali, tapi dianya ngotot ngajak aku pergi, katanya, "Nggak apa-apa, pokoknya kita pergi. Kalau mau yaa kita pake gaya mbambung aja biar bisa ngirit duit" "Duitmu berapa sih, terus terang aja aku nggak punya duit banyak" "Gini aja kita berangkatnya ngandol kendaraan umum atawa kereta api barang ke Banyuwangi, terus nyebrang dari Ketapang ke Gilimanuk, terus dilanjutkan dengan kendaraan umum dari Gilimanuk ke Denpasar terus dilanjutkan ke Kuta," katanya. "Ok, kalau itu yang jadi maumu," jawabku sekenanya. Eh ternyata besok sorenya pada tanggal 30 Desember, dia sudah nongol ketempat kostku. "Jadi berangkat apa nggak sih," tanyanya. Aku sendiri masih ragu-ragu karena bekal uangku cukup pas-pasan untuk biaya perjalanan Surabaya-Denpasar dan untuk biaya hidup minimal dua hari dengan syarat makan sederhana sekali. Tapi karena sudah jadi tekatnya, akhirnya kukemasi juga pakaianku secukupnya dan kami berangkat berdua menuju terminal bus. Diterminal bus, entah gimana caranya si Budi negosiasi dengan awak bus jurusan Surabaya-Denpasar, sampai akhirnya kami bedua bisa naik bus dengan hanya membayar satu tiket saja yang berarti kami harus duduk gantian dikursi dan diatas tutup mesin disebelah driver. Sampai sekitar jam 7.00 pagi waktu Bali, tanggal 31 Desember kami sampai diterminal bus Ubung dan kami melanjutkan perjalanan kami menuju pantai Kuta dengan menggunakan angkutan umum yang banyak menawarkan jasa disekitar terminal. Selama dalam perjalanan tidak banyak yang kami bicarakan, mungkin berkecamuk dengan pikiran masing-masing, karena selama hidup baru kali ini perjalanan jauhku yang tidak terasa nyaman dan tenang karena bekal yang pas-pasan itu. Seharian itu aku habiskan waktuku dipantai Kuta dengan berjalan-jalan menyusuri pantai. Sedangkan Budi entah kemana aku nggak tahu, mungkin aja dia sedang menggodain cewek bule karena memang dia itu orangnya straight. Akan tetapi dia juga nggak tahu diriku yang sebenarnya sehingga aku cuekin aja dia dengan segala aktivitasnya. Langkah demi langkah membawa diriku makin menjauhi dimana Budi sedang ngrumpi sama cewek Perancis, sedangkan aku tak tahu arah tujuan sampai mendekati Legian, dan kudengar satu suara menyapa dan kulihat sekelilingku tapi tak ada seorangpun, yang ada hanya aku dan seorang bule yang usianya jauh diatasku sedang sendirian dan melambaikan tangannya padaku. "Hai," katanya. "Are you alone," tanyanya. "Yes," kujawab sekenanya. "I need Indonesian boy for my friend today," katanya lagi. "You like it?" "Yes I like" jawabku. "You free," lanjutnya lagi. "Ok, I free," kataku lagi. "Only just fun?" tanyanya lagi. "Sure," jawabku. Saat itu juga aku diajaknya kekamar ditempat dia menginap yang tidak jauh dari pantai itu, sesampai didalam kamarnya aku dipersilahkan untuk mencuci kakiku yang penuh dengan pasir dan sekalian mandi untuk menyegarkan badanku karena mulai dari pagi sampai siang ini badanku belum tersentuh air dan ketika ada kesempatan emas datang mengapa tidak kumanfaatkan sebaik-baiknya. Ketika sedang enak-enaknya aku membersihkan diriku kudengar pintu kamar mandi diketuk dari luar dan ketika kubuka si bule sudah berdiri di depan pintu dengan telanjang bulat. "I want shower with you," katanya. Tanpa ba-bi-bu dia langsung masuk dan mengguyur badannya dengan air pancuran yang ada didinding kamar mandi, kemudian dia minta tolong padaku untuk menyabun punggungnya, badannya, kakinya dan kemudian dia minta untuk menyabun penisnya yang gedenya bukan main walaupun belum tegang sambil kusabun dan kukocok. Akhirnya penisnya mulai menggeliat bangun dan yaa ampun pajangnya sekitar 22 cm dan gede segenggaman tanganku, kemudian dia memintaku untuk mengulum penisnya yang gede itu sampai rasanya mulut ini tak muat untuk menampung penisnya itu. Tapi semuanya kulakukan karena memang aku juga menginginkan akan hal-hal baru yaitu ingin bermain dengan bule itu gimana sih rasanya. Saling mengisap dan saling mengocok terjadi di kamar mandi sampai akhirnya dia memintaku untuk mengeringkan tubuh dengan handuk dan kembali ketempat tidurnya dan mulai saling menghisap dengan posisi 69. Sampai akhirnya dia ngecrot duluan dan banyaknya pejuh minta ampun, tertumpah diatas perutnya. Ketika itu aku pengin memasukin lobang pantatnya dengan penisku, akan tetapi dianya nggak mau. "Your cream for me" "I want taste your cream" "I'am sorry," katanya lagi. Kuturuti kemauannya dengan kembali memasukkan penisku ke dalam mulutnya dan kugoyangkan masuk keluar dimulutnya, akan tetapi sudah cukup lama belum juga ada tanda-tanda aku segera ngecrot karena memang sangat sulit sekali bagiku kalau hanya mengandalkan dihisap saja. Sampai akhirnya dia kewalahan kemudian dia segera mengocok penisku dengan tangannya dan ketika aku mau ngecrot, cepat-cepat dia memasukkan penisku ke dalam mulutnya dan crot croott croot pejuhku keluar semua sampai tuntas didalam mulutnya. Akupun segera memakai pakaianku kembali dan bersiap-siap untuk kembali ketempat dimana Budi berada, karena memang aku nggak berniat untuk menerima imbalan sesuatu dari si bule itu, akan tetapi tanpa kuduga sebelumnya, si bule yang aku tak tahu namanya itu mencegahku untuk pergi secepat itu meninggalkan dia yang masih dalam keadaan telentang diatas tempat tidurnya. Kemudian dia segera bangun dan membersihkan dirinya lalu dia segera memakai pakaiannya kembali dan segera dia membuka almarinya diambil dompetnya dan diberikannya kepadaku beberapa lembar uang dollar. Pada mulanya aku menolak karena memang aku tidak menginginkan itu sesuai dengan perjanjian pada awalnya. Tapi dia tetap memaksaku untuk menerima pemberiannya, karena aku tidak ingin mengecewakannya maka kuterima lembaran dollar yang diberikannya itu. "Thank you for your cream" "Thank you for your service" "Thank you, thank a lot," katanya. Aku diam saja dan segera kutinggalkan dia sambil melambaikan tanganku, aku segera berlari menyusuri pantai Kuta untuk menuju ketempat Budi berada, ternyata dia masih tetap ngrumpi dengan cewek Perancis tadi dan masih tetap ditempat yang sama ketika kutinggalkan tadi. "Dari mana aja sih kamu ini?" tanyanya. "Biasa, dari jalan-jalan sampai kedaerah Legian," jawabku, tanpa harus menceritakan pengalaman yang baru saja kunikmati. Karena memang aku nggak berniat ngrumpi dengan cewek, maka Budi segera kutinggalkan kembali ke arah yang berbeda karena kulihat dia makin asyik dengan sicewek bule itu. Akhirnya sampailah aku ke seorang penjual bakso, kemudian aku membeli baksonya sambil ngobrol sana sini dengan si penjual bakso itu, ternyata dia datang dari daerah Banyuwangi, karena sore itu cuaca agak mendung sehingga pantai Kuta kelihatan agak sepi, atau mungkin semua turis yang ada disitu pada tidur semua untuk persiapan malam tahun baru, aku nggak tahu. Tapi suasana sore itu cukup mendukung untuk mengadakan pendekatan pada sipenjual bakso yang masih muda dan kelihatan kekar itu, akhirnya setelah aku selesai makan bakso, dan terus ngobrol dengannya karena memang tidak ada pembeli lagi karena mendung makin gelap sampai akhirnya turun hujan rintik-rintik halus, karena jauh dari tempat berteduh maka akhirnya kami berdua menuju kesemak-semak yang ada disekitar pantai itu sambil meinggalkan rombong baksonya yang dibiarkan begitu saja ditengah-tengah pasir dipantai Kuta. Karena semak-semak itu sempit dan kami saling berdempetan, maka mulailah tangan nakalku bergerilya untuk mulai mengetahui isinya yang sedari tadi membuatku penasaran itu, mula-mula kupegang pahanya sambil kuelus-elus, dia diam saja dan tanpa reaksi maka segera tanganku menuju penisnya yang masih tertidur segera kuremas-remas dan kupijit dan mulailah mengeliat bangun dengan makin tegangnya dan tanpa kuduga sebelumnya dia malah merebahkan dirinya disemak-semak itu sehingga makin memudahkan aku untuk mengenggamnya penisnya yang sudah keras itu dan makin mudah pula aku membuka celana jeansnya itu dan segera kukeluarkan penisnya yang berwarna hitam dan tidak segede penis bule tadi tapi cukup oke juga kalau aku bermain-main dengan penisnya, kemudian mulai kukulum penisnya dan dia mengerang kenikmatan sambil mulutnya meracau. "Ayyoo, terus, teerruuss" "Yaa, eennaakk" "Eeehhmm, tteerruuss" Waktu berjalan beberapa saat, dan puncak kenikmatan yang kuinginkan belum tercapai, tiba-tiba kudengar suara motor datang mendekati tempat kami berdua, maka segera dia mengancingkan kembali celananya dan aku segera mengambil sikap duduk lagi, dan ternyata ada seorang anak yang sebaya denganku tiba-tiba menerobos masuk kesemak-semak itu dengan maksud ikut berteduh, maka buyarlah sudah acara menghisap penis tadi, yang ada hanya saling memandang antara aku dan si penjual bakso tadi, ada rasa penyesalan dan kecewa karena tidak bisa mencapai kepuasan. Setelah hujan agak reda, dia segera menghampiri rombong baksonya dan mulai berjalan keliling lagi dan akupun juga menuju ketempat dimana Budi berada, dan kulihat dia masih tetap ngrumpi dengan cewek bule tadi akan tetapi tempatnya sudah bergeser menuju ketempat yang lebih terlindung dari siraman air hujan, didekat semak-semak yang ada dipantai itu. Kudekati Budi dan aku mengajaknya untuk mencari tempat berteduh dan tempat menginap karena hari telah mulai gelap disamping suasana mendung juga matahari mulai bergeser ke arah barat. Akhirnya kuhampiri kembali si penjual bakso dan aku mengutarakan kalau pengin mandi ditempat mondoknya dia, dan diapun tidak keberatan untuk memberikan tumpangan untuk sekedar mandi akan tetapi dia keberatan kalau memberikan tumpangan untuk menginap, karena ditempatnya mondok tidak ditempatinya sendiri akan tetapi banyak penjual bakso yang semuanya mondok disitu, ada kurang lebih tujuh atau delapan orang. Akupun menyetujuinya, dan kamipun berjalan melalui lorong-lorong yang sempit untuk menuju ketempat pemondokannya, setelah sampai aku dan Budi segera menuju kekamar mandi yang sederhana sekali dan tanpa basa-basi aku segera melepaskan seluruh pakaianku demikian halnya dengan Budi, walaupun Budi sudah telanjang bulat dihadapanku, akan tetapi tidak ada keinginanku untuk menggodai Budi, atau untuk memegang penisnya, dan akupun juga tidak ada nafsu untuk mengerjainya, karena aku tahu siapa Budi dan aku juga nggak mau Budi tahu siapa aku sebenarnya. Setelah selesai mandi aku dan Budi segera mengenakan pakaian yang bersih dan kami segera berpamitan dengan si penjual bakso yang kukenal itu, segera kami lalui lorong-lorong sempit itu kembali untuk menuju ke arah pantai Kuta untuk sekedar mencari makanan untuk mengisi perut. Setelah kami makan bersama aku segera mencari tempat untuk duduk sambil menikmati deburan ombak dipantai Kuta yang tiada henti-hentinya, sedangkan aku nggak tahu Budi sudah berjalan-jalan kemana saja, karena memang kami sudah sepakat tidak ingin mengganggu kenikmatan masing-masing dalam perjalanan kali ini. Sehingga kemana dia pergi tidak ada yang tahu mau kemana asal nanti bertemu ditempat yang telah kami sepakati. Malam kian larut dan hujanpun sudah mulai reda sejak petang tadi, sehingga jalan-jalan mulai ramai dengan orang yang berlalu-lalang ingin menikmati suasana malam tahun baru, aku sudah begitu lelah sehingga aku mengambil tempat dikerumunan anak-anak muda di depan sebuah toko, dan ternyata mereka juga sama kayak kami yaitu ingin menikmati suasana malam tahun baru, akan tetapi tidak punya cukup banyak uang, kelihatannya mereka pergi dengan sekelompok besar, ternyata setelah aku ikut bergabung dengan mereka ternyata ada yang datang sendirian dan juga ada yang datang berdua dan juga bertiga jadi kami merasa senasib sehingga walaupun baru saja saling mengenal kelihatannya sudah begitu akrab, saling berbagi cerita dan pengalaman dan diselingi canda dan tawa sehingga membuat waktu cepat berlalu tanpa terasa sudah menunjukkan pukul 23.00 waktu Bali. Tiba-tiba Budi datang menghampiriku, memang sejak sore tadi aku sudah merasa lelah sehingga aku nggak mengikuti kemana dia pergi. "Ayo, ikut aku," katanya. "Aku dapet kenalan orang bule, sedangkan bahasa inggrisku nggak lancar," lanjutnya. "Kamu aja yang ngajak dia ngomong," tambahnya lagi. Dengan ogah-ogahan akhirnya aku bangun dari dudukku dan dengan berat hati aku meninggalkan kawan-kawan senasib yang baru kukenal, pergi meninggalkan mereka mengikuti langkah Budi yang ada di depanku menuju ke arah pantai Kuta. Setelah sampai didekat pantai maka oleh Budi aku diperkenalkan dengan seorang bule yang umurnya lebih tua dari aku. "Steve, he is my friend Adi," kata Budi pada bule itu. "How do you do?'" katanya. "How do you do," balasku. Setelah berbasa-basi sejenak, sambil ngobrol ditepi pantai, menayakan identitas masing-masing maka kuketahui bahwa dia masih berumur 27 tahun, karena cambang diwajahnya begitu lebat maka dia kelihatan lebih tua dari usianya yang sebenarnya. Kami bertiga cepat menjadi akrab, hanya Budi saja yang jarang sekali berbicara karena memang bahasa inggrisnya dia masih kurang fasih dan masih amburadul sehingga akulah yang banyak mengambil peran untuk terus mengobrol dengan Steve si bule itu. Sampai tak terasa pergantian tahun tinggal beberapa detik lagi yang ditandai dengan adanya kembang api beraneka warna warni diudara dan orang-orang disekitar pantai pada menghitung sambil melihat jam mereka masing-masing.. Lima.. Empat.. Tiga.. Dua.. Satuu happy new year, kata mereka serentak. Bersambung . . . .


Monday, March 4, 2013

Persahabatan tiga ABG gay - 16

Awek Pantat Panas CantikMeskipun di kolam renang tadi, Tomi sudah dua kali mengalami orgasme dan ejakulasi, tetapi pada orgasmenya yang ketiga dalam tempo 2,5 jam itu tetap terjadi ejakulasi yang dahsyat berupa semburan air mani yang mencapai 9 kali tanpa henti. Dan semua semburan air mani itu ditelah hingga tuntas dan bersih oleh Johan yang benar-benar menikmati gurih dan segarnya air mani hangat milik Tomi. Begitu habis air maninya disemburkan ke mulut Johan, tubuh Tomi langsung ambruk tertelungkup lemas di samping tubuh mulus Johan. Akibatnya, kontol Iwan yang sebelumnya tertancap erat dan amblas seluruhnya ke dalam anus Tomi, langsung tercabut begitu saja. Kontol yang sedang ngaceng keras itu langsung melejit berdiri mengacung bebas di atas wajah Johan yang sedang terkapar terengah-engah karena kelelahan setelah menghisap habis-habisan batang penis milik Tomi. Tomi sendiri langsung terkulai lemas dengan nafas terengah-engah tapi wajahnya tetap dihiasi senyuman manisnya yang menandakan ia benar-benar telah mencapai puncak kepuasan yang terhebat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Sementara itu, Johan dan Iwan juga tampak bernafas terengah-engah dengan wajah yang memerah karena menahan gejolak birahi yang belum terpuaskan. Johan sempat hendak menyambar kontol Iwan yang teracung di hadapan wajahnya, untuk segera mengulum dan menghisapnya sampai memancarkan air mani lagi. Tapi keinginannya itu dicegah oleh Johan. "Lho kenapa Wan, kok aku gak boleh ngisap kontolmu? Kita kan sudah sepakat bebas melakukan apa saja di antara kita bertiga" rajuk Johan manja sambil mengelus-elus dua buah zakar Iwan. "Tenang Jo, nanti pasti kamu dapatkan giliranmu menghisap kontolku sampai kamu puas. Tapi sekarang kan kontolku ini sudah kotor, belepotan pelicin KY, masa kamu masih mau menghisapnya? Kan rasanya KY itu tidak enak" ujar Iwan menjelaskan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. "Wah benar juga kamu Wan..aku memang belum pengalaman soal seperti ini" ujar Johan sambil segera menyambar mulut seksi Iwan untuk kembali memberikan ciuman-ciuman maut. Sementara mereka berciuman dengan ganas, Tomi tampak senyum-senyum melihat tingkah dua pacarnya yang sedang dimabuk nafsu birahi yang belum tuntas tersalurkan. Setelah nafasnya normal, dan rasa lemas mulai berkurang setelah digenjot dan dihisap habis-habisan oleh Iwan dan Johan, Tomi pun mulai beraksi kembali. Perlahan ia menggeserkan badannya menuju arah selangkangan Johan di mana terdapat kontol Johan yang tampak sedikit lemas karena sempat tidak mendapat rangsangan seks lagi. Dengan mudah, Tomi segera mendapatkan kontol yang menyusut menjadi tinggal 14,5 cm dan kemudian segera mengulumnya lagi. Johan yang sedang asik melakukan French kiss dengan Iwan, tidak menolak perlakuan Tomi terhadap kontolnya. Bahkan Johan sangat menikmati hisapan dan kuluman mulut Tomi pada batang penisnya. Akibatnya, dengan cepat, batang penis Johan segera ereksi lagi hingga sekeras batang kayu jati. Segera saja, hisapan dan kuluman mulut Tomi itu kembali menghadirkan sejuta kenikmatan pada diri Johan, sampai membuat Johan kembali mendesah dan mengerang erotis sebagai reaksi atas sentuhan penuh nikmat yang terjadi melalui batang kemaluannya. "Akh.. oh.. ternyata kamu memang hebat Tom udah ngecrot masih juga kuat ngisap kontolku" ujar Johan, sambil menghentikan ciuman ganasnya pada mulut Iwan yang semakin terengah-engah menahan gejolak birahinya. Iwan tampak senang menyaksikan adegan Tomi mengisap batang penis milik Johan, sementara tangan kanan Tomi sibuk mengocok kontol Iwan. "Jo, kamu pasti ingin menikmati enaknya anal seks kan?" tanya Iwan sambil memberikan kecupan mesra pada bibir Johan. "Tentu saja aku sangat menginginkannya. Kalau tidak, untuk apa kita bertiga ada di sini sekarang" jawab Johan dengan cepat sambil tak kalah mesra memberikan ciuman balasan kepada Iwan. "Kalau begitu sekarang giliranmu melakukan anal seks padaku Jo. Kamu mau kan Jo? Aku benar-benar ingin merasakan kehadiran dirimu yang menyatu dengan diriku melalui anal seks" ujar Iwan masih dengan mesra dan tatapan sayu yang mencerminkan nafsu birahinya sudah memuncak hingga ke ubun-ubun. "Kamu mau aku memasukkan kontolku ke pantatmu sekarang Wan? Tentu saja aku mau sekali. Sudah lama aku memimpikan peristiwa seperti ini. Sekarang aku sudah siap melakukannya untukmu, sayangku" ujar Johan sambil kembali memberikan ciumannya untuk Iwan. Mendengar jawaban Johan, Iwan segera mengubah posisinya, menjadi terlentang dan kemudian mengangkat kedua kakinya dalam posisi menganggkang. Posisi itu dengan jelas memperlihatkan rekahan pantat seksi Iwan. Dan Johan semakin bernafsu ketika matanya menatap lubang sempit dan gelap tepat di tengah-tengah rekahan pantat itu. Anus Iwan yang selama ini hanya pernah dimasuki kemaluan Tomi, tampak terkatup rapat, dengan bibirnya yang memerah segar. Iwan sengaja menggerak-gerakkan otot anusnya, sehingga bibir anusnya tampak bergerak kembang kempis, seolah menantang kejantanan batang penis Johan untuk segera menikmati kehangatan dan remasan lembut otot-otot anusnya. "Wah.. Wan, ternyata anusmu sungguh menggairahkan aku gak sabar lagi nih" ujar Johan sembari berlutut tepat di depan selangkangan Iwan, sehingga ujung kontolnya menempel tepat di bibir Iwan. "Iya.. Jo, aku juga tidak sabar lagi merasakan sodokan kontolmu. Ayo Jo, masukkan cepat, jangan ragu lagi. Aku udah pasrah nih" balas Iwan. Kemudian dengan bantuan Tomi, kontol Johan yang semakin ngaceng itu segera disaput oleh pelicin KY. Sejenak tangan kanan Tomi mengocok-ngocok kontol Johan untuk meratakan sapuan pelicin KY ke sekujur batang penis Johan, terutama bagian kepala kontolnya yang sangat besar itu. Tomi tampak dengan gemas mengocok-ngocok kontol itu untuk beberapa saat sampai Johan kembali mendesah-desah penuh nikmat. Setelah merasa kontol itu telah dibaluri pelicin KY dengan rata, jemari Tomi segera mengolesi bibir dan permukaan rongga anus Iwan dengan pelicin yang tersisa di jemarinya. Dengan mudah jari telunjuk Tomi menyusup ke dalam anus Iwan, sehingga menghadirkan sensasi kenikmatan bagi Iwan. Setelah jari telunjuknya lancar keluar masuk anus itu, Tomi juga segera menyusupkan jari tengahnya ke anus itu hingga dua jarinya habis terbenam dalam anus hangat Iwan. Iwan makin menggelinjang dan menggeliat keenakan ketika dua jari Tomi menggelitik serta memijit-mijit dinding lorong anusnya untuk beberapa saat, sampai penis Iwan meneteskan banyak pre cum. Puas melemaskan otot-otot anus Iwan, Tomi segera menarik keluar dua jarinya dari anus itu. Ketika jari itu telah tercabut, maka tampaklah anus Iwan yang menganga kemerahan, sebagai pertanda bahwa anus itu telah siap menerima penetrasi dari kontol Johan. Johan yang sudah tak sabar lagi, segera menempelkan kepala penisnya yang sudah licin oleh pelicin KY dan bercampur dengan pre cum bening. Karena belum pengalaman melakukan anal sex, beberapa kali Johan gagal memasukkan kepala penisnya ke dalam mulut anus Iwan. Selain itu kepala kontolnya yang bulat dan besar seperti jamur merang, membuatnya makin kesulitan melakukan penetrasi. Beruntung, ada Tomi yang dengan setia membantu Johan mengatasi kesulitannya. Tangan kanan Tomi tampak menggenggam kontol Johan dan membantu mengarahkannya ke mulut anus Iwan, sehingga kepala penis itu tidak lagi tergelincir. Sedangkan kedua tangan Johan tampak menahan kaki Iwan yang mengangkang lebar ke atas. Berkat kesabaran mereka, akhirnya kepala penis Johan berhasil menyusup ke dalam mulut anus Iwan. Tapi, begitu kepala penis itu berhasil masuk semuanya ke dalam mulut anus Iwan, tiba-tiba Iwan menjerit lirih sambil meringis. Dengan wajah memerah dan peluh mulai membasahi keningnya, Iwan tampak merasa kesakitan. "Akh.. aduh ah nyeri Jo, perih rasanya Jo" jerit lirih Iwan yang memang merasakan sakit, nyeri, dan ngilu pada anusnya. Dengan cepat, Johan berusaha menarik keluar lagi kepala penisnya dari jepitan otot anus Iwan. Johan tidak tega menyaksikan Iwan yang tampak kesakitan seperti itu. Tetapi sebelum ia berhasil menarik keluar kepala penisnya, tangan Tomi segera mencegah gerakan kontol itu. "Biarkan saja begitu Jo, diamkan saja dulu sebentar sampai otot-otot anus Iwan rileks semuanya" ujar Tomi mengajari Johan dengan penuh kesabaran. "I.. i.. iya Jo. Biarkan saja begitu sebentar. Nanti juga sakitnya hilang sendiri" ujar Iwan terbata-bata. "Kok kamu masih merasa sakit sih Wan? Kan kontol Tomi udah sering masuk ke pantatmu" ujar Johan merasa kebingungan dengan tatapan bersalah. "Abis kepala kontolmu besar banget sih Jo" jawab Tomi. "Iya Jo kepala kontolmu besar sekali, jauh lebih besar dari kontol Tomi dan dan kontolku sendiri. Sampai rasanya pantatku ini sobek. Berdarah nggak Tom?" ujar Iwan dengan nada khawatir. "Tenang Wan, nggak berdarah kok. Kan anus kamu udah gak perawan lagi" ujar Tomi sambil tersenyum geli melihat tingkah dua kekasihnya itu. Johan baru menyadari bahwa kepala penisnya memang memiliki ukuran yang tidak normal. Kepala penisnya itu tampak membulat dan membesar melebihi besarnya lingkar batang penisnya. Ia pun segera melirik ke kontol Tomi yang sudah ngaceng lagi. Tampaklah perbedaan kepala penis Tomi dengan miliknya. Kepala penis Tomi ternyata tidak membulat pada bagian ujungnya, tetapi meruncing dan kemudian sedikit membesar ke arah leher kepala penis sehingga seperti membentuk kerucut. Kemudian Johan membandingkan kepala penis Tomi dengan milik Iwan. Meskipun penis Iwan tampak setengah lemas karena konsentrasi Iwan tidak tertuju pada penisnya melainkan pada anusnya, tetapi, Johan masih bisa melihat bahwa bentuk kepala penis Iwan ternyata berbeda dengan dengan miliknya maupun milik Tomi. Kepala penis Iwan ternyata berbentuk standar, dengan ujung yang membulat tapi tidak membesar dan kemudian merata hingga ke leher penis dengan ukuran besar yang rata dengan batang penisnya. Sehingga penis Iwan sepintas tampak seperti batang sapu yang lurus dengan dihiasi tonjolan urat-urat dan pembuluh darah. Ketika Johan sedang asik membanding-bandingkan ukuran dan bentuk kepala penisnya dengan milik dua kekasihnya, tiba-tiba Iwan mengingatkann, "Ayo Jo, sudah ngga terasa sakit lagi sekarang. Teruskan, masukkan semua kontolmu hingga habis" ujar Iwan sambil menghela nafas panjang. Mendengar perintah Iwan itu, Johan pun mulai melanjutkan menekankan batang penisnya ke arah anus Iwan. Pelan tapi pasti, penis Johan mulai menyusup dengan lancar menembus kegelapan dan merasakan kehangatan rongga anus Iwan. Sementara penis Johan bergeser pelan memasuki rongga anusnya, mulut Iwan tidak hentinya mendesis dan mendesah berkepanjangan. Setiap centimeter kontol itu bergerak masuk, maka desahan dan desisan dari mulut Iwan terdengar semakin keras dan semakin erotis. Iwan tiba-tiba mendesah keras diselingi erangan panjang ketika ia merasakan kepala penis Johan menyentuh dan menekan prostatnya. Padahal ketika itu, baru tiga perempat bagian batang kemaluan Johan yang telah memasuki rongga anusnya. Bersambung . . . . .


Monday, January 7, 2013

Pasal Pompuan

Awek Pantat Panas CantikSuatu hari...seorang suami baru pulang dari meeting
(sebenar nya dating)...
dan melihat isterinya menangis teresak2...

Friday, January 4, 2013

Pemijat dadakan

Awek Pantat Panas CantikAku adalah seorang pemuda berusia 16 tahun. Walau masih lumayan muda aku mempunyai tubuh yang cukup bagus karena sering latihan di gymnasium. Aku memang menyukai olahraga. Namaku Anton, walaupun banyak cewek di sekolah yang suka atau naksir kepadaku, entah kenapa aku tidak merasa tertarik kepada satupun diantara mereka. Aku menganggap mereka semua sebagai teman.

Di lingkungan sekolah aku tidak mempunyai teman yang sangat akrab, aku lebih sering bergaul dengan tetangga sebelah rumahku yang kebetulan merupakan tempat kost dan salah seorang yang paling akrab bergaul denganku adalah Syarif, seorang mahasiswa yang mempunyai banyak kesamaan denganku. Syarif berusia 23 tahun. Dia pula yang mengajakku rutin berlatih di klub fitness atau renang.

Tuesday, January 1, 2013

Pecinta ABG - 2

Awek Pantat Panas CantikSementara itu Andrew dan Dimas sudah semakin jauh, kulihat Dimas sudah menghisap kemaluan Andrew yang celananya belum dibuka penuh hanya kancingnya saja. Aku dan Dani melihat hal itu. Adik kelasku semakin bingung, tapi tiba-tiba Dani memeluk Heru dari belakang dan menjilat telinganya, Heru meronta, tapi tidak cukup serius untuk menolak, karena kulihat dia mulai terangsang juga, lalu kuhampiri dan kupegang badannya dan bibirnya kuangkat dan kucium, ternyata Heru juga tak menolak bahkan semakin panas dan membalas dengan lidahnya. Aku juga semakin terangsang, tanganku memegang celananya dan kubuka. Terlihat kemaluannya yang sudah membesar dan kulepaskan celana dalamnya, besar sekali tapi masih polos anaknya, kujilati dan kuhisap kelaminnya dan Heru semakin menggeliat, akupun juga membuka seluruh celanaku, begitu juga Andrew dan Dimas sudah tidak memakai celana sama sekali atau sudah telanjang, hanya seragamnya saja.

Dani masih saja memeluk Heru dengan bernafsu dari belakang lalu Dani minta kepadaku untuk menggesek kelaminku di pantatnya dan kuturuti. Pantat Dani yang seksi juga erangan dan desahannya yang semakin menjadi menambah nafsuku. Kulihat kelaminku semakin besar.
"Masukin Ry, ayo dong, gue mau dimasukin.."

Saturday, December 29, 2012

Liarnya wanita setengah baya - 1

Awek Pantat Panas CantikBerikut ini adalah pengalaman aku dengan seorang wanita baya, sebut saja namanya Debbie umur 35 tahun dan Lucy 33 tahun. Seperti yang sudah-sudah, aku mengenal sosok Debbie dari seringnya aku online sebagai chatter.

Aku bisa menilai, Debbie adalah sosok yang hot dalam bercinta. Dengan ciri-ciri 170/65, berdada sintal, berpinggul sexy dan kelihatan sekali dia adalah seorang wanita yang suka sekali senam sehingga badannya terasa padat berisi. Itu semua aku ketahui setelah dia kirim aku foto dan aku tahu kalau dia penganut sex bebas juga dengan para karyawan-karyawan yang ada di surabaya, itupun aku ketahui setelah Debbie banyak cerita tentang kehiduapn sexnya.

Thursday, December 20, 2012

Bermesra dengan wanita cacat - 1

Awek Pantat Panas CantikAku wanita cacat tanpa sebelah kaki. Namaku Lyn. Aku kelihatan normal sahaja sebab menggunakan kaki palsu. Namun pengalaman dan berteman dengan rakan chat sungguh membahagiakan diriku. Ikuti kisahku dan salam sejahtera kepada pembaca setia situs Rumah Seks.

Selesai makan, aku menuju ke belakang rumah dimana Zainal sedang duduk termenung. Apakah yang dimenungkan sepupuku yang kacak tu? Aku pun menghampirinya dan menepuk bahunya dari belakang.

Monday, December 17, 2012

Me and My Teacher - 2

Awek Pantat Panas CantikHari itu hari sabtu. Dengan gelisah aku berkali-kali melihat ke jam dinding, sudah jam 12 lewat 40 menit tapi Pak Rudi (Kepala Sekolah) masih dengan semangatnya menerangkan tentang rencana study lapangan selama tiga hari yang akan diadakan di luar kota bulan depan. Yang membuatku gelisah adalah entah kenapa hari itu tanpa sengaja aku meninggalkan kunci rumah ibu Anna yang dipercayakannya padaku. Rumahku bisa dibilang dekat dengan rumah ibu Anna, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk pulang ke rumahku dan kemudian langsung ke rumah ibu Anna. Yang membuatku khawatir adalah beberapa hari terakhir ini ibu Anna pulang lebih awal. Biasanya hampir jam 2 siang ibu Anna baru datang, namun kini jam satu lewat beberapa menit saja ia sudah datang. Bahkan pernah suatu ketika ibu Anna sudah menunggu di depan rumahnya pada saat aku datang, namun karena memang belum lewat jam 1 siang maka ibu Anna tidak menarik panjang hal itu.

Sementara itu belum ada tanda-tanda Pak Rudi akan selesai bicara sehingga membuatku semakin gerah saja. Selang beberapa menit kemudian aku sudah tidak tahan.

Saturday, November 24, 2012

Tubuh montok Tante Deborah - 4

Awek Pantat Panas CantikMereka bermain dengan posisi Deborah mengangkang lebar-lebar dengan kakinya bertumpu pada rak mainan di kanan kirinya sambil kedua tangannya terus bergerilya ditubuh Anto atau tubuhnya sendiri meremas-remas buah dadanya dan menjambaki rambutnya sendiri. Sedangkan Anto terus bertahan diatas tubuh Tante itu dengan lutut yang bertumpu ke lantai dan mulutnya yang terus mengecupi seluruh bagian tubuh Deborah yang bisa dijangkaunya. Pinggulnya terus memompa vagina Deborah dengan tempo cepat sehingga keduanya benar-benar bermandikan keringat. Sesekali Anto menjilati tubuh Tante itu yang basah oleh keringat. Dijilatinya dengan keringat yang bercampur dengan aroma parfum dari tubuh Tante itu. Mereka bertahan dengan posisi itu selama beberapa menit sampai akhirnya Anto merasa pegal di kedua lututnya karena terus menumpu bobot badannya. Tak lama kemudian Anto mengajak Deborah untuk berganti posisi yang langsung disetujui oleh Tante itu.

Kali ini Deborahlah yang menentukan posisi permainan mereka. Ia langsung mendorong tubuh Anto agar berbaring dilantai yang dingin itu, kemudian Tante itu langsung menggenggam erat penis Anto, dikocok-kocoknya sebentar, kemudian dijilatinya penis yang basal dilumuri oleh lendir dari vaginanya sendiri. Deborah begitu menikmatinya. Dijilatinya hingga tak ada lagi sisa lendir dari vaginanya yang menempel di penis Anto. Pemuda itu makin terangsang oleh permainan Deborah. Ia benar-benar menikmati pemandangan Deborah yang sedang menjilati lendir dari vaginanya sendiri tanpa rasa jijik. Sepertinya Tante itu benar-benar haus akan kenikmatan. Tak ada bagian dari batang kemaluan pemuda itu yang luput dari garapannya. Sampai-sampai terkadang pinggul Anto dibuatnya mengangkat bila lidahnya bermain menjilati bola kembar milik Anto dan menjilati lubang anus Anto. Setelah penis Anto bersih dari lendir kenikmatannya, Deborah langsung berdiri, memutar, mengambil posisi berlawanan dengan Anto, kemudian ia berjongkok dengan posisi pantat dan vaginanya tepat dihadapan wajah pemuda itu.

Wednesday, November 21, 2012

3 Kali sehari - 3

Awek Pantat Panas CantikRumah pasangan itu pun menjadi sepi, dan Surti punya banyak waktu memilih-milih foto yang akan dipakai untuk membuat brosur pesanan sebuah maskapai penerbangan dalam negeri. Entah berapa lama Bari tertidur lelap. Surtipun semakin asyik bekerja di studionya, lupa waktu. Malam telah menggelap, ketika tiba-tiba wanita itu teringat suaminya yang ditinggal di ruang keluarga. Sambil menggeliatkan tubuhnya yang terasa pegal duduk menekuni slide di atas meja observasi, Surti bangkit menuju ruang tengah.
"Hei.., sudah bangun kasihku cintaku", sergah Surti karena ternyata Bari sudah bangun, walaupun masih bermalas-malasan.

Dengan cepat Surti sudah berada di sisi suaminya, menciumi pipi lelaki pujaannya itu dengan penuh kasih sayang sambil bertanya, "Mau makan sekarang?".

Tuesday, November 13, 2012

Sedapnya wanita gemuk

Awek Pantat Panas CantikPengembaraan Abang N berkembang dalam dunia chatting. Kawan/partner tidak mengira usia dan status. Pokoknya siapa sahaja yang berhasrat dan berkeinginan menjadilah.

Pernahkah dengar ungkapan begini: "Kalau seseorang sayangkan seseorang, maka dia akan lakukan apa juga demi mempertahankan perhubungan mereka. Dan kadang-kadang timbulnya benci. Bila sudah benci, dia akan lakukan apa jua demi untuk memperlihatkan kebencian atau menimbulkan kebencian yang mendalam."

Friday, November 9, 2012

Gairah terlarang - 1

Awek Pantat Panas CantikSenang sekali rasanya sekolahku dipulangkan lebih awal dari biasanya karena guru-guru akan mengadakan pertemuan dengan wali murid kelas 1. Aku sendiri sudah kelas 2. Jam tangan yang kupakai menunjukkan pukul sepuluh tepat. Ingin segera kulahap habis novel serial Agatha Christie yang baru kupinjam dari Rina, teman sekelasku. Aku cepat-cepat pulang. Berbeda dengan beberapa temanku yang berencana untuk keluyuran di Malioboro. Aku sendiri nggak suka keluyuran dengan seragam sekolah.

Akhirnya aku sampai di rumahku di sebuah kawasan perumahan elit. Aku hanya bisa menyebutkan bahwa nomor rumahku adalah nomor 6 atau 9. Kenapa begitu. Kadang ada orang iseng yang membalik papan nomor rumahku yang kebetulan dibuat oleh papaku dan dipasang di pintu pagar. Nomor rumah yang tidak bisa diubah adalah yang terpasang di tembok samping pintu. Hanya kecil.

Tuesday, November 6, 2012

Nikmat satu malam

Awek Pantat Panas CantikMas Doni, nanti tolong si Ical di jemput ya!, sepulang dari kampus, Mbak pulangnya telat lagi nih!, barusan ada keperluan di puskom Suara nyaring seorang wanita yang barusan kuterima di HP ku.
Ah! Mbak Eni selalu saja menyuruhku untuk menjemput putra satu-satunya yang masih TK itu padaku, karena aku selalu melewati TK itu kalo pulang dari kampus.

Wanita tersebut, Mbak Eni, aku selalu memanggilnya begitu, adalah induk semangku dimana aku menempati salah satu kamar di rumahnya yang besar sebagai anak kos. Adik laki-lakinya yang sepantar denganku adalah temanku sejak masih SMA.

Friday, November 2, 2012

Haruan makan anak - 10

Awek Pantat Panas CantikBapa mertuaku berlutut mengambil posisinya di belakang bontotku. Dia menguakkan kaki kananku untuk membesarkan lagi kelengkangku. Aku menoleh ke belakang untuk melihat posisi bontotku serta posisi bapa mertuaku. Everything should be in order. Main betina menonggeng memang sedap, tetapi kalau posisi nonok dan butuh tak betul, sukar butuh nak buat penetrasi yang baik. Main betina menelentang, jauh lebih mudah, tak payah nak seluk-seluk, tak payah nak teraba-raba, nonok dah terdedah dan terletak saja untuk digodok.

"Bang Man nak Kiah tonggeng tinggi lagi?"
"Cukup ni, it's good enough for me," jawabnya ringkas, tak mahu buang masa lagi nampaknya.

Thursday, October 25, 2012

The other side of horizon - 2

Awek Pantat Panas CantikFirst Contact, Akhir November 2002

Suatu sore seperti biasanya aku main ke kamar kerja Direktur Keuangan dan Akunting yang merupakan salah satu orang asal Indonesia yang bersama-sama kerja dengan ku di perusahaan yang sama. Pembicaraan awalnya biasa-biasa saja hanya seputar masalah keuangan perusahaan, produksi dan lain sebagainya. Mendadak mataku tertumbuk pada salah satu form kartu kredit milik bank asing terkemuka di dunia, yang nampaknya masih kosong tergeletak di meja kerjanya.