k Cerita Awek

Wednesday, October 31, 2012

Iswani - Akhir kebersamaan

Awek Pantat Panas CantikMalam itu aku hanya dapat tidur nyenyak 3 jam saja. Kulihat waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi lebih sedikit. Usahaku yang kuat untuk kembali tidur tak membuahkan hasil. Kulihat Iswani masih tergeletak dalam keadaan tidur nyenyak di ranjangnya. Pikiranku berkecamuk soal pekerjaan yang akan kuhadapi sehari lagi dan sama sekali belum kusiapkan. Kuputuskan untuk bangun dan duduk termenung di kursi didalam kamar penginapan. Kupandangi meja disebelahku yang penuh dengan botol-botol aqua, beberapa makanan kecil, dan kantung-kantung plastik yang tak ada isinya.

Kupindahkan semua barang diatas meja keatas laci, lalu kubersihkan meja itu. Kemudia aku mengambil semua berkas dan catatan tentang pekerjaanku dari dalam tas dan meletakkannya diatas meja. Kubaca satu persatu berkas tersebut dan memilah-milahnya menjadi beberapa bagian. Bagian-bagian yang telah terpilah-pilah itu kubaca lagi dengan lebih teliti dan menguraikan isinya didalam otakku sehingga terbentuklah sebuah bahan informasi yang berhubung-hubungan satu sama lainnya. Beberapa data yang masih kurang demi kelengkapan data kucatat dalam jurnal kerjaku. Kemungkinan-kemungkinan tidak kuperoleh data yang kuperlukan juga kucatat. Beberapa langkah alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk muncul dan ikut kucatat. Dengan berusaha secermat mungkin berdasarkan data yang ada dan catatanku, aku mulai membuat rencana kerja. Setiap baris rencana yang kucatat kubayangkan pula langkah-langkah kerja yang akan kulakukan.

Tuesday, October 30, 2012

Ranting patah - 2

Awek Pantat Panas CantikKuhubungi Room Service untuk memesan makan siang, baru tersadar ternyata kami belum makan, tak ada salahnya menambah tenaga dan energi. Tak lebih dari 10 menit kemudian kudengar bel berbunyi, cepat amat servisnya, pikirku. Kuambil handuk dan kubelitkan di pinggang,kuminta Desi menutupi tubuhnya dengan selimut. Tanpa pikir panjang kubuka pintu dan.. sungguh sangat mengagetkanku, bukannya Room Service yang nongol ternyata Febi yang berada di depan pintu, aku terkejut tak menyangka kedatangannya karena memang aku tak mengharap kedatangannya kali ini. Kusesali kecerobohanku untuk tidak mengintip terlebih dahulu dari lubang di pintu.

Febi langsung menerobos masuk, seperti biasa seolah tak pernah terjadi sesuatu, dengan manja Febi memelukku seperti layaknya seorang keponakan, kucium pipi kiri kanannya, hal yang biasa kami lakukan, tapi kali ini aku merasakan getaran yang tidak seperti biasanya, aku bisa merasakan tonjolan buah dadanya yang montok mengganjal di dadaku, padahal tak pernah terjadi sebelumnya. Dia langsung nyelonong masuk ke dalam.

Monday, October 29, 2012

Pionir - 2

Awek Pantat Panas CantikDihadapanku kini terlihat seorang gadis kecil yang cantik dengan rambut sebahu tersenyum malu-malu padaku dengan lesung pipit yang indah, bibir yang tipis, kulit yang putih bersih, payudara yang belum tumbuh besar tetapi sangat sexy, betis dan paha yang indah serta bagian surganya yang paling misterius kerana masih tertutup oleh celana dalam pinknya yang tipis itu sehingga secara samar aku bisa melihat belahan kemaluannya yang putih bersih dan sangat feminin itu.
"Sonya, kamu cantik sekali malam ini sayang" kataku.
Ia hanya tersenyum malu dan agak menunduk.
"Apakah kamu pernah melakukan hubungan seperti di film yang kamu liat sebelum ini sayang?" tanyaku.

Sunday, October 28, 2012

Hadiah perpisahan - 1

Awek Pantat Panas CantikSepuluh milyar, pikirku. Butuh waktu lima tahun, lima tahun tambah dua orang partner dan banyak tipu daya, tapi paling tidak itu berhasil, dan sekarang sudah waktunya kita kabur dari sini. Aku sudah memikirkan ini sejak pertama kali. Kita bertiga bakal ketemu di kantor waktu liburan, jadi tidak ada karyawan lain yang bakalan melihat kita di sini. Dan dari kantor kita ke bandara, dan bertiga langsung terbang ke pulau tempat wanita-wanita cantik kumpul di sana dan dimana pejabat pemerintah lebih bisa di beli dari pada di sini, dan tidak ada perjanjian ekstradisi. Aku melihat jam tanganku, sudah jam 6 sore, masih ada waktu lima jam lagi sebelum kita berangkat ke bandara. Aku tersenyum waktu aku melihat papan nama di mejaku yang besar: Roy Pangestu, Wakil Presiden Direktur.

Sebuah ketukan di pintu kantorku membuat diriku tersadar dari lamunanku. Aku kaget sekali. Seharusnya tidak ada seorangpun di kantor ini, Johan dan Toni mustinya masih ada di bagian akunting membersihkan bukti-bukti supaya pelarian kita ini tidak cepat ketahuan. Aku berdiri dan mendekati pintu.
"Silakan masuk."

Saturday, October 27, 2012

Ngewe di atas meja sekolah

Awek Pantat Panas CantikAku seorang gadis bersekolah di SMA, namaku Shinta. Aku anggota cheerleader PCT. Pada suatu hari, ada pertandingan basket antara anak melawan anak SMA 8 di sekolahku. Aku sebagai anggota tim cheerleader PCT, berpakaian minim, memberi support kepada tim sekolahku ... pada tengah2 pertandingan, salah satu pemain cadangan tim SMA 8 tersenyum padaku .... dia bukannya melihat teman2nya bermain, melainkan memandangiku terus. Ketika babak pertama usai, dia datang menghampiriku, dan kami berkenalan ... sebut saja namanya Indra. Setelah kami berkenalan, lalu kami bercakap2 sebentar di kantin sma.
Setelah tidak berapa lama ... tiba2 dia berbisik di telingaku, katanya ," Kamu cantik sekali deh Shinta .." sambil matanya tertuju pada belahan dadaku ... mukaku langsung merah ... kaget dan dadaku berdetak kencang. Tiba2 terdengar suara "PRITTTTTTTT....!!!" tanda bahwa babak ke-2 akan dimulai ... aku langsung mengajaknya balik ke lapangan.

Dalam perjalanan ke lapangan, kami melewati kelas2 kosong ... tiba2 dia menarik tanganku masuk ke dalam kelas 3 Fis 1 ... lalu dia langsung menutup pintu ... aku langsung bertanya padanya," ada apa indra ... babak ke-2 udah mau mulai nih ... kamu gak takut dicariin pelatih kamu ??". Dia tidak membalas pertanyaanku, melainkan langsung memelukku dari belakang, dan dia berbisik lagi padaku,"Badan kamu bagus ya sekali ya Shin .." Aaaahhhh. aku tak bisa berbuat apa2 selain berbalik badan dan menatap matanya .... dan tersenyum padanya.

Friday, October 26, 2012

Sukses sekali - 1

Awek Pantat Panas CantikAku masih jengkel dengan suasana hari ini. Pagi-pagi kok sudah adu mulut, kalau sudah begitu maka satu hariku penuh pasti penuh kemuraman dan kedongkolan. Emosiku sudah menyedot energi sampai-sampai kerjapun tidak konsentrasi dan asal masuk kantor saja. Huahm, emang cewek susah sekali dimengerti. Ada saja yang bisa membuatnya ngomel panjang pendek. Misal karena telat jemput tadi pagi, padahal toh cuma persoalan 5 menit (ditinjau dari setting arlojiku maksudnya, he... he... he...). Kapan-kapan gara-gara lupa mampir beliin minyak wangi titipannya, lain waktu gara-gara ketiduran di gedung bioskop, dan sebagainya.

Berhubung kejengkelanku belum sirna sama sekali maka aku cabut dari kantor sebelum jam 4, toh berlama-lama di kantor juga percuma. Mondar-mandir ke toilet cuci muka, pura-pura buang hajat padahal ngerokok, pura-pura serius menatap monitor padahal tidak ada satu file-pun yang kubuka kecuali screen saver yang meliuk-liuk warna-warni (untung meja kerja kami diberi pembatas meskipun tidak penuh, sehingga masing-masing karyawan masih memiliki privacy yang cukup memadai).

Thursday, October 25, 2012

The other side of horizon - 2

Awek Pantat Panas CantikFirst Contact, Akhir November 2002

Suatu sore seperti biasanya aku main ke kamar kerja Direktur Keuangan dan Akunting yang merupakan salah satu orang asal Indonesia yang bersama-sama kerja dengan ku di perusahaan yang sama. Pembicaraan awalnya biasa-biasa saja hanya seputar masalah keuangan perusahaan, produksi dan lain sebagainya. Mendadak mataku tertumbuk pada salah satu form kartu kredit milik bank asing terkemuka di dunia, yang nampaknya masih kosong tergeletak di meja kerjanya.