"Donnie temenin Sherly malam ini sayang, aku sudah lama sekali nggak dijamah sama laki-laki", sambil memeluk aku dan memohon "yah sayang? mau kan?" katanya lagi "ii..ya"jawabku gugup. Dikamar Sherly rupanya gak bisa nahan lagi nafsunya dia langsung mencium seluruh tubuhku lalu kami berdua tanpa terasa sudah seperti sepasang kekasih yang sudah lama pisah, hingga kami berdua sudah setengah bugil, aku tingggal cd dan Sherly tinggal bh dan cdnya. Dia menari-nari didepanku untuk membangkitkan gairahku, semakin nafsu. "Wah...! Gile bener nih. Sungguh indah tubuhnya, payudara yang lumayan besar, kencang dan sekel sekali, pinggulnya yang sexy dengan pantat yang runcing keatas, enak kalau dientot dari belakang? terus yang paling menggiurkan lagi memeknya masih bagus dan bersih, gundul lagi kaya punya Ani." Itu gerutuku dalam hati sambil melihat Sherly menari-nari. Sherly langsung menindihku lalu mencium bibirku dengan ganasnya lalu aku juga membalasnya, menggesek-gesekkan pussy-nya ama penisku yang mulai tegang, juga kedua boobs-nya kedadaku. "Oh...trus,gesek...goyang...ah..." desahku keenakan. "Donnie cayang itu dedekmu udah bangun yah, rasanya ada yang menganjal divaggyku, cinta" katanya. Lalu tanpa ba bi bu langsung melakukan 69, dengan jelas terlihat vagina Sherly yang merah merekah dan sudah sangat basah mungkin terangsang banget karena tadi habis menggesek-gesekkan pussy-nya ke peniskuku dan melihatku ml sama Ani, lalu kujilat, mencium dan menghisapnya habis-habisan, kupermainan kritorisnya Sherly mengerang keenakan "oh...enak...cayang...makan memekku yah..." begitu juga dengan aku, penis rasanya udah gak tahan banget pengen masuk kelobang kenikmatannya "oh...ya...trus....yang cepet kocokkannya..." Slup...Slup suara kontolku didalam mulutnya, Sherly cukup ahli dalam oral penisku. "Donnie memekku udah gak tahan lagi udah cepet lepasin, cepet masukin aja kontol kamu, cinta" Sherly meringis memohon. Kemudian aku mengambil posisi diatas dengan membuka selangkangannya lebar lalu aku angkat ke atas dan mulai memasukan pennyku ke dalam vaggynya. Slep...bles..."Aw...sakit..." rintihnya "pelan-pelan sayang, memekku sudah lama gak dientot..."sambungnya. Aku terdiam sebentar dan merasakan vaginanya meremas-remas batang penisku, sambil aku nenen mengisap-isap nipplesnya yang nganggur. Selang beberapa menit, "Nah Donnie sekarang kamu boleh masukin dan entot memekku ampe puas yah" "Baik, cinta" jawabku. Memang bener rupanya udah lama gak dimasukin, terbukti remasannya masih kuat persis punya Ani. "Donnie genjot dan kocok memekku cayang?" pintanya lalu aku mulai memasuk-keluarkan kontolku dari lambat sampai keras dan cepat sekali terdengar suara senggama kami suara becek makin terdengar seiring dengan suara benturan biji penisku slep...slep...slep...cplok...cplok...cplok... Sherly mengerang dan mendesah "uh...ah...ah...sh...sh...oh yeah...oh...harder...oh...ah...enak...kontol kamu Donnie, akhirnya ngerasain lagi kontol...truss...entot memekku...ka...ya...kamu...en...totin...A....ni..." ceracaunya. "Uh...oh...ah...enak...memek Sherly seret sekali...kaya memeknya Ani" timbalku. Tiba-tiba, "Cayang...aku mo keluar nih...kontol kamu hebat..." akhirnya Sherly orgasme duluan crot...crot...crot...banyak sekali cairan yang ada dalam memeknya, rasanya penisku hangat sekali, "aku mo keluar nih...kataku, dimana keluarinnya..." tanyaku. "Didalam memek Sherly aja, Donnie..plz!! pengen air mani kamu yang hangat..." pintanya dan "argh..." erangku dan penisku berkedut didalam vaginanya yang memijat batangku. Lalu aku dan Sherly tidur pulas, karena kecapaian akibat pertempuran yang sengit tadi.
Sekitar jam 12 malam rasanya kontolku ada yang ngulum dan mengkocoknya. Ternyata Helena, wah gile dia sambil ngocok kontolku didalam mulutnya, tangan kirinya sambil menusuk-nusuk memeknya sendiri yang juga gundul dengan klitoris yang lebih besar dari punya Sherly dan tangan kanannya mengelus-elus zakarku, dia berkata "Donnie aku pengen dong dientot kaya Ciciku tadi, ya..." Dia mempertegas. "Donn, tolong yah cayang memek aku juga sudah kangen dientot, baru putus ama pacar habis gak muasin memekku dan selingkuh lagi, Donn..., pusain yah memek Helena yah..." katanya lagi, sambil membimbing tangan kananku untuk mengelus-elus pussy-nya, "iyah deh, aku kan berusaha dengan berbagai cara untuk dapat membuat ketagihan ama penis aku" jawabku vulgar. "Kita entotannya disofa ruang tengah aja yah?" kata Helena "aku takut mengganggu Ciciku yang habis kamu entotin memeknya, ntar cici bangun lagi kalau ngentotnya diranjang" dia mempertegas. Helena yang sudah telanjang bulat mengandengku keluar, kami pun bercumbu, saling menjilat, mencium, menghisap seperti biasa, dengan penuh gairah. Dan sekarang aku mulai memasukkan kontolku kelubang memeknya, karena dia udah gatel banget tadi aku ngentotin cicinya? Maka aku langsung aja,masukkan kontolku. Slep..bles...bles...perlahan dan pasti penisku masuk "aw...oh..yeah..." erangnya. "Sakit Helen..." tanyaku. "Ngaak cinta terusin aja enak banget..." Aku langsung mengkocoknya dengan Helena berbaring di sofa depan TV, splak...splak...splok...splok...suara sengama kami. "Memek kamu enak...sih.." sambil aku menggoyangkan pinggulku dan mulai nenen toketnya yang seukuran dengan milik Ani, terus dia juga mengimbangi goyanganku dengan arah yang berawanan sehigga kontolku bener-bener tenggelam ke dalam memek surga kenikmatannya. "Oh...enak...Donn...terus...sayang..." rintihnya dengan memeluk kepalaku. Akhirnya aku ngentot memeknya Helenan tapi ga ada yang keluar kamar, terbangun, terutama cicinya mungkin capek main ama aku habis aku bikin tubuhnya dan memeknya melayang-layang? Lagi asyik-asyiknya ngentotin memeknya Helena, tiba-tiba terdengar suara. "Ih...cici lagi ngapain" mendengar suara tersebut, aku terkejut rupanya Poppy keluar kamar diikuti Airin, teman Sherly, lalu mereka dengan santainya melihat aku ngentot sama Helena.
Aku langsung aja berhenti dan seketika itu juga Helena berkata, "Donni kenapa? Kok...berhenti sayang, terus dong entot memekku sampai enak dan nikmat sekalii.." dengan santainya. "I.tu..ada.." kataku gagu, "ada apa?" katanya lagi,penasaran. Dia menggerakkan wajahnya, terlihatlah adiknya yang memakai lingerie dan Airin dengan cd aja. Helena berkata, "eh kalian ini bandel sekali yah" setelah dia tau bahwa aku berhenti karena ada mereka turun keruang tengah dan mulai meluciti pakainnya masing-masing "Hei...kenapa kalian ikut-ikutan telanjang?" tambah Helena. "Ci aku pengen ngerasain dientot yah.." tanya Poppy ama cicinya "Iyah nih kamu ko pelit sih..., aku juga pengen ngerasain kontolnya Donnie" timpal Airin. "Iyah nih..gimana sih.." timpal Poppy. "Plz dong" rengek mereka. Terus mungkin udah terlanjur mereka berdua melihat Helena ngentot dan udah pada bugil semuanya, maka dibolehkannya. "Iyah deh kamu berdua sudah telanjur bugil dan lihat aku lagi dientot memeknya ama kontol Donnie...sini jangan ribut.." katanya lagi "tunggu giliran tapi" tambah Helena. "Donnie cepetan kocokannya yang lebih keras lagi...kasihan memek mereka ini udah pada basah..tuh..." pintanya, akhirnya aku dan Helena mempercepat ngentotnya kayak di kejar-kejar hantu…dan akhirnya orgasme secara bersamaan "argh..mmhh..argh...enak..sekalii...cintaaa, aku udah keluar Donnie....hangat sekali air manimu..." erangan Helena. "Aku juga sama.... rasanya kontolku hangat sekali.."